-->

Festival Serampang Duabelas dan Marching Band Digelar di Perbaungan, Upaya Lestarikan Budaya Asli Sergai

Yayasan Sauti Serampang Duabelas Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), akan menggelar Festival Tari Serampang Duabelas dan Marching Band,

Editor: PoskotaSumut.id author photo


SERDANG BEDAGAI – Yayasan Sauti Serampang Duabelas Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), akan menggelar Festival Tari Serampang Duabelas dan Marching Band pada 15–16 Mei 2026 di Lapangan Segi Tiga Perbaungan.

Kegiatan tersebut digelar sebagai upaya melestarikan kebudayaan daerah yang berasal dari Perbaungan, sekaligus mempererat silaturahmi masyarakat dan mendukung pengembangan sektor budaya serta pariwisata di Sergai.

Hal itu disampaikan Ketua Yayasan Sauti Serampang Duabelas, Muhammad Kheir yang akrab disapa Bang Tata, kepada wartawan di Perbaungan, Kamis (7/5/2026).

“Adapun kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan kebudayaan daerah, mempererat silaturahmi masyarakat, serta mendukung program Pemkab Sergai dalam pengembangan sektor budaya dan pariwisata,” ujar Bang Tata.

Ia menjelaskan, panitia tidak memungut biaya pendaftaran bagi peserta. Sebaliknya, panitia telah menyiapkan hadiah dan uang pembinaan bagi para pemenang dari setiap kategori perlombaan.

Menurut Bang Tata, kegiatan tersebut juga mendapat dukungan penuh dari Bupati Sergai, Darma Wijaya, saat audiensi yang dilakukan pihak yayasan beberapa waktu lalu.

“Bupati berharap kegiatan pelestarian budaya daerah, khususnya Tari Serampang Duabelas, terus dilakukan melalui perlombaan seperti ini. Tari Serampang Duabelas merupakan karya Guru Sauti, putra asli Perbaungan, Sergai,” katanya.

Bupati Sergai Darma Wijaya, lanjut Bang Tata, menilai Tari Serampang Duabelas harus terus diperkenalkan kepada masyarakat luas, terutama generasi muda di Sergai, agar tidak kehilangan identitas budaya daerah.

“Menurut beliau, banyak daerah lain yang menggunakan Tari Serampang Duabelas sebagai tarian penyambutan tamu kehormatan. Karena itu masyarakat Sergai sendiri harus mengenal dan bangga terhadap warisan budaya tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Sergai, Akhyar, menyambut baik pelaksanaan festival tersebut.

“Kegiatan ini sangat positif dan kami dari Disparbudpora Sergai mendukung penuh. Ini menjadi sarana memperkenalkan kepada generasi muda bahwa Tari Serampang Duabelas merupakan karya budaya daerah yang lahir di Sergai,” ujarnya melalui sambungan WhatsApp.

Ia berharap peserta festival tidak hanya berasal dari sanggar tari, tetapi juga dari sekolah-sekolah di Sergai.

Dukungan serupa juga disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Sergai, dr. Jonli Boelian Dachban. Menurutnya, Tari Serampang Duabelas merupakan identitas budaya Melayu pesisir yang harus dijaga agar tidak diklaim daerah lain.

“Sebagai putra daerah, kami tentu tidak rela jika Tari Serampang Duabelas diklaim daerah lain. Ini warisan budaya asli Sergai yang harus dipertahankan,” tegas Jonli.

Ia menambahkan, kawasan pesisir Sumatera memiliki ragam budaya dan tarian khas masing-masing yang menjadi bagian dari kekayaan budaya Indonesia.

“Bhineka Tunggal Ika itu nyata dalam keberagaman adat, budaya dan kesenian daerah, namun tetap dalam satu kesatuan bangsa,” tandasnya.

Selain perlombaan tari dan marching band, panitia juga akan menggelar kirab budaya pada 15 Mei 2026. Kirab akan dimulai dari Tugu Juang Desa Kota Galuh menuju Lapangan Segi Tiga Perbaungan sebagai pusat kegiatan festival.(biet)

Share:
Komentar

Berita Terkini