MEDAN – Warga kawasan Jalan Bromo, Kecamatan Medan Denai, kembali dibuat resah dengan maraknya aksi pencurian yang diduga dilakukan oleh komplotan maling spesialis rumah dan masjid. Terbaru, seorang pelaku kepergok masuk ke Kompleks Bromo Residence, Senin (1/6/2026), namun berhasil melarikan diri setelah dipergoki petugas keamanan.
Muhaimin, salah seorang penghuni Kompleks Bromo Residence, mengatakan pelaku sempat memanjat pagar rumah kosong yang berada di dalam kompleks sebelum akhirnya diketahui warga dan dilaporkan kepada sekuriti.
“Pelaku langsung ditegur sekuriti sebelum sempat beraksi lebih jauh. Setelah itu dia langsung kabur,” ujar Muhaimin.
Menurutnya, aksi pelaku pertama kali diketahui warga yang melihat gerak-gerik mencurigakan dari luar kompleks. Warga kemudian menghubungi petugas keamanan yang segera mendatangi lokasi.
Namun, karena pagar pembatas cukup tinggi, petugas keamanan tidak sempat mengejar pelaku yang melarikan diri.
Warga menduga pelaku yang masuk ke kompleks tersebut merupakan orang yang sama dengan pelaku pencurian kabel listrik yang sebelumnya terjadi di lingkungan perumahan tersebut.
Tidak hanya menyasar kawasan perumahan, pelaku juga diduga terlibat dalam sejumlah aksi pencurian di rumah ibadah sekitar Jalan Bromo.
Pada Mei 2026 lalu, pelaku disebut-sebut beraksi di dua masjid dalam satu kawasan, yakni Masjid Jannatul Alim di Jalan Rawa Cangkuk III dan Masjid Al-Hidayah di Jalan Bromo Gang Masjid Al-Hidayah.
Di Masjid Jannatul Alim, pelaku dilaporkan berhasil membawa kabur satu unit sepeda motor milik jemaah.
Sementara di Masjid Al-Hidayah, aksi pencurian kembali terjadi saat jemaah sedang melaksanakan Salat Subuh berjamaah. Namun kali ini pelaku gagal membawa kabur tiga sepeda motor yang menjadi incarannya.
Pengurus Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Al-Hidayah, Andre, menjelaskan pelaku sempat mencoba mencuri sepeda motor milik imam masjid yang saat itu sedang memimpin salat.
“Pelaku berulang kali menendang bagian pengunci stang untuk merusaknya, tetapi gagal,” kata Andre.
Tidak berhasil pada sasaran pertama, pelaku kemudian beralih ke sepeda motor milik jemaah lainnya. Meski berhasil merusak kunci stang dan menghidupkan kendaraan, aksinya kembali gagal karena pemilik sepeda motor memasang kunci pengaman tambahan pada cakram roda.
“Motor kedua berhasil dihidupkan, tetapi tidak bisa dibawa karena roda depan digembok,” ujarnya.
Pelaku kemudian mencoba sasaran ketiga. Namun sebelum sempat beraksi lebih jauh, alarm kendaraan berbunyi bersamaan dengan selesainya Salat Subuh berjamaah. Menyadari situasi tidak aman, pelaku langsung melarikan diri.
“Kami melihat seluruh rangkaian kejadian itu dari rekaman CCTV masjid,” jelas Andre.
Pengurus BKM lainnya, Hendro, menilai aksi pencurian yang berulang menunjukkan adanya pola kejahatan yang terorganisir dan secara khusus menyasar masjid pada waktu-waktu tertentu, terutama saat Salat Magrib dan Salat Subuh.
Karena itu, ia berharap aparat kepolisian meningkatkan patroli hingga ke lingkungan permukiman dan rumah ibadah yang berada di dalam gang-gang permukiman.
“Kami berharap kejadian ini menjadi perhatian serius aparat penegak hukum. Patroli jangan hanya fokus di jalan protokol, tetapi juga masuk ke lingkungan permukiman dan masjid yang justru sering menjadi sasaran pelaku kejahatan,” ujar Hendro.
Warga berharap peningkatan patroli dan pengawasan keamanan dapat segera dilakukan untuk mencegah aksi serupa terulang kembali serta memberikan rasa aman bagi masyarakat yang beribadah maupun beraktivitas di kawasan tersebut.
