-->

Viral,Diisukan Meninggal Dunia di Media Sosial, Hadi Suhendra: Saya Sehat Walafiat

Wakil Ketua DPRD Kota Medan, Hadi Suhendra SH, membantah keras kabar yang menyebut dirinya telah meninggal dunia sebagaimana beredar di media sosial.

Editor: PoskotaSumut.id author photo


MEDAN – Wakil Ketua DPRD Kota Medan, Hadi Suhendra SH, membantah keras kabar yang menyebut dirinya telah meninggal dunia sebagaimana beredar di media sosial. Politisi Partai Golkar tersebut menegaskan bahwa dirinya dalam kondisi sehat dan tetap menjalankan aktivitas seperti biasa.

"Alhamdulillah, saya sehat walafiat. Saya dalam kondisi yang sangat baik, sehat jasmani maupun rohani," ujar Hadi Suhendra saat dihubungi wartawan, Minggu (31/5/2026) malam.

Tokoh masyarakat Medan Utara yang juga menjabat sebagai Ketua PAC Pemuda Pancasila Medan Belawan itu mengaku tidak mengetahui motif di balik penyebaran informasi yang dinilainya menyesatkan tersebut.

"Saya juga tidak tahu apa maksud dan tujuan penyebaran informasi itu. Namun saya berharap siapa pun yang menyebarkannya juga dalam keadaan sehat walafiat," katanya.

Kabar tersebut beredar melalui sebuah unggahan di media sosial yang menampilkan foto Hadi Suhendra mengenakan atribut Pemuda Pancasila disertai ucapan belasungkawa layaknya seseorang yang telah meninggal dunia.

Dalam unggahan itu tertulis kalimat, "Turut Berduka Cita yang Mendalam atas Berpulangnya Bapak Hadi Suhendra. Semoga Amal Ibadah Almarhum Diterima di Sisi Allah SWT dan Keluarga yang Ditinggalkan Diberi Ketabahan."

Meski pada bagian keterangan atau caption disebutkan bahwa yang dimaksud adalah "matinya jiwa dan rohani", Hadi Suhendra tetap menilai unggahan tersebut tidak pantas dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

"Sebagai pejabat publik saya tidak anti kritik. Kritik adalah bagian dari demokrasi dan saya terbuka terhadap itu. Tetapi kritik harus disampaikan dengan cara-cara yang sehat, beretika, dan tidak menyesatkan masyarakat," tegasnya.

Menurut Hadi, penggunaan narasi belasungkawa dan penyebaran informasi yang menyerupai kabar kematian seseorang bukanlah bentuk kritik yang konstruktif, melainkan tindakan yang dapat menimbulkan keresahan dan kebingungan publik.

"Apa yang dilakukan ini sangat jauh dari kritik yang sehat. Ini tidak mendidik dan sangat menyesatkan. Kita sangat menyayangkan tindakan seperti ini," ujarnya.

Saat ditanya mengenai kemungkinan menempuh jalur hukum terhadap pihak yang menyebarkan informasi tersebut, Hadi Suhendra mengaku masih mempelajari berbagai aspek yang berkaitan dengan unggahan tersebut.

"Soal langkah hukum, saat ini masih kami diskusikan dan pelajari. Namun yang pasti, kami menolak keras tindakan yang tidak bertanggung jawab seperti ini," katanya.

Berdasarkan pantauan wartawan, unggahan yang menjadi sorotan tersebut muncul di akun TikTok "Cerita Belawan" pada Minggu malam. Unggahan itu langsung menuai berbagai tanggapan dari masyarakat.

Sejumlah warganet menilai informasi tersebut dapat menyesatkan dan meminta pengguna media sosial lebih bijak dalam menyebarkan informasi.

"Jangan menyebarkan berita hoaks ya. Bijaklah dalam bersosial media. Terima kasih," tulis salah seorang pengguna akun TikTok dalam kolom komentar.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya literasi digital dan penggunaan media sosial secara bertanggung jawab agar tidak menimbulkan keresahan maupun penyebaran informasi yang tidak sesuai fakta.

Share:
Komentar

Berita Terkini