MEDAN – Perusahaan pembibitan berbasis kultur jaringan asal Kabupaten Asahan, Hijau Surya, memanfaatkan ajang Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke- 50, untuk memperkenalkan bibit tanaman unggul hasil pengembangan laboratorium yang telah dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia.
Di Paviliun Kabupaten Asahan, Hijau Surya menampilkan beragam bibit unggulan, mulai dari anggrek, pisang, hingga kentang. Kehadiran perusahaan tersebut menjadi salah satu daya tarik bagi pengunjung yang ingin mengenal teknologi pembibitan modern di sektor hortikultura.
Sales Hijau Surya, Amri, mengatakan perusahaan yang berdiri sejak 2012 itu mengembangkan bibit melalui teknologi kultur jaringan dengan proses produksi yang dilakukan di laboratorium milik perusahaan di Kabupaten Asahan.
"Kami ikut berpartisipasi di PRSU karena Hijau Surya merupakan salah satu perusahaan unggulan dari Asahan. Kami bergerak di bidang pembibitan tanaman dengan teknologi kultur jaringan yang seluruh proses pembibitannya dilakukan di laboratorium kami sendiri," ujar Amri saat ditemui di PRSU, Minggu (13/7/2026).
Menurut Amri, teknologi kultur jaringan menghasilkan bibit yang lebih seragam, sehat, dan berkualitas sehingga mampu mendukung peningkatan produktivitas sektor pertanian, khususnya tanaman hortikultura.
Untuk menjaga kualitas produksi, Hijau Surya mengoperasikan laboratorium dan rumah kaca dengan standar higienis. Perusahaan ini juga telah mengantongi Sertifikat Produsen dan Distributor Kompeten Benih Kultivar Jaringan Tanaman Hortikultura dari Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara sejak 2016.
Selain itu, Hijau Surya bekerja sama dengan Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika (Balitbu) Kementerian Pertanian dalam pengembangan blok fondasi tanaman induk bagi sejumlah varietas pisang komersial, di antaranya Barangan Merah, Kepok Kuning Tanjung, Raja Bulu, Ameh Pasaman, dan Mas Kirana.
Amri menjelaskan, pemasaran bibit tidak hanya dilakukan di Sumatera Utara, tetapi telah menjangkau berbagai wilayah di Indonesia melalui layanan pemesanan secara daring.
"Pengiriman kami sudah ke seluruh Indonesia. Selama waktu pengiriman tidak lebih dari 10 hari, bibit tetap aman. Untuk wilayah Medan biasanya hanya membutuhkan waktu dua hingga tiga hari melalui jasa ekspedisi," katanya.
Selain menggunakan jasa pengiriman reguler, pelanggan juga dapat memilih pengiriman melalui transportasi bus atau mengambil langsung bibit ke lokasi pembibitan di Kabupaten Asahan.
"Kalau untuk pelanggan di Medan, kami juga menyarankan bisa mengambil langsung ke lokasi karena tempat kami berada tidak jauh dari pintu Tol Kisaran," tutup Amri.
Melalui keikutsertaan di PRSU 2026, Hijau Surya berharap semakin banyak masyarakat, petani, maupun pelaku usaha pertanian yang mengenal teknologi kultur jaringan sebagai solusi untuk menghasilkan bibit tanaman yang berkualitas, seragam, dan memiliki produktivitas tinggi.
