MEDAN – Persiapan Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) 2026 terus dikebut menjelang pembukaan yang dijadwalkan berlangsung pada 3 Juli 2026. Sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan instansi yang terlibat disebut telah memasuki tahap final dalam menyiapkan stan masing-masing. Pihak penyelenggara memastikan seluruh OPD dan instansi yang berpartisipasi dalam PRSU telah melakukan persiapan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
“OPD dan seluruh instansi yang terkait sudah dalam tahap final untuk persiapan paginya masing-masing. Kami juga mengharapkan kepada seluruh OPD dan instansi yang bergabung di PRSU agar sebelum pembukaan tanggal 3 Juli 2026, seluruh paginya sudah selesai,” ujar Komisaris / Pengawas PPSU Effendi Pohan.
Selain kesiapan stan, PRSU tahun ini juga mengusung konsep yang berbeda dengan melibatkan lebih banyak peran masyarakat Sumatera Utara. Sebanyak 70 persen pengisi acara akan berasal dari masyarakat lokal, dengan melibatkan 33 kabupaten/kota serta partisipasi dari luar daerah.
Effendi Pohan juga menjelaskan, PRSU 2026 tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga diarahkan sebagai wadah promosi potensi daerah, kreativitas masyarakat, serta budaya Sumatera Utara.
Berbagai program telah disiapkan, mulai dari perlombaan, pentas seni, hingga kegiatan komunitas dengan menghadirkan juri berkualitas tingkat nasional.
Untuk mendukung rangkaian kegiatan, PRSU akan menghadirkan tiga panggung utama, yakni panggung komunitas, panggung utama, dan panggung budaya.
Effendi Pohan berharap dukungan masyarakat, media, pelaku industri kreatif, serta seluruh pihak terkait agar PRSU 2026 dapat berjalan sukses dan menjadi kebanggaan masyarakat Sumatera Utara.
“PRSU ini kami harapkan menjadi panggung masyarakat Sumatera Utara untuk menunjukkan bahwa provinsi ini memiliki potensi dan kreativitas yang tidak kalah dengan daerah lain,” katanya
Turut hadir dalam Konferensi Pers, Dewan Komisaris/Pengawas Effendi Pohan, Kadis Penanaman Modal Provsu Nurbaiti dan Kabid Komunikasi dan Informasi Provsu Porman Mahulae.
