MEDAN – Kepedulian terhadap kesehatan mental menjadi salah satu layanan yang dihadirkan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Prof. Dr. Muhammad Ildrem dalam rangkaian Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) 2026. Melalui paviliunnya di arena PRSU, rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara itu membuka layanan konseling psikologis gratis bagi masyarakat setiap hari Jumat.
Layanan tersebut dipandu oleh psikolog Cory, yang sehari-hari bertugas di RSJ Prof. Dr. Muhammad Ildrem. Kehadiran layanan ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkonsultasi mengenai berbagai persoalan psikologis secara langsung dengan tenaga profesional.
Pada Jumat (24/7/2026), Cory telah melayani tiga pengunjung yang datang untuk berkonsultasi. Meski jumlahnya belum banyak, ia menilai antusiasme masyarakat terhadap layanan kesehatan mental terus meningkat.
Dari berbagai konsultasi yang diterimanya, Cory mengungkapkan bahwa remaja menjadi kelompok yang paling banyak mencari bantuan psikologis. Sebagian besar mengaku mengalami tekanan emosional akibat pola asuh di lingkungan keluarga, aturan yang diterapkan orang tua, hingga persoalan komunikasi di rumah.
"Sebagian besar remaja datang karena merasa terbebani dengan aturan yang diterapkan orang tua atau tekanan yang berasal dari lingkungan keluarga. Mereka membutuhkan ruang yang aman untuk bercerita," ujarnya.
Selain remaja, Cory juga menerima konsultasi dari kalangan usia produktif yang mengalami tekanan di dunia kerja. Permasalahan yang disampaikan beragam, mulai dari hubungan dengan rekan kerja, beban pekerjaan, hingga tekanan dari atasan.
Menurut Cory, mayoritas masyarakat yang datang masih berada pada tahap awal gangguan psikologis sehingga belum memerlukan penanganan medis berupa obat-obatan maupun perawatan intensif.
"Umumnya mereka yang datang belum sampai pada tahap harus menjalani perawatan khusus atau mengonsumsi obat. Setelah berbicara dari hati ke hati dan mendapatkan pendampingan, mereka biasanya sudah merasa jauh lebih lega," jelasnya.
Ia menerangkan, proses konseling umumnya dilakukan dalam tiga hingga lima kali pertemuan, tergantung kondisi dan perkembangan masing-masing individu.
Untuk kasus remaja, pendampingan tidak hanya diberikan kepada anak, tetapi juga melibatkan orang tua. Menurut Cory, komunikasi yang baik antara anak dan orang tua menjadi salah satu kunci penting dalam membantu mengatasi persoalan psikologis yang dialami remaja.
"Kami juga mengajak orang tua berdiskusi agar dapat menemukan solusi bersama. Dukungan keluarga memiliki peran yang sangat besar dalam proses pemulihan," katanya.
Cory mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan gejala-gejala stres, kecemasan, atau depresi yang mulai dirasakan. Ia menekankan bahwa mencari bantuan kepada psikolog bukanlah tanda kelemahan, melainkan langkah positif untuk menjaga kesehatan mental.
"Kalau mulai merasa terbebani, jangan dipendam sendiri. Tidak perlu ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga profesional. Terkadang kita merasa sungkan bercerita kepada teman atau keluarga, sehingga psikolog dapat menjadi tempat yang aman untuk berbagi dan mencari solusi," tuturnya.
Melalui layanan konseling gratis di PRSU 2026, RSJ Prof. Dr. Muhammad Ildrem berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mental semakin meningkat, sekaligus mengurangi stigma terhadap mereka yang membutuhkan pendampingan psikologis. Pemeriksaan dan konsultasi sejak dini dinilai menjadi langkah penting agar persoalan mental tidak berkembang menjadi gangguan yang lebih berat.
