-->

Kemacetan Menuju Medan Zoo Kian Parah, DPRD Minta Rico Waas Segera Hadirkan Solusi

Kemacetan lalu lintas di ruas Jalan Luku I hingga Jalan Pintu Air IV, Kelurahan Simalingkar B, Kecamatan Medan Tuntungan, kembali menjadi sorotan. Ja

Editor: PoskotaSumut.id author photo


MEDAN
– Kemacetan lalu lintas di ruas Jalan Luku I hingga Jalan Pintu Air IV, Kelurahan Simalingkar B, Kecamatan Medan Tuntungan, kembali menjadi sorotan. Jalur yang merupakan akses utama menuju Medan Zoo itu disebut kerap mengalami kepadatan, terutama pada pagi dan sore hari saat aktivitas masyarakat dan jam masuk maupun pulang sekolah.

Kondisi tersebut mendapat perhatian Anggota DPRD Kota Medan, Binsar Simarmata. Ia meminta Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan yang telah bertahun-tahun dikeluhkan masyarakat.

"Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas harus serius menangani kemacetan lalu lintas menuju Kebun Binatang Simalingkar (Medan Zoo) di Kelurahan Simalingkar B, Kecamatan Medan Tuntungan. Kemacetan itu sudah meresahkan dan menghambat warga beraktivitas, karena itu harus dicari solusi konkret," kata Binsar kepada wartawan, Kamis (6/8/2026).

Politisi Partai Perindo itu menilai, kemacetan di kawasan tersebut bukan persoalan baru. Menurutnya, kepadatan kendaraan telah berlangsung selama bertahun-tahun tanpa penyelesaian yang signifikan, sehingga diperlukan langkah nyata dari Pemerintah Kota (Pemko) Medan.

Ia mengatakan, pelebaran ruas Jalan Luku I hingga Jalan Pintu Air IV merupakan solusi jangka panjang yang perlu diprioritaskan. Namun, mengingat proses pembebasan lahan dan pembangunan membutuhkan waktu, pemerintah diminta segera menghadirkan solusi jangka pendek agar masyarakat tidak terus dirugikan.

"Melebarkan ruas jalan tentunya butuh waktu paling cepat satu sampai dua tahun. Tapi saat ini warga mengharapkan ada solusi mengatasi kemacetan itu," ujarnya.

Usulkan Jalur Alternatif Melalui Royal Sumatera

Sebagai solusi sementara, Binsar mengusulkan agar Pemko Medan membuka komunikasi dengan pengelola Perumahan Royal Sumatera. Menurutnya, kendaraan yang berasal dari Jalan Pintu Air IV dapat dialihkan melewati kawasan perumahan tersebut menuju Jalan Jamin Ginting, khususnya pada jam-jam sibuk.

Ia menilai skema rekayasa lalu lintas tersebut dapat mengurangi beban kendaraan di titik kemacetan, terutama di depan Perguruan Al Azhar Medan yang selama ini menjadi salah satu titik paling padat.

"Alternatif cepat adalah mengalihkan kendaraan dari Jalan Pintu Air IV ke kawasan Perumahan Royal Sumatera khususnya pada jam-jam sibuk. Namun Wali Kota Medan sepertinya harus ikut turun tangan melobi pengelola Perumahan Royal Sumatera. Sebab, pernah kita dengar permohonan Kepala Dinas Perhubungan Medan pada masa wali kota sebelumnya tidak ditanggapi pihak pengelola Royal Sumatera," ungkapnya.

Keluhan Warga Saat Reses

Binsar mengaku persoalan kemacetan tersebut menjadi salah satu aspirasi utama masyarakat saat dirinya menggelar reses di Lapangan SMP Negeri 21 Medan pada Minggu (26/7/2026).

Menurutnya, warga mengeluhkan kemacetan yang tidak hanya memperlambat mobilitas, tetapi juga berdampak terhadap aktivitas belajar mengajar di sekolah-sekolah sekitar.

Salah seorang warga, Suhut Tarihoran, mengatakan kemacetan yang terjadi di depan Perguruan Al Azhar sering menyebabkan siswa maupun guru SMP Negeri 21 Medan terlambat tiba di sekolah.

"Di Jalan Pintu Air IV di area Sekolah Al Azhar sering terjadi kemacetan karena jalannya sempit. Anak-anak dan guru di SMP Negeri 21 sering terlambat masuk. Kami mohon kepada Bapak Binsar Simarmata agar mengusulkan dan memperjuangkan pelebaran jalan tersebut," ujar Suhut.

Binsar berharap aspirasi masyarakat tersebut segera mendapat perhatian Pemerintah Kota Medan. Menurutnya, penyelesaian persoalan kemacetan tidak cukup hanya melalui wacana pelebaran jalan, tetapi juga membutuhkan rekayasa lalu lintas, koordinasi lintas instansi, serta komunikasi dengan pihak swasta agar solusi jangka pendek dapat segera diterapkan.

"Yang dibutuhkan masyarakat saat ini bukan hanya rencana jangka panjang, tetapi juga langkah cepat yang bisa langsung dirasakan manfaatnya. Karena setiap hari ribuan warga melintasi jalur ini untuk bekerja, bersekolah, maupun menjalankan aktivitas ekonomi," pungkasnya.

Share:
Komentar

Berita Terkini