Mengusung Thema ; Walau Mata Kami Sipit , Darah Kami Merah Tulang Kami Putih , Kami Tetap Indonesia
Diikuti 102 Peserta yang terdiri dari 77 sebagai pemain Drum band beserta Mayoret , 17 peserta Bhineka tunggal Ika dan 8 peserta Budaya
Widya Br Ginting S.Pd , Kepala Sekolah SD Swasta Methodist saat dikonfirmasi mengatakan " Pernyataan "walau mataku sipit aku adalah Indonesia" mencerminkan kebanggaan identitas sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang beragam yang perlu ditanamkan kepada para siswa sejak usia dini
Di Indonesia, bentuk fisik, warna kulit, atau suku bangsa tidak membatasi rasa cinta dan status kewarganegaraan dan Mari ciptakan kelas yang aman, damai, dan penuh toleransi." ujar Kasek
Lanjutnya , Semoga Anak- anak terus Giat belajar dapat berkreasi serta berinovasi , menuju generasi unggul, berbudaya dan berkarakter " papar Widya.
Sementara Crysthio Sitepu salah seorang Guru Perguruan Methodist mengatakan " para siswa yang ikut pawai kemerdekaan ini adalah siswa kelas 4 s/d 6 yang semuanya kita seleksi dengan ketat .
saya harapkan kepada para siswa yang ikut pawai hari ini , agar bisa menghargai para pahlawan yang rela berjuang untuk merebut kemerdekaan ini , mereka adalah masa depan bangsa yang harus kita dorong untuk mencintai tanah air " kata Sitepu sampai dipodium kehormatan Diterima oleh Kajari karo Edmond Novvery Purba SH , saat melakukan Display Mengusung Kebhinekaan , serta atraksi dengan tema perjuangan.
Penampilan mereka sukses menghibur Forkopimda yang hadir undangan, serta warga yang hadir
Sebelumnya, Peserta Drum band SD swasta Methodist ini tampil atraktif dan menghibur para penonton yang memadati jalan sepanjang rute dengan penuh percaya diri selama perjalanan berlangsung mulai dari Titik Start Sampai digaris akhir jalan Veteran Kabanjahe..
Pawai anak ini mengambil titik Start awal dari Lapangan SMA Swasta GBKP Jln . Mariam Ginting Kabanjahe , kegiatan pawai ini dilepas oleh Camat Kabanjahe David Cordona Sembiring M.I.Kom
Dengan rute yang dilalui peserta pawai yakni Jln.Mariam Ginting , Jln Kapten Pala Bangun selanjutnya Jln Letnan Mumah Purba , Jln Kapten Bangsi Sembiring , Jln Veteran dan Selesai di podium kehormatan Depan Rumah Dinas Bupati Karo.
Pantauan di Lapangan terlihat para peserta pawai bukan hanya mengenakan pakaian busana berbagai etnik daerah dan nasional, namun juga menampilkan tarian adat Karo dan daerah lainnya , juga terlihat disepanjang trotoar jalan dipenuhi oleh pedagang minuman dan buah -buahan dan penjaja makanan lainnya terlihat laris , diserbu oleh penonton membeli makanan dan minuman. (GO2)
