JAKARTA – Sebanyak 53 elemen mahasiswa dan masyarakat sipil dijadwalkan menggelar aksi demonstrasi di sejumlah titik di Jakarta, Rabu (28/10/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda.
Polda Metro Jaya mencatat 53 elemen tersebut telah menyampaikan pemberitahuan rencana aksi. Demonstrasi direncanakan berlangsung di sejumlah lokasi, di antaranya kawasan Gedung DPR/MPR RI, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Monumen Nasional (Monas), Tugu Tani, serta beberapa titik lainnya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, kepolisian menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Aparat juga menyiapkan langkah pengamanan agar kegiatan berlangsung aman, tertib, dan damai.
Pengamanan, menurut kepolisian, dilakukan dengan mengedepankan pendekatan humanis serta memperhatikan keselamatan peserta aksi dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi demonstrasi.
BEM UI dan Komite SADAR Sampaikan Lima Tuntutan
Salah satu kelompok yang merencanakan aksi adalah Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama elemen masyarakat sipil yang tergabung dalam Komite Selamatkan Daulat Rakyat (SADAR).
Aksi bertajuk #IndonesiaSadar itu dijadwalkan berlangsung di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, mulai pukul 14.00 WIB.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa dan masyarakat sipil berencana menyampaikan lima kelompok tuntutan yang mencakup persoalan lingkungan, anggaran negara, pendidikan, ketenagakerjaan, penegakan hukum, hak asasi manusia (HAM), dan demokrasi.
Tuntutan pertama berkaitan dengan penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Massa mendesak pemerintah menetapkan status bencana nasional, menindak pihak yang dinilai bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan, serta memperbaiki tata kelola lahan.
Tuntutan kedua menyangkut penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Massa meminta anggaran negara lebih diprioritaskan untuk kepentingan masyarakat dan mengevaluasi belanja sejumlah program pemerintah yang dinilai perlu dikaji kembali.
Selanjutnya, peserta aksi menuntut penurunan biaya pendidikan, pemerataan akses terhadap layanan dasar, serta penyediaan lapangan kerja yang berkualitas bagi masyarakat.
Dalam bidang hukum, mahasiswa dan masyarakat sipil mendesak penghentian penyalahgunaan hukum untuk kepentingan kekuasaan serta penguatan pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
Adapun tuntutan kelima berkaitan dengan perlindungan HAM dan demokrasi. Massa meminta pemerintah menjamin kebebasan menyampaikan pendapat, menuntaskan kasus-kasus pelanggaran HAM, serta menghentikan militerisasi ruang sipil.
Kelima tuntutan tersebut menjadi aspirasi yang hendak disampaikan peserta aksi kepada pemerintah dan pihak terkait dalam momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda.
Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
Seiring rencana demonstrasi di sejumlah titik, Polda Metro Jaya menyiapkan rekayasa lalu lintas secara situasional dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi di lapangan.
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Firman Darmansyah menyampaikan, kepadatan kendaraan berpotensi terjadi di sekitar kawasan Monas hingga Gedung DPR/MPR RI.
Sejumlah ruas jalan yang perlu diantisipasi meliputi Jalan MH Thamrin, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan Medan Merdeka Timur, Jalan Kebon Sirih, Jalan Majapahit, dan Jalan Gatot Subroto.
Kepadatan juga berpotensi terjadi di Jalan Gerbang Pemuda, Jalan Palmerah Timur, Jalan Penjernihan, serta kawasan Bendungan Hilir. Kondisi lalu lintas akan bergantung pada pergerakan massa dan pengaturan arus kendaraan di setiap lokasi.
Kepolisian mengimbau masyarakat yang hendak melintas di kawasan tersebut agar menyesuaikan waktu perjalanan, mempertimbangkan jalur alternatif, serta mengikuti arahan petugas di lapangan.
Masyarakat juga dapat memantau perkembangan informasi lalu lintas melalui kanal resmi TMC Polda Metro Jaya.
14.324 Personel Gabungan Disiapkan
Untuk mendukung pengamanan demonstrasi, sebanyak 14.324 personel gabungan dari TNI, Polri, dan instansi terkait disiapkan untuk mengamankan kegiatan penyampaian aspirasi pada 28 Oktober 2026.
Kepolisian mengimbau peserta aksi agar menyampaikan pendapat secara tertib dan damai, serta menghindari tindakan anarkis maupun perusakan fasilitas umum.
Aparat juga mengajak masyarakat bersama-sama menjaga ruang publik dan menghormati hak pengguna jalan lainnya selama kegiatan berlangsung.
Peringatan Hari Sumpah Pemuda menjadi momentum bagi berbagai elemen masyarakat untuk menyampaikan aspirasi mengenai persoalan nasional. Di tengah rencana aksi tersebut, kepolisian menyatakan pengamanan dan pengaturan lalu lintas akan disesuaikan dengan situasi aktual di masing-masing lokasi.
Humas Polri, Polda Metro Jaya dan Korlantas Polri.
