-->

Tanggapan Ketua LPAI Ir. Eva Purba terkait beredarnya Video Mesum Pelajar di Tebing Tinggi

Editor: PoskotaSumut.id author photo

 


Rekaman video Mesum sepasang pelajar di Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara beredar viral di Media Sosial.

Dalam rekaman video tersebut yang berdurasi selama 38 detik ini, sempat beredar di dunia maya dan juga sempat menggegerkan dunia pendidikan di kota Tebing Tingggi. Aksi tak senonoh dipertontonkan oleh sepasang pelajar layaknya hubungan intim suami istri. Ternyata kedua pelajar, sang waita masih duduk di kelas 9 dan sang pria duduk di kelas 12.di salah satu sekolah di kota Tebing Tinggi.

Untuk lebih mengetahui kepastian tersebut, awak media mencoba melakukan konfirmasi ke pihak sekolah melalui koordinator berinisial SG. Dalam keterangannya SG membenarkan pelaku didalam video tersebut adalah siswa sekolah tersebut.

SG juga menjelaskan, pihak sekolah sudah memanggil kedua orang tua untuk dilakukan mediasi. Dan, akhirnya kedua belah pihak menempuh jalan damai. Pihak pria mau bertanggungjawab atas kejadian tersebut.

"Kedua Siswa masih kita beri sangsi tidak boleh mengikuti proses belajar selama satu bulan."ujar SG

Sementara itu,terkait beredarnya video mesum yang dilakukan sepasang pelajar, Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia kota Tebing Tinggi Ir. Eva Purba, sangat menyayangkan dengan beredarnya video mesum yang dilakukan sepasang pelajar tersebut. 

Dirinya sendiri awalnya tidak mengetahui adanya kejadian tersebut Dimana kota Tebing Tinggi merupakan kota layak anak kelas Hindia.

"Harusnya seharusnya seluruh Stakeholder yang ada di kota Tebing Tinggi dapat berkolaborasi. Sehingga anak-anak bisa mengerti apa yang bisa dilakukan atau malah sebaliknya. Walaupun kedua belah pihaksudah berdamai, LPAI Stakeholder bertanggungjawab. Sebab, dalam dua bulan ini, LPAI sudah menangani 9 kasus kekerasan seksual yang menimpah anak. LPAI menilai, kota Tebing Tinggi sudah darudat sekseual kekerasan anaik, baik itu pelaku atau korbannya."terangnya.,,

Ir. Eva Purba juga menegaskan, dengan adanya peristiwa ini, Pemko Tebing Tinggi bersama dinas terkait, segera cepat mengambil langka, agar kasus seksual dan kekerasan terhadap anak yang dinilai meningkat, tidak ada lagi korban-korban di kota Tebing Tinggi.

Share:
Komentar

Berita Terkini