-->

Wooow,..Polrestabes Medan Grebek Home Industri Narkoba Jenis Baru di Jalan Rakyat

Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) Medan, menggrebek sebuah rumah yang dijadikan "Home Industri" narkoba jenis baru dan mengamankan

Editor: PoskotaSumut.id author photo


MEDAN -  Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) Medan, menggrebek sebuah rumah yang dijadikan "Home Industri" narkoba jenis baru dan mengamankan tiga pelaku,dua diantaranya sepasang suami istri. Senin 15 Januari 2024.

Kapolrestabes Medan Kombes Teddy Marbun menerangkan, ini merupakan narkoba jenis baru di Sumatera Utara. 

“Di Sumatera Utara ini tergolong baru, campuran bahan dasarnya ada berbagai macam, mulai dari pil ekstasi, hingga suplemen olahraga. Satu kemasan yang beratnya sekitar 42 gram, mereka jual dengan harga Rp.5 juta. Dan dalam sehari, 10 kemasan mereka bisa produksi,” ungkap Kapolrestabes Medan, Kombes Teddy Marbun ketika ditemui di lokasi penggerebekan, Senin 15 Januari 2024, siang.

Ditambahkan Kombes Teddy Marbun yang didampingi Kasatresnarkoba Polrestabes Medan, AKBP Jhon Rakutta Sitepu, para pelaku memanfaatkan sebuah rumah yang dikontrak dalam 2 bulan terakhir, sebagai tempat produksi narkoba.

Narkoba yang diproduksi para pelaku, bernama Happy Water. Narkoba jenis bubuk yang penggunaannya dilarutkan ke dalam air ini, merupakan penggabungan dari berbagai bahan, mulai dari pil ekstasi, ketamine, creatine, hingga perasa pada minuman.

Dalam menjalankan bisnis narkobanya, para pelaku melakukannya dengan cukup rapi, karena narkoba hanya diedarkan pada kalangan tertentu, dan proses pengiriman narkoba selalu menggunakan jasa ojek online, untuk kemudian diantarkan kepada pemesan narkoba yang umumnya berada di kota Medan.

Dua dari 3 pelaku yang ditangkap yakni BT (41) dan MD (29), merupakan pasangan suami istri. Sedangkan satu pelaku lagi yakni WK (28) warga Medan Tembung, merupakan rekan dari BT dan MD.

“Kita masih periksa efek dari penggunaan narkoba jenis Happy Water ini, apakah reaksinya sama seperti narkoba lain atau tidak. Yang jelas kasus ini masih kita kembangkan, apakah mungkin ada pelaku lain,” tandasnya

Share:
Komentar

Berita Terkini