![]() |
Dr.SALMAN MUNTHE,S.Pd,M.Si, |
MEDAN – Univesitas Nahdlatul Ulama Sumatera Utara (UNUSU), hari ini menggelar seminar dengan tema “Inovasi Pembelajaran Berbasis AI Beserta Problematika di SD” . yang akan dilaksanakan pada di Aula UNUSU, Sabtu 5 Juli 2025. mulai pukul 08.00 s/d 12.00 Wib.
Adapun latar belakang digelarnya seminar ini adalah, melihat
perkembangan
teknologi, khususnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), telah
membawa dampak besar dalam dunia pendidikan.
Di satu sisi, AI membuka peluang pembelajaran yang lebih personal,
adaptif, dan berbasis data. Namun, di sisi lain, penerapannya di jenjang
pendidikan dasar (SD) menimbulkan berbagai tantangan, baik dari segi kesiapan
infrastruktur, pendidikan, maupun etika. Oleh karena itu, perlu kajian mendalam
mengenai inovasi AI dan problematikanya di lingkungan SD.
Hal ini disampaikan Oleh:
Dr. Salman Munthe, S.Pd., M.Si. merupakan Dosen Universitas Negeri Medan,
sebagai pemateri seminar. Dijelaskannya, selain dirinya, sebagai pematri dalam
kegiatan tersebut, turut juga sebagai pemateri adalah Burhabibah Meha, S.Pd.
M.P.d, selaku Pengawas Pendidikan Deliserdang dan Emi Hariati, S.Pd, M.Pd.
Dekan FIP UNUSU.
Menurutnya, Artificial
Intelligence (AI) adalah bidang dalam ilmu komputer yang menekankan pada
pengembangan sistem yang mampu melakukan tugas-tugas yang membutuhkan
kecerdasan manusia, seperti berpikir, memahami bahasa, belajar dari data, dan
membuat keputusan.
Dalam konteks pendidikan,
AI berfungsi untuk mempermudah proses pembelajaran melalui teknologi seperti
chatbot, platform pembelajaran adaptif, dan sistem penilaian otomatis.
Implementasi AI Dalam
Pembelajaran SD
Beberapa sekolah dasar di
Indonesia mulai mencoba mengadopsi teknologi AI melalui aplikasi pembelajaran
berbasis machine learning, penggunaan voice assistant untuk membantu literasi
membaca, hingga sistem LMS (Learning Management System) cerdas.
Namun, implementasi ini
masih terbatas pada sekolah dengan dukungan infrastruktur digital yang memadai,
dan seringkali tergantung pada inisiatif pihak ketiga seperti startup edutech.
Problematika Utama di
Lapangan
Penerapan AI di sekolah
dasar tidak lepas dari sejumlah kendala. Salah satu masalah utama adalah
kesenjangan digital, terutama di daerah pedesaan. Selain itu, guru masih banyak
yang belum memiliki kompetensi teknologi yang mumpuni untuk memanfaatkan AI secara
optimal. Dari sisi etika, penggunaan AI pada anak-anak juga mengundang
kekhawatiran terkait privasi data dan ketergantungan pada sistem otomatis.jelasnya.
“ AI bukan hanya soal
teknologi, melainkan juga soal nilai. Inovasi pembelajaran berbasis AI
menghadirkan peluang besar untuk transformasi pendidikan dasar dari
personalisasi pembelajaran, peningkatan keterlibatan siswa, hingga efisiensi
evaluasi. Namun, potensi tersebut tidak datang tanpa risiko.
Dalam konteks ini, peran
mahasiswa, akademisi, dan praktisi pendidikan menjadi sentral bukan hanya
sebagai pengguna, tapi sebagai pengarah kebijakan dan pengembang solusi yang
berakar pada nilai kemanusiaan. AI seharusnya tidak menggantikan guru, melainkan
memperkuat fungsi pendidik sebagai fasilitator yang inspiratif.”ucapnya
Diterangkan Dr. Salman
Munthe, S.Pd., M.Si, seminar dengan tema “Inovasi Pembelajaran Berbasis
AI Beserta Problematika di SD”, dibuka untuk umum. Silahkan mendaftarkan diri
ke normor kontak HP : 085763164342 dan 082226326840. Setiap orangnya dikenakan
biaya seminar sebesar Rp.20.000. peserta nantinya juga mendapatka Snack dan
Sertifikat.
Bio Data Nara Sumber :
Dr.SALMAN MUNTHE,S.Pd,M.Si, lahir pada 20 April 1978 di Labuhan batu Utara Sumatera Utara, Menyelesaikan Pendidikan Ekonomi Pada Fakutas Ilmu Pengetahuan Sosial (FIS) Universitas Negeri Medan (UNIMED) pada tahun 2002.
Kemudian, bekerja sebagai Pembimbing pada Pendidikan Ahli Bisnis Terapan (PABT) MEDICOM Medan sejak Tahun 1999. Sewaktu itu beliau masih bersetatus mahasiswa dan Pengajar di SMA Prayatna Medan (2003).
Karir di Perguruan Tinggi penulsi pernah menjadi Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Tri Karya Medan (2006) Pj. Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Tjut Nyak Dhien Medan (2014), Kepala MTsN 2 Medan (2018), dan Kepala MAN 1 Serdang Bedagai (2022),.
Bakat Menulisnya terasah semenjak mahasiswa dan wartawan lepas di harian Lokal di Medan. Ketika menjadi Mahasiswa, ia berhasil menulis artikel iIptek berjudul “Peranan Sistem Informasi Manajemen Abad-21” dan beberapa tulisan ilmiahnya yang mendapat penghargaan dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi Medan Dengan Judul “Peranan PDAM Tirtanadi Sebagai Penyedia Air Bersih dan Kepedulian Masyarakat Terhadapnya”.
Bukan hanya sekedar itu beliau mendapat penghargaan dari Dinas Tata Ruang dan Pemukiman Sumatera Utara karna berhasil menulis karya ilmiah dengan judul “Pengelolaan Air Bersih dan Sanitasi Untuk Kesehatan Rakya Sumatera Utara”,dan juga penulis berhasil menulis buku yang berjudul “Lembaga Keuangan Mikro Syariah di Era Masyarakt Ekonomi Asean”(2022), “Geo Strategis dan Intelejen Ekonomi” (2023), “Strategi Pembelajaran Berbasis Digital” (2023), dan “ Pemikiran Pendidikan Sosial Politik dan Ekonomi Digital” (2023).
Disamping bekerja mengajar, sebagai dosen di Universitas Negeri Medan sejak 1 Januari 2023, Mengampu Mata Kuliah Green Businness dan Strategi Pembelajaran Berbasis Digital, Ekonomi Syariah, dan Manajemen Resiko. Juga aktif di Pengasuh Yayasan Pendidikan Putra Kualuh di Kabuapaten Labuhan Batu pada tahun 2016 silam
Pendidikan Pascasarjana diselesaikan di Universitas Syiah Kuala Banda Aceh jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan (IESP) Konsentrasi pada Ekonomi Moneter dan Ekonomi Regional. Ditahun 2018 menyelesaikan Pendidikan Program Doktoral di Universitas Negeri Islam Sumatera Utara konsentrasi ekonomi Syariah.