-->

Sutrisno Pangaribuan : OTT Topan Ginting Coreng Citra Pemprov Sumut

Menanggapi kasus operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Kepala Dinas PUPR Provinsi Sumatera Utara, Topan Obaja

Editor: PoskotaSumut.id author photo

Sutrisno Pangaribuan

MEDAN - Menanggapi kasus operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Kepala Dinas PUPR Provinsi Sumatera Utara, Topan Obaja Putra Ginting, tokoh masyarakat Sumut, Sutrisno Pangaribuan, menyampaikan keprihatinannya. Menurutnya, peristiwa ini kembali mencoreng citra Pemerintah Provinsi Sumatera Utara di mata publik. 

Ia menilai bahwa penangkapan pejabat tinggi dinas yang menangani infrastruktur ini menjadi bukti lemahnya integritas birokrasi di lingkungan Pemprov Sumut.

"Kasus OTT KPK ini justru membawa kembali citra buruk pemerintah Provinsi Sumut dalam melayani masyarakat, apalagi di tengah gencarnya pembangunan infrastruktur jalan yang semestinya dilakukan secara transparan dan profesional," ujar Sutrisno, Selasa 1 Juli 2025.

Ia juga menambahkan bahwa masyarakat Sumut sudah lelah dengan praktik korupsi yang berkali-kali mencuat di jajaran Pemprov. Maka dari itu, ia mendukung penuh langkah KPK dan mendesak agar kasus ini diusut tuntas, termasuk kemungkinan keterlibatan pihak-pihak lain di level lebih tinggi.

Sutrisno Pangaribuan Desak KPK Bongkar Tuntas Dugaan Korupsi di Sumut, Soroti Proyek ‘Lampu Pocong’ hingga Stadion Teladan

Sutrisno Pangaribuan mantan anggota DPRD Sumut fraksi PDI Perjuangan ini, kembali menegaskan pentingnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk membongkar secara menyeluruh praktik korupsi yang belakangan mencuat di Sumatera Utara. Hal ini menyusul OTT terhadap Kadis PUPR Pemprov Sumut, Topan Obaja Putra Ginting, yang pernah menjabat Kadis PUPR Kota Medan saat Bobby Nasution masih menjabat Wali Kota.

"Penyidik KPK harus membongkar habis kasus ini. Jangan berhenti di satu nama. Sudah sejak Topan menjabat Kadis PUPR di Medan, publik mencium ada banyak proyek bermasalah. Sejumlah proyek di masa kepemimpinan Bobby Nasution diduga menyimpan aroma korupsi yang belum terungkap,” kata Sutrisno kepada wartawan, Selasa 1 Juli 2025.

Ia menyebutkan beberapa proyek yang patut menjadi perhatian KPK, antara lain: Proyek lampu pocong di sepanjang Jalan, diantaranya Jalan Sisingamangaraja, Jalan Sudirman, Jalan Ir Juanda dan Jalan lainnya.

Revitalisasi Lapangan Merdeka Medan, Renovasi Stadion Teladan, dan Proyek Kebun Bunga. Menurut Sutrisno, ada dugaan kuat bahwa proyek-proyek tersebut dikerjakan oleh orang-orang dekat Bobby, dan sebagai imbalannya, terjadi aliran dana suap kepada sang kepala daerah.

"Proyek lampu pocong kini jadi misterius. Hampir selesai, malah dibongkar lagi. Publik bertanya: kenapa perencanaan seburuk itu bisa lolos? Rekanan pun panik, karena mereka harus mengembalikan dana atas proyek yang dibongkar mendadak," tegas Sutrisno.

Ia menyebut bahwa pola-pola seperti ini menunjukkan indikasi kuat permainan anggaran dan potensi suap. Karena itu, menurutnya, tidak cukup hanya memeriksa pejabat teknis.

"Permainan seperti ini harus dibongkar tuntas. Jangan biarkan Sumut dikotori oleh praktik mafia proyek. KPK harus memeriksa Bobby Nasution dan antek-anteknya, terutama terkait aliran dana suap dalam proyek-proyek tersebut,” tukasnya.

Share:
Komentar

Berita Terkini