KARO - Menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten Karo kembali menggelar tradisi Upacara Penetapan Waktu dan Pawai Obor keliling kota Kabanjahe, Sabtu 16 Agustus 2025, malam
Kemeriahan pawai obor menjadi salah satu wujud kebersamaan dan semangat nasionalisme masyarakat Kabupaten Karo dalam memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80, “Bersatu Berdaulat Rakyat Sejahtera Indonesia Maju”.
Pawai obor diawali dengan upacara pelepasan di halaman sekolah YPK GBKP Kabanjahe, Jalan Mariam Ginting, diikuti sekitar 2.620 peserta dari unsur TNI, Polri, ASN, pelajar, mahasiswa, organisasi masyarakat, hingga marching band. Ribuan warga juga tampak antusias menyaksikan jalannya pawai di sepanjang rute menuju tribun kehormatan di depan Rumah Dinas Bupati Karo Jalan Veteran Kabanjahe.
Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG, M.Kes bersama Wakil Bupati, Komando Tarigan, SP, Kajari Karo, Darwis Burhansyah, SH, MH, Kapolres Tanah Karo AKBP Eko Yulianto, SH, SIK, MM, M.Tr. Opsla, Dandim 0205/TK, Letkol Inf Robert B Panjaitan secara bergantian menyambut penghormatan dari peserta pawai obor.
Pawai Obor Taptu di Kabupaten Karo juga dimaknai sebagai upaya menyalakan kembali semangat persatuan bangsa. Tradisi ini bukan hanya acara seremonial, tetapi juga refleksi sejarah kemerdekaan diperoleh dengan pengorbanan, harta benda dan nyawa para pejuang sehingga harus dijaga dan diisi dengan karya nyata.
“Momentum ini diharapkan menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu menghargai jasa para pahlawan serta memperkokoh persatuan menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Bupati Karo Antonius Ginting.
Kegiatan Taptu dan Pawai Obor dilanjutkan dengan Apel Kehormatan dan Renungan Suci di Makam Pahlawan Kabanjahe Pukul 00.00 WIB. Menurut Bupati, renungan suci memiliki arti penghormatan mendalam untuk mengenang pengorbanan pahlawan kemerdekaan bangsa melalui refleksi dan doa penuh khidmat. Upacara dilaksanakan tepat pukul 00.00 WIB pada 17 Agustus 2025, menandai rasa hormat dan terima kasih mendalam seluruh bangsa.
“Renungan suci memiliki makna spiritual, serta mengajarkan keberanian, tanggung jawab, dan pengorbanan demi kepentingan negara di atas segalanya. Nilai tersebut diharapkan menginspirasi generasi penerus untuk melanjutkan perjuangan, menjaga kemerdekaan, dan mengisi kemerdekaan dengan karya nyata,” terang Bupati.(GO2 )
