MEDAN – Anggota Komisi II DPRD Kota Medan, Afif Abdillah, meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan segera melakukan pendataan terhadap warga yang dirawat inap di rumah sakit akibat terdampak banjir besar yang melanda Kota Medan pada akhir November 2025.
Menurut Afif, pendataan tersebut sama pentingnya dengan pendataan korban meninggal dunia. Ia menegaskan bahwa Dinkes harus memastikan seluruh pelayanan kesehatan berjalan optimal selama masa Tanggap Darurat Bencana.
“Bukan hanya korban meninggal yang harus didata, tetapi juga warga yang sakit dan dirawat. Dinkes Medan harus memastikan pelayanan di seluruh rumah sakit berjalan maksimal,” kata Afif kepada wartawan, Jumat (5/12/2025).
Ia juga meminta Dinkes mencatat secara rinci jenis penyakit yang paling banyak dialami warga terdampak banjir. Informasi awal menunjukkan bahwa ISPA, penyakit kulit, demam, dan diare menjadi keluhan yang dominan.
“Data ini harus lengkap dan terklasifikasi. Siapa yang paling banyak terserang penyakit? Anak-anak, lansia, atau orang dewasa? Dan sejauh mana penanganannya?” ujarnya.
Ketua Fraksi NasDem DPRD Medan itu menilai pendataan yang terukur akan mempermudah Dinkes menyediakan pelayanan sesuai kebutuhan. Misalnya, bila mayoritas pasien adalah anak-anak, maka rumah sakit harus menambah kapasitas kamar rawat inap khusus anak.
“Jangan sampai ada rumah sakit menolak pasien karena kamar anak penuh. Harus ada kebijakan penambahan kuota kamar rawat inap anak selama masa darurat. Situasinya luar biasa, sehingga kebijakan juga harus luar biasa,” tegasnya.
Afif juga mengingatkan seluruh fasilitas kesehatan—dari puskesmas, klinik, hingga rumah sakit—untuk memberikan pelayanan maksimal kepada seluruh warga, termasuk korban banjir.
“Status Tanggap Darurat sampai 11 Desember. Semua rumah sakit harus standby. Saya minta Dinkes benar-benar mengawasi hal ini,” pungkasnya.
Sebelumnya, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas juga telah menginstruksikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, dr Irliyan Saputra Sp.OG, agar memastikan kesiapan seluruh rumah sakit dalam memberikan layanan kesehatan pasca banjir.
“Saya sudah minta sejak 27 November agar seluruh rumah sakit standby terus,” ujar Rico, Minggu (30/11/2025).
