SERDANG BEDAGAI – Pemulihan pascabencana di Sumatera Utara tidak boleh berhenti pada pembangunan kembali infrastruktur fisik semata, tetapi harus berorientasi pada pemulihan layanan dasar masyarakat.
Hal tersebut ditegaskan Wakil Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Adlin Tambunan dalam Rapat Koordinasi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana yang dipimpin Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian.
Rapat koordinasi tersebut berlangsung di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan, Senin (12/1/2026).
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sergai, Dechinta Alpi Tambunan, menyampaikan kepada media pada Selasa (13/1/2026) bahwa Wabup Adlin menilai fase transisi pascabencana merupakan periode krusial yang menentukan kecepatan pulihnya kehidupan masyarakat.
“Pemerintah daerah di Sumut, termasuk Kabupaten Sergai, memandang masa transisi pascabencana sebagai fase penting. Di sinilah arah pemulihan kehidupan warga ditentukan,” ujar Dechinta mengutip pernyataan Wabup Adlin.
Menurut Adlin, arahan Mendagri Tito Karnavian yang menekankan indikator pemulihan seperti berfungsinya pemerintahan, layanan kesehatan, pendidikan, akses jalan, serta aktivitas ekonomi menjadi rujukan utama bagi pemerintah daerah dalam menata kembali wilayah terdampak bencana.
“Pemulihan pascabencana bukan sekadar membangun kembali fisik yang rusak, tetapi memastikan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat kembali berjalan secepat mungkin. Pemerintah daerah perlu fleksibel dan responsif dalam memanfaatkan APBD untuk menjawab kebutuhan riil di lapangan,” kata Adlin Tambunan yang juga bergelar Doktor Studi Pembangunan.
Dalam rapat tersebut, Mendagri Tito Karnavian menyampaikan bahwa secara umum kondisi Sumatera Utara telah bergerak menuju normal, meski masih terdapat beberapa wilayah yang mengalami kendala pasokan listrik dan air bersih. Pemerintah pusat, kata Tito, terus memantau indikator pemulihan di setiap daerah agar proses rehabilitasi berjalan sesuai rencana.
“Data yang disampaikan Gubernur Sumut tentang ratusan ribu kepala keluarga terdampak dan masih adanya korban yang belum ditemukan menjadi pengingat bahwa pekerjaan kita belum selesai. Solidaritas antardaerah dan dukungan pemerintah pusat sangat dibutuhkan agar pemulihan berjalan merata,” ujar Tito.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution dalam pemaparannya melaporkan sebanyak 479.325 kepala keluarga atau 1.804.827 jiwa terdampak bencana di Sumut. Dari jumlah tersebut, 37 orang dinyatakan meninggal dunia dan 41 jiwa masih dalam pencarian. Ia juga menyebut masih terdapat sejumlah kecamatan dan desa di Kabupaten Tapanuli Utara serta Tapanuli Tengah yang terisolasi.
“Kita ingin masyarakat kembali beraktivitas secara normal, anak-anak kembali bersekolah, layanan kesehatan berjalan optimal, dan ekonomi lokal kembali bergerak. Itulah esensi dari pemulihan pascabencana,” tegas Bobby Nasution. (biet)
