![]() |
| Dr.H.Musa Rajekshah |
Di tengah dinamika politik nasional yang terus bergerak, Dr. H. Musa Rajekshah, M.Hum.,yang akrab disapa Ijeck, memilih tetap fokus pada satu hal: pengabdian. Baginya, jabatan adalah amanah, bukan sekadar posisi.
“Bagi saya, politik adalah jalan pengabdian. Kita harus hadir membawa solusi, bukan sekadar wacana,” ujarnya dalam sebuah kesempatan.
Periode 2024–2029 menjadi fase baru perjalanan politiknya. Ijeck kini duduk sebagai Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, mewakili Daerah Pemilihan Sumatera Utara I. Di Komisi V DPR RI, ia terlibat dalam pembahasan dan pengawasan sektor infrastruktur, perhubungan, pembangunan desa, daerah tertinggal, dan transmigrasi.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur bukan sekadar soal jalan dan jembatan. “Infrastruktur itu membuka akses ekonomi. Kalau akses terbuka, perputaran ekonomi tumbuh, kesejahteraan masyarakat ikut meningkat,” katanya.
Pengalaman Pemerintahan
Sebelum melangkah ke Senayan, Ijeck lebih dulu mengemban amanah sebagai Wakil Gubernur Sumatera Utara periode 2018–2023, mendampingi Edy Rahmayadi. Lima tahun pengalaman di eksekutif menjadi bekal penting dalam memahami persoalan daerah secara komprehensif.
“Ketika kita pernah berada di pemerintahan daerah, kita tahu betul apa yang menjadi kebutuhan riil masyarakat. Itu yang saya bawa ke DPR,” ungkapnya.
Jiwa Sosial dan Kemanusiaan
Di luar panggung politik, Ijeck tetap aktif dalam kerja-kerja kemanusiaan. Ia kembali dipercaya memimpin Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Medan hingga 2029.
“PMI mengajarkan kita arti kemanusiaan tanpa sekat. Di sana tidak ada perbedaan politik, suku, atau golongan. Semua dilayani atas dasar kemanusiaan,” tuturnya.
Dinamika Politik
Perjalanan politik tentu tidak selalu mulus. Hingga akhir Desember 2025, Ijeck dilaporkan dicopot dari jabatannya sebagai Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Utara oleh DPP Partai Golkar. Dinamika internal partai menjadi bagian dari proses yang ia jalani.
“Dalam politik, dinamika itu hal biasa. Yang terpenting adalah tetap menjaga soliditas dan tujuan besar partai untuk masyarakat,” katanya menanggapi situasi tersebut.
Akar Keluarga dan Dunia Usaha
Ijeck adalah putra dari pengusaha ternama Sumatera Utara, (Alm.) H. Anif. Sebelum aktif di dunia politik, ia telah lebih dulu dikenal sebagai pengusaha sukses di sektor perkebunan kelapa sawit dan otomotif.
“Dunia usaha mengajarkan saya tentang manajemen, konsistensi, dan keberanian mengambil keputusan,” ucapnya.
Secara akademik, ia menyandang gelar Doktor (Dr.) dan Magister Humaniora (M.Hum.), yang menurutnya memperluas cara pandang dalam melihat persoalan pembangunan.
Di balik kesibukannya, ia adalah sosok keluarga. Bersama istrinya, Sri Ayu Mihari, dan empat orang anaknya, keluarga menjadi sumber energi dan keseimbangan hidup.
“Keluarga adalah penguat saya. Tanpa dukungan mereka, saya tidak mungkin bisa menjalankan semua amanah ini,” katanya.
