MEDAN – Guru Besar Bidang Manajemen Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Emilda Sulasmi, menegaskan pentingnya menjaga generasi muda sebagai bagian dari upaya menjaga kedaulatan masa depan bangsa pada momentum Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026.
Dalam tulisannya berjudul Menjaga Tunas Bangsa, Menjaga Kedaulatan Masa Depan, Emilda menyebut tema Harkitnas 2026, “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, harus menjadi panggilan bersama untuk memperkuat pendidikan, kesehatan, literasi digital, dan pemerataan kesempatan bagi generasi muda Indonesia.
Menurutnya, kedaulatan negara saat ini tidak hanya ditentukan oleh kekuatan militer dan wilayah, tetapi juga kualitas sumber daya manusia yang tumbuh melalui pendidikan bermutu, sehat secara mental, kritis, dan memiliki literasi digital yang baik.
Ia menilai ketimpangan pendidikan masih menjadi persoalan serius karena belum seluruh anak Indonesia memiliki akses yang sama terhadap fasilitas belajar yang memadai.
“Anak-anak di wilayah desa, pesisir, daerah 3T, hingga keluarga kurang mampu masih menghadapi keterbatasan akses pendidikan yang berkualitas,” ujarnya.
Selain itu, Emilda juga menyoroti pentingnya literasi digital di era teknologi informasi. Menurutnya, tanpa kemampuan berpikir kritis, generasi muda rentan terpapar hoaks, ujaran kebencian, radikalisme, hingga manipulasi informasi di ruang digital.
Ia menegaskan sekolah seharusnya menjadi ruang pembentukan karakter dan nalar kritis peserta didik, bukan sekadar tempat penyampaian materi pelajaran.
Karena itu, penguatan literasi, ketahanan pangan sekolah, kesehatan peserta didik, dan bimbingan karier dinilai perlu dijalankan secara terintegrasi.
Melalui momentum Hari Kebangkitan Nasional 2026, Emilda berharap seluruh elemen masyarakat dapat menjadikan generasi muda sebagai subjek utama pembangunan bangsa demi mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih berdaulat dan berkeadilan.
