PANYABUNGAN – Ironi layanan kesehatan terjadi di RSUD Panyabungan. Di tengah upaya menjadi rumah sakit rujukan, pengelolaan sampah di fasilitas tersebut justru memprihatinkan.
Pantauan di lokasi, Selasa (5/5/2026), tumpukan sampah terlihat menggunung di Tempat Penampungan Sementara (TPS) rumah sakit. Sampah plastik, botol infus hingga limbah medis tercampur dan meluber keluar bangunan hingga ke tanah.
Kondisi semakin memprihatinkan dengan dinding TPS yang kotor serta sampah berserakan di halaman sekitar.
Ironisnya, di dekat tumpukan tersebut terlihat tong sampah hijau bertutup dalam kondisi kosong, sementara limbah justru dibiarkan menumpuk di dalam dan luar bangunan.
Diduga Langgar Aturan Kesehatan
Kondisi ini dinilai bertentangan dengan ketentuan Permenkes Nomor 7 Tahun 2019 yang mewajibkan limbah medis infeksius dipisahkan, disimpan dalam wadah tertutup, dan diangkut maksimal 2x24 jam.
Namun fakta di lapangan menunjukkan limbah medis dibiarkan terbuka dan menumpuk, sehingga berpotensi menimbulkan risiko kesehatan.
Berisiko Cemari Lingkungan
Publik pun mendesak Saipullah Nasution untuk turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak).
Limbah medis yang tidak dikelola dengan baik dikhawatirkan mencemari lingkungan, termasuk air tanah, serta berpotensi menjadi sumber penyakit baru.
“Kalau TPS saja tidak bisa diurus, bagaimana mau melayani pasien? Bupati harus evaluasi Dirut RSUD,” ujar salah seorang keluarga pasien di lokasi.
Kontradiksi dengan Klaim Kebersihan
Kondisi ini dinilai bertolak belakang dengan pernyataan pihak rumah sakit yang selama ini gencar menyosialisasikan pentingnya kebersihan.
Bahkan, Dewan Pengawas Rumah Sakit, Sahnan Pasaribu, sebelumnya menegaskan bahwa fasilitas yang bersih sangat penting, terlebih RSUD Panyabungan telah dilengkapi peralatan medis modern seperti cathlab dan CT scan.
Namun, kondisi di lapangan justru menunjukkan sebaliknya, dengan tumpukan sampah yang terkesan dibiarkan.
Belum Ada Tanggapan Manajemen
Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen RSUD Panyabungan, khususnya Direktur Utama, belum memberikan tanggapan terkait kondisi TPS dan rencana pembenahan pengelolaan limbah.
Kondisi ini menjadi catatan serius, mengingat standar kebersihan dan pengelolaan limbah merupakan bagian penting dalam pelayanan kesehatan yang aman dan berkualitas.
