-->

MTQ Sumut Usung Pembinaan Berkelanjutan dan Terapkan Sistem e-MTQ

Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-40 Tingkat Provinsi Sumatera Utara tidak hanya menjadi ajang kompetisi bagi para qari dan qariah

Editor: PoskotaSumut.id author photo


MEDAN
– Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-40 Tingkat Provinsi Sumatera Utara tidak hanya menjadi ajang kompetisi bagi para qari dan qariah, tetapi juga diarahkan sebagai sarana memperkuat syiar Al-Qur'an dan pembinaan generasi Qurani secara berkelanjutan.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua I Prof.Dr. Sukri LPTQ Sumut didampingi Wakil Ketua dua Haji Burhanuddin Damanik, MA dan Humas Haji Aslen, SH. saat konfrensi pers, Kamis (11/06/2026) di aula Dekranasda kantor Gubernur Sumatera, Medan, terkait persiapan pelaksanaan MTQ yang akan berlangsung pada 15-25 Juni 2026 di Medan.

Menurutnya, semangat utama penyelenggaraan MTQ tahun ini bukan semata-mata mengejar prestasi dalam perlombaan, melainkan memperkuat pembinaan Al-Qur'an yang berkesinambungan di tengah masyarakat.

"Yang paling penting dari MTQ ini bukan hanya kompetisi, tetapi bagaimana menguatkan syiar Al-Qur'an yang sifatnya berkelanjutan. Karena LPTQ merupakan lembaga pengembangan tilawatil Qur'an yang fokus pada pembinaan," ujarnya.

Ia menjelaskan, sejalan dengan arahan Gubernur Sumatera Utara, penyelenggaraan MTQ harus memberi dampak jangka panjang terhadap peningkatan kemampuan membaca dan memahami Al-Qur'an di masyarakat.

"Target yang diinginkan adalah syiar Al-Qur'an tidak berhenti pada perlombaan saja. Setelah MTQ selesai, pembinaan tetap harus berjalan sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas," katanya.

Sebagai bentuk inovasi, MTQ ke-40 Sumut akan menerapkan sistem e-MTQ atau penyelenggaraan berbasis elektronik. Seluruh proses administrasi dan penilaian dirancang secara digital dengan konsep paperless.

"Yang membedakan MTQ tahun ini adalah penggunaan e-MTQ. Semua sistem didesain berbasis elektronik dan paperless, sehingga lebih efektif, transparan, dan modern," jelasnya.

Selain itu, panitia juga berkoordinasi dengan LPTQ Pusat dalam proses verifikasi karya dan materi yang diperlombakan guna menjaga orisinalitas peserta.

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan semangat pembinaan tetap menjadi prioritas utama, bukan sekadar mengejar kemenangan dalam kompetisi.

"Kami ingin menumbuhkan semangat kejujuran dan orisinalitas. Fokusnya bukan hanya menjadi juara, tetapi bagaimana pembinaan Al-Qur'an terus berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ujarnya.

Melalui pelaksanaan MTQ ke-40 ini, LPTQ Sumut berharap dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk media massa, untuk ikut menyemarakkan syiar Al-Qur'an dan mendorong lahirnya generasi yang lebih dekat dengan nilai-nilai Qurani.

"Kami berharap teman-teman media dapat mendukung semangat ini sehingga upaya membangun masyarakat yang cinta Al-Qur'an dan mengurangi buta aksara Al-Qur'an dapat terus diwujudkan di Sumatera Utara," pungkasnya.

Share:
Komentar

Berita Terkini