-->

Orasi di Milad Univa, Bupati Sergai Ajak Mahasiswa Jadi Penggerak Smart Farming

Bupati Darma Wijaya mengajak mahasiswa menjadi penggerak pertanian modern atau smart farming guna mendorong kemajuan sektor pertanian dan peternakan d

Editor: PoskotaSumut.id author photo


SERDANG BEDAGAI – Bupati Darma Wijaya mengajak mahasiswa menjadi penggerak pertanian modern atau smart farming guna mendorong kemajuan sektor pertanian dan peternakan di daerah.

Ajakan tersebut disampaikan Darma Wijaya saat menjadi narasumber orasi ilmiah pada peringatan Milad ke-68 Universitas Al-Washliyah Medan di Komplek Univa, Jalan Sisingamangaraja, Medan, Senin (18/5/2026).

Dalam orasi bertema “Transformasi Ekonomi Kerakyatan: Menuju Sergai yang Maju, Tangguh, dan Berkelanjutan”, Darma Wijaya menegaskan perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendorong kemajuan bangsa.

Menurutnya, kampus bukan sekadar ruang akademik, tetapi juga pusat lahirnya gagasan dan inovasi untuk menjawab tantangan pembangunan daerah.

“Jika kita bicara tentang kemajuan bangsa, maka perguruan tinggi adalah dapurnya,” ujar Darma Wijaya.

Di hadapan sivitas akademika, dosen, dan mahasiswa, ia memaparkan visi pembangunan Kabupaten Serdang Bedagai periode 2025–2030, yakni “Penguatan Fondasi Transformasi Pembangunan untuk Serdang Bedagai Maju, Tangguh dan Berkelanjutan.”

Visi tersebut diarahkan untuk memperkuat ekonomi kerakyatan dengan fokus pada sektor pertanian dan peternakan sebagai penopang utama daerah.

Darma Wijaya menjelaskan, transformasi pembangunan di Sergai bertumpu pada dua fondasi utama, yakni tata kelola pemerintahan yang transparan melalui digitalisasi birokrasi serta pembangunan infrastruktur terpadu guna memperkuat konektivitas antarwilayah.

Menurutnya, langkah tersebut penting agar hasil pertanian masyarakat lebih mudah menjangkau pasar dan mampu meningkatkan daya saing ekonomi desa.

Ia juga menyoroti pentingnya penguasaan literasi digital dan mekanisasi pertanian sebagai bagian dari upaya menciptakan daerah yang maju. Dalam konteks itu, mahasiswa diminta terlibat aktif membawa inovasi teknologi langsung kepada petani dan peternak.

“Generasi muda memiliki peran besar membawa inovasi teknologi agar produksi pertanian mampu bersaing secara global,” katanya.

Selain itu, Darma Wijaya menekankan pentingnya ketahanan ekonomi berbasis kekuatan lokal. Integrasi sektor pertanian dan peternakan, menurutnya, menjadi strategi menghadapi gejolak ekonomi dan gangguan rantai pasok global.

Dalam aspek keberlanjutan, ia mengingatkan pembangunan sektor pertanian harus tetap menjaga keseimbangan lingkungan hidup, termasuk melalui penggunaan pupuk organik dan pengelolaan limbah ternak yang ramah lingkungan.

Pada kesempatan itu, Darma Wijaya juga mengajak Universitas Al-Washliyah Medan memperkuat kolaborasi dengan Pemkab Sergai melalui penelitian dan pengabdian masyarakat, khususnya dalam pengembangan integrasi sapi-sawit, hilirisasi produk pertanian, hingga optimalisasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) berbasis digital.

Menutup orasinya, Darma Wijaya berpesan kepada mahasiswa agar tidak hanya bercita-cita menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menjadi agropreneur yang membangun desa dan memajukan sektor pertanian.

“Pertanian dan peternakan adalah sektor yang tidak akan pernah mati selama manusia masih butuh makan,” tandasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Rektor Universitas Al-Washliyah Medan Syaiful Akhyar Lubis, Rektor UMN Al-Washliyah Firmansyah, Bupati Batubara Baharuddin Siagian, Ketua Umum Pengurus Besar Al-Washliyah Mashuril Hamis, serta sejumlah pejabat dan kepala OPD Pemkab Sergai lainnya.

Share:
Komentar

Berita Terkini