MEDAN – Kawasan Petisah Medan diproyeksikan memiliki wajah baru sebagai pusat wisata gastronomi melalui gagasan kreatif para arsitek. Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Provinsi Sumatera Utara bersama Dinas Pariwisata Kota Medan resmi meluncurkan sayembara arsitektur regional sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Arsitek Jumpa Tengah (AJT) 2026.
Sayembara yang mengusung tema “SUTURA UTARA: Merajut Nadi Ruang Wisata Kota” tersebut menjadi upaya menghadirkan konsep penataan ruang yang mampu memperkuat identitas kawasan kuliner Petisah sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Kota Medan.
IAI Sumut menilai kawasan kuliner tidak hanya membutuhkan aktivitas ekonomi, tetapi juga ruang yang nyaman, menarik, dan memiliki pengalaman berbeda bagi masyarakat maupun wisatawan.
Ketua IAI Sumatera Utara, Ar. Achmad Aryanto, IAI, AA, mengatakan sayembara tersebut menjadi wadah untuk menguji kreativitas dan kepekaan para perancang dalam melihat persoalan kota melalui pendekatan Urban Acupuncture atau akupunktur urban.
"Jika kuliner adalah jantung yang menghidupkan rasa di Kota Medan, maka infrastruktur kawasan adalah nadi kehidupan masyarakat yang harus dijahit dengan pengalaman wisata yang berkesan," ujar Achmad.
Menurutnya, konsep yang ditawarkan bukan sekadar membangun fisik kawasan, tetapi bagaimana arsitektur mampu menciptakan hubungan antara ruang, aktivitas masyarakat, budaya lokal, dan pengalaman wisatawan.
Melalui sayembara ini, para peserta ditantang menghasilkan gagasan desain yang dapat menjadi acuan pengembangan kawasan KSP 1 – Kuliner Petisah sebagai pusat wisata gastronomi Sumatera Utara.
Untuk memastikan kualitas gagasan yang lahir, kompetisi ini melibatkan dewan juri dari berbagai bidang, mulai dari arsitektur, pariwisata berkelanjutan, pemerintahan, hingga industri perjalanan.
Panel juri di antaranya Ketua IAI Sumut Ar. Achmad Aryanto, pakar pariwisata berkelanjutan Prof. Ir. Nurlisa Ginting, M.Sc, PhD, IPM, praktisi arsitektur senior Ar. Ramadhoni Dwi Payana, IAI, perwakilan kebijakan Dinas Pariwisata Kota Medan, serta praktisi industri perjalanan H. Solahuddin Nasution, S.E., M.S.P.
Selain sayembara arsitektur, IAI Sumut juga membuka Lomba Fotografi Urban untuk menangkap perspektif masyarakat dalam melihat denyut kehidupan Kota Medan, baik melalui ruang publik maupun ruang dalam bangunan.
Melalui kamera, masyarakat diajak merekam bagaimana ruang kota berinteraksi dengan aktivitas sosial, budaya, dan ekonomi yang menjadi karakter Medan.
Adapun rangkaian agenda kegiatan dimulai dengan peluncuran resmi dan pembukaan pendaftaran pada 6 Juni 2026. Selanjutnya, agenda aanwijzing atau rapat penjelasan teknis digelar 20 Juni 2026 secara hybrid.
Batas akhir pendaftaran peserta pada 11 Juli 2026, sementara pengumpulan karya digital ditutup 25 Juli 2026. Pengumuman nominasi finalis dijadwalkan 3 Agustus 2026, dilanjutkan presentasi terbuka finalis pada 7 Agustus 2026.
Puncak kegiatan akan berlangsung pada 9 Agustus 2026 melalui malam penganugerahan juara sekaligus penyerahan Piala Wali Kota Medan.
IAI Sumatera Utara berharap kolaborasi bersama Pemerintah Kota Medan ini mampu melahirkan gagasan desain yang tidak hanya memperkuat identitas kawasan wisata, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi kreatif dan pariwisata urban yang berkelanjutan.
Melalui arsitektur, kawasan Petisah diharapkan tidak hanya dikenal sebagai pusat kuliner, tetapi juga menjadi ruang kota yang memiliki cerita, karakter, dan pengalaman yang melekat bagi setiap pengunjung.
.jpeg)