JAKARTA – Perjuangan panjang menjaga lingkungan pesisir Sumatera Utara akhirnya mendapat pengakuan di tingkat nasional. Melalui sosok Wibi Nugraha, Provinsi Sumatera Utara kembali menerima penghargaan bergengsi Piala Kalpataru Adya kategori Perintis Lingkungan, salah satu penghargaan tertinggi bidang lingkungan hidup di Indonesia.
Penghargaan tersebut diterima Wibi Nugraha dalam acara penyerahan Kalpataru Nasional 2026 yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JHCC), Jakarta, Kamis (11/6/2026). Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup RI, Jumhur Hidayat.
Penghargaan ini menjadi buah dari perjalanan panjang Wibi yang sejak tahun 2005 konsisten melakukan upaya konservasi lingkungan, khususnya ekosistem pesisir dan hutan mangrove di sejumlah wilayah Sumatera Utara.
Berbagai kawasan pesisir mulai dari Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Asahan, Kabupaten Batu Bara, Kabupaten Sibolga hingga Kabupaten Tapanuli Tengah menjadi wilayah pengabdiannya dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
Salah satu program yang dikembangkan Wibi adalah budidaya kepiting bakau dengan sistem silvofishery, yakni konsep yang menggabungkan pemanfaatan kawasan mangrove sebagai lokasi budidaya tanpa merusak fungsi utama hutan mangrove sebagai pelindung ekosistem pesisir.
Dalam menjalankan program tersebut, Wibi juga aktif melakukan pembibitan dan penanaman mangrove secara berkelanjutan.
"Setiap tahun saya membibitkan sekitar 900 ribu batang mangrove. Pola penanamannya dilakukan berulang, kalau ada yang mati akan ditanam kembali sampai benar-benar tumbuh dan bertahan," ujar Wibi warga Medan, Kecamatan Medan Helvetia.
Menurutnya, menjaga lingkungan bukan pekerjaan sesaat, melainkan membutuhkan kesabaran, konsistensi, dan kepedulian bersama. Karena itu, ia menganggap penghargaan Kalpataru bukan hanya penghargaan pribadi, tetapi bentuk apresiasi terhadap seluruh pihak yang selama ini ikut bergerak menjaga alam Sumatera Utara.
Wibi menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution yang dinilainya memberikan dukungan terhadap upaya pelestarian lingkungan.
"Saya sangat berterima kasih kepada Bapak Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution yang mendukung penuh, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Sumut Bapak Heri Marpaung yang juga memberikan dukungan dan hadir mendampingi saya dalam penyerahan Penghargaan Kalpataru Nasional 2026 di JHCC Jakarta," katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada insan pers di Sumatera Utara, khususnya Kota Medan, yang selama ini ikut mengangkat berbagai gerakan lingkungan dan memberikan perhatian terhadap perjuangan pelestarian alam.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada keluarga yang selalu menjadi pendukung utama dalam setiap langkahnya.
"Terima kasih kepada teman-teman media di Sumatera Utara, khususnya Medan, yang selalu mendukung dan memberikan perhatian. Terima kasih juga kepada istriku Wina Widya, anak-anakku Langit Biru, Lembayung Senja, dan Launa Seindah Pelangi Malaka yang selalu setia mendukung setiap usaha yang saya lakukan," tuturnya.
Selain itu, Wibi turut mengapresiasi seluruh komunitas dan pejuang lingkungan di Sumatera Utara yang terus menjaga kelestarian alam.
"Saya persembahkan penghargaan ini untuk seluruh teman-teman media dan masyarakat Sumatera Utara. Ini adalah hasil kerja bersama dalam menjaga lingkungan hidup," pungkasnya.
Penghargaan Kalpataru tersebut menjadi bukti bahwa gerakan pelestarian lingkungan yang dilakukan secara konsisten dari tingkat lokal mampu mendapatkan pengakuan nasional, sekaligus menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus menjaga alam.
