-->

Ahmad Afandi Harahap: Pancasila Harus Jadi Pedoman, Pelayanan Kesehatan Wajib Berkeadilan untuk Masyarakat

Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai Demokrat, Ahmad Afandi Harahap, mengajak masyarakat untuk terus memperkuat semangat kebangsaan dengan menja

Editor: PoskotaSumut.id author photo


MEDAN – Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai Demokrat, Ahmad Afandi Harahap, mengajak masyarakat untuk terus memperkuat semangat kebangsaan dengan menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. 

Hal tersebut disampaikannya saat menggelar kegiatan Penyelenggaraan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) di Jalan Sakti, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Medan Perjuangan, Kota Medan.

Dalam pemaparannya, Ahmad Afandi menjelaskan bahwa wawasan kebangsaan merupakan cara pandang bangsa Indonesia terhadap diri sendiri dan lingkungannya dengan mengedepankan persatuan dan kesatuan bangsa berdasarkan Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

Menurutnya, pemahaman terhadap wawasan kebangsaan menjadi fondasi penting dalam menumbuhkan nasionalisme, patriotisme, serta kecintaan terhadap tanah air sehingga setiap warga negara mampu mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun golongan.

"Wawasan kebangsaan harus terus kita tanamkan kepada seluruh lapisan masyarakat agar persatuan dan kesatuan bangsa tetap terjaga. Dengan memahami nilai-nilai Pancasila, kita akan semakin kuat menghadapi berbagai tantangan yang dapat mengganggu keutuhan NKRI," ujar Ahmad Afandi.

Ia menegaskan bahwa Pancasila bukanlah sesuatu yang asing bagi masyarakat Indonesia. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya telah lama hidup dalam budaya Nusantara jauh sebelum Indonesia merdeka.

"Nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia sejak dahulu. Karena itu, Pancasila harus menjadi sumber nilai, moralitas, dan etika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Jika kita mengabaikannya, berarti kita telah mengingkari jati diri bangsa sendiri," tegasnya.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi dialog bersama peserta. Salah seorang warga, Muhammad Wendi, mempertanyakan implementasi sila kelima Pancasila, yakni Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, terutama terkait pelayanan kesehatan yang dinilai masih belum merata.

"Kita melihat masih banyak masyarakat yang merasa kecewa terhadap pelayanan kesehatan. Padahal sila kelima mengamanatkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Bagaimana pandangan Bapak mengenai hal tersebut?" tanya Wendi.

Menanggapi pertanyaan itu, Ahmad Afandi menilai berbagai program kesehatan yang telah diluncurkan pemerintah pada dasarnya sudah cukup baik. Namun, menurutnya, masih terdapat persoalan pada pelaksanaan di lapangan.

"Program kesehatan yang dibuat pemerintah sebenarnya sudah baik dan berpihak kepada masyarakat. Namun, dalam pelaksanaannya masih ada oknum-oknum yang tidak menjalankan tugas sesuai aturan dan arahan yang telah ditetapkan pemerintah. Hal seperti inilah yang harus dibenahi agar masyarakat benar-benar mendapatkan pelayanan kesehatan yang adil dan berkualitas," jelasnya.

Ia menambahkan, pengawasan terhadap penyelenggara pelayanan publik harus terus diperkuat agar seluruh program pemerintah dapat dirasakan manfaatnya secara maksimal oleh masyarakat.

Ahmad Afandi juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga semangat persatuan, menghormati perbedaan, serta bersama-sama mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari sebagai modal utama membangun bangsa yang maju dan berkeadilan.

Kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan tersebut turut dihadiri narasumber Ir. Harismi, Kepala Lingkungan IV Kelurahan Pahlawan Siti Khadijah, Ketua DPAC Partai Demokrat Medan Perjuangan Supardi, serta Bambang HS. Acara berlangsung dengan antusias dan diikuti masyarakat yang aktif berdiskusi mengenai berbagai persoalan kebangsaan dan pelayanan publik.

Share:
Komentar

Berita Terkini