-->

Bobby Nasution Ajak KAHMI Perkuat Kolaborasi Perangi Narkoba, Soroti Isu Moral Generasi Muda

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dalam memerangi penyalahgu

Editor: PoskotaSumut.id author photo


MEDAN
– Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dalam memerangi penyalahgunaan narkoba serta berbagai persoalan sosial yang dinilai berdampak terhadap generasi muda. Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri pelantikan Pengurus Majelis Wilayah (MW) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) dan Forum Alumni Himpunan Mahasiswa Islam-Wati (FORHATI) Sumut masa bakti 2026–2031.

Dalam sambutannya di Medan International Convention Center (MICC), Jalan Gagak Hitam, Medan, Sabtu (25/7/2026), Bobby menilai penyalahgunaan narkoba masih menjadi persoalan serius di Sumatera Utara yang membutuhkan penanganan secara terpadu.

Selain itu, ia juga menyinggung isu LGBTQ sebagai salah satu persoalan sosial yang menurutnya perlu mendapat perhatian bersama. Bobby mengaitkan hal tersebut dengan ancaman nonmiliter sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2025 tentang Kebijakan Umum Pertahanan Negara.

"Ini tentang moral anak-anak muda kita yang mulai terkikis, masuk dalam ancaman nonmiliter yang diperkuat melalui Perpres. Saya optimistis ini bisa kita tangani, tetapi kolaborasi dengan KAHMI, terutama pergerakan dari presidium baru dan seluruh masyarakat, akan lebih cepat," ujar Bobby.

Bobby mengajak masyarakat untuk memulai upaya pencegahan dari lingkungan keluarga dan komunitas, dengan meningkatkan kepedulian terhadap perkembangan generasi muda serta memperkuat pendidikan karakter.

Dalam kesempatan itu, Bobby juga menyampaikan pandangannya mengenai isu LGBTQ. Pernyataan tersebut merupakan pandangan yang disampaikannya dalam forum pelantikan tersebut. Perlu dicatat bahwa berdasarkan konsensus ilmiah dan organisasi kesehatan, orientasi seksual maupun identitas gender bukanlah sesuatu yang "menular". Namun, perdebatan mengenai kebijakan dan nilai sosial terkait isu tersebut memang masih berlangsung di berbagai kalangan.

Sementara itu, Presidium Majelis Nasional (MN) KAHMI Ahmad Doli Kurnia Tanjung menegaskan bahwa masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas generasi muda.

"Masa depan negeri kita ada di anak-anak muda kita. Kalau fisik dan mentalnya rusak, mereka tidak akan mampu membangun negeri ini. Mereka akan menjadi generasi yang lemah," kata Doli.

Doli berharap kepengurusan MW KAHMI Sumut yang baru dapat menjadi mitra strategis Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam mendukung pembangunan daerah.

Adapun kepengurusan MW KAHMI Sumut periode 2026–2031 dipimpin oleh Rusdi Lubis sebagai Koordinator Presidium bersama Hatta Ridho, Mansyur Hidayat Pasaribu, Sugiat Santoso, Sadikin Bintang, dan Hasyim Purba Doli.

Menurut Doli, KAHMI harus terus memperkuat perannya sebagai organisasi alumni yang akuntabel, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta hadir memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

"Saya harap KAHMI bisa berkolaborasi dengan Pak Gubernur membangun Sumut, menjadi organisasi yang akuntabel, hadir di tengah masyarakat, dan semakin modern," ujarnya.

Pelantikan Pengurus MW KAHMI dan FORHATI Sumut tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumut, anggota DPRD Sumut, sejumlah bupati dan wali kota se-Sumatera Utara, jajaran pengurus Majelis Nasional KAHMI, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Sumut, serta berbagai tokoh masyarakat.

Share:
Komentar

Berita Terkini