MEDAN – Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 dinilai berhasil mengemas pameran pembangunan menjadi ruang publik yang memadukan edukasi, hiburan, pelayanan, serta pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sejak dibuka pada 3 Juli 2026, ajang tahunan ini terus menarik minat masyarakat untuk mengenal potensi daerah sekaligus menikmati berbagai atraksi yang disediakan.
Kepala Biro Perekonomian Provinsi Sumatera Utara, Poppy Marulita Hutagalung, mengatakan penyelenggaraan PRSU tahun ini dirancang agar masyarakat memperoleh pengalaman yang sepadan dengan harga tiket masuk yang dibayarkan.
"Kami berupaya menghadirkan PRSU dengan harga tiket yang seimbang dengan manfaat yang diperoleh masyarakat. Pengunjung tidak hanya melihat pameran pembangunan, tetapi juga mendapatkan layanan publik, edukasi, hiburan, serta kesempatan mengenal dan mendukung produk-produk UMKM Sumatera Utara," ujar Poppy, Senin (13/7/2026).
Menurut Poppy, salah satu fokus utama PRSU ke-50 adalah memberikan ruang promosi yang lebih luas bagi UMKM lokal. Ratusan pelaku usaha binaan pemerintah maupun swasta memanfaatkan ajang tersebut untuk memperkenalkan produk unggulan sekaligus memperluas jaringan pemasaran.
Beragam produk ditampilkan, mulai dari kuliner, kerajinan tangan, fesyen, hingga produk ekonomi kreatif. Kehadiran para pelaku UMKM tidak hanya memperkaya pilihan bagi pengunjung, tetapi juga membuka peluang transaksi selama penyelenggaraan PRSU.
Sejumlah pengunjung mengaku puas dengan berbagai fasilitas dan aktivitas yang tersedia di area pameran.
Rohma, warga Jalan Sisingamangaraja, Medan, menilai harga tiket masuk sebesar Rp35 ribu sebanding dengan pengalaman yang diperoleh selama berkeliling di kawasan PRSU.
"Menurut saya, harga tiketnya sepadan. Kami bisa melihat pameran pembangunan dari 33 kabupaten dan kota, menikmati wahana permainan, bazar kuliner, hingga produk-produk UMKM yang menarik," katanya.
Hal senada disampaikan Rini S, warga Binjai. Ia mengaku menikmati beragam atraksi yang disuguhkan, mulai dari pertunjukan seni budaya hingga program interaktif yang melibatkan pengunjung.
"Banyak spot foto menarik, ada pertunjukan budaya di Panggung Keong, dan kita juga bisa mengenal potensi daerah melalui paviliun kabupaten dan kota. Selain itu ada konser musik dan program doorprize yang membuat pengunjung semakin antusias," ujarnya.
Rini mengaku tertarik mengikuti program doorprize yang disiapkan panitia. Setiap pengunjung memperoleh lembar peta untuk mengumpulkan stempel dari paviliun kabupaten/kota dan stan sponsor sebagai syarat memperoleh hadiah.
"Sekarang baru terkumpul 10 stempel. Mudah-mudahan nanti lengkap supaya bisa mendapatkan hadiah," katanya sambil tersenyum.
Penyelenggaraan PRSU ke-50 menunjukkan bahwa pameran pembangunan tidak hanya menjadi ajang menampilkan capaian pemerintah, tetapi juga mampu menjadi ruang interaksi masyarakat, promosi potensi daerah, pengembangan UMKM, serta hiburan bagi keluarga. Ke depan, PRSU diharapkan terus menjadi agenda strategis yang mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat promosi potensi Sumatera Utara.
.jpeg)