MEDAN – Di tengah tren olahraga baru seperti padel dan pickleball yang semakin digemari masyarakat Kota Medan, tenis meja membuktikan eksistensinya belum tergeser. Olahraga yang mengandalkan kecepatan refleks, strategi, dan ketepatan membaca arah bola itu dinilai tetap menjadi salah satu cabang olahraga favorit lintas generasi.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, saat menutup Turnamen Tenis Meja Antar Persatuan Tenis Meja (PTM) se-Kota Medan memperebutkan Piala Wali Kota Medan Tahun 2026 di GOR Basket Dispora Sumatera Utara, Jalan Pancing, Minggu (19/7/2026).
Di hadapan Ketua KONI Kota Medan Aswindy Fachrizal, Ketua PTMSI Kota Medan Hendra Irsan, para atlet, pelatih, serta pengurus klub, Rico Waas mengatakan tenis meja memiliki daya tarik yang tidak pernah hilang karena selalu menghadirkan pertandingan yang cepat, menegangkan, sekaligus menghibur.
"Keseruan inilah yang membuat tenis meja mampu bertahan sebagai salah satu olahraga favorit lintas generasi. Dari anak-anak hingga orang dewasa tetap menikmati olahraga ini," ujar Rico Waas.
Menurutnya, tenis meja merupakan olahraga yang unik karena dapat dimainkan hampir di mana saja tanpa membutuhkan lapangan yang luas.
"Tenis meja ini menurut saya terus menyisakan sebuah keseruan yang tidak henti-henti dan tidak membosankan. Lapangannya tidak perlu besar, tinggal bawa meja saja. Mau di rumah bisa, di kantor bisa, di tempat perkumpulan bisa. Bahkan setiap perayaan 17 Agustus, olahraga ini hampir selalu dipertandingkan," katanya.
Rico mengungkapkan, banyak orang menganggap tenis meja sebagai olahraga yang mudah. Namun, setelah dimainkan secara serius, olahraga tersebut ternyata membutuhkan teknik tinggi, konsentrasi, serta strategi yang matang.
"Kelihatannya gampang, tetapi ketika didalami tekniknya luar biasa sulit. Pukulannya bukan hanya lurus, ada spin, ada tipuan, ada variasi yang membuat lawan kesulitan membaca arah bola. Kalau atlet profesional bermain, ruang geraknya seolah tidak terbatas, padahal ukuran mejanya kecil," ungkapnya.
Sebagai salah seorang pecinta tenis meja, Rico menilai olahraga tersebut juga mampu melatih kecepatan berpikir dan refleks tubuh karena setiap reli berlangsung sangat cepat sehingga pemain dituntut mengambil keputusan hanya dalam hitungan satu hingga dua detik.
Pemerintah Kota Medan, lanjutnya, memberikan apresiasi atas terselenggaranya turnamen antar-PTM tersebut. Ia berharap kompetisi serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan dengan jumlah peserta dan kategori pertandingan yang lebih banyak sebagai wadah pembinaan atlet muda.
"Yang kami harapkan adalah semakin banyak lahir bibit-bibit atlet tenis meja dari Kota Medan yang nantinya mampu berprestasi di tingkat provinsi maupun nasional. Selamat kepada seluruh pemenang. Jadikan keberhasilan ini sebagai motivasi untuk terus berlatih dan mengharumkan nama Kota Medan," ucap Rico.
Sementara itu, Ketua Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kota Medan, Hendra Irsan, menjelaskan turnamen yang berlangsung sejak 18 Juli 2026 tersebut diikuti oleh 30 Persatuan Tenis Meja (PTM) dari berbagai wilayah di Kota Medan.
Adapun kategori yang dipertandingkan antara lain tunggal pra-anak U-15 yang diikuti 21 peserta serta kategori ganda Divisi 11 yang diikuti 54 pasangan.
Menurut Hendra, selain menjadi ajang kompetisi, turnamen tersebut juga menjadi sarana evaluasi bagi para pelatih dan klub untuk mengukur perkembangan kemampuan atlet binaan masing-masing.
"Kami berharap turnamen ini tidak hanya melahirkan juara, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan atlet. Sinergi antara PTMSI, klub, sekolah, KONI, dan Pemerintah Kota Medan harus terus diperkuat agar prestasi tenis meja Kota Medan semakin meningkat," ujarnya.
Sebagai penutup kegiatan, Wali Kota Medan Rico Waas menyerahkan trofi dan hadiah kepada para juara di setiap kategori. Suasana semakin semarak ketika Rico Waas turun langsung mengikuti pertandingan ekshibisi melawan Ketua PTMSI Kota Medan Hendra Irsan yang disambut antusias para atlet dan penonton. Pertandingan persahabatan tersebut menjadi simbol dukungan Pemerintah Kota Medan terhadap pembinaan olahraga tenis meja sekaligus memotivasi para atlet muda untuk terus berprestasi.
