![]() |
| Ketua IKLAB Raya Drs.H.Rivai Nasution. MM. |
MEDAN – Ketidakhadiran Bupati Labuhanbatu Selatan pada acara puncak Milad ke-36 Ikatan Keluarga Labuhanbatu (IKLAB) Raya yang digelar di Aula Universitas Imelda Medan, Minggu (12/7/2026), menjadi sorotan sejumlah peserta dan pengurus organisasi. Pasalnya, hingga kegiatan berakhir, kepala daerah tersebut tidak tampak hadir dan juga tidak mengirimkan perwakilan resmi dari Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan.
Hal ini disampaikan Ketua Umum IKLAB Raya Drs.H.Rivai Nasution. MM, kepada awak media, beberapa waktu lalu. Menurutnya, berdasarkan informasi yang diperoleh dari panitia pelaksana, undangan resmi telah disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan, jauh sebelum pelaksanaan kegiatan. Namun, hingga acara berlangsung, tidak ada konfirmasi kehadiran maupun utusan yang mewakili pemerintah daerah tersebut.
Sebaliknya lanjut Rivai, sejumlah kepala daerah dan pejabat dari kawasan Labuhanbatu Raya justru menunjukkan dukungannya dengan menghadiri langsung kegiatan tersebut. Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu, dan Labuhan Batu Utara diwakili oleh Wakil Bupati, sementara sejumlah tokoh masyarakat, sesepuh, akademisi, dan undangan dari berbagai daerah turut hadir memeriahkan peringatan hari jadi organisasi yang telah berdiri selama 36 tahun itu.
Ketidakhadiran Bupati Labuhanbatu Selatan pun memunculkan tanda tanya di kalangan peserta. Bagi mereka, Milad IKLAB Raya bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum mempererat silaturahmi masyarakat perantauan sekaligus penghormatan terhadap sejarah panjang berdirinya organisasi tersebut.
Rangkaian kegiatan Milad ke-36 bahkan diawali dengan ziarah ke makam para pendiri IKLAB Raya, sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh-tokoh yang telah meletakkan fondasi organisasi dan menjaga semangat persaudaraan masyarakat Labuhanbatu Raya selama puluhan tahun.
Sejumlah anggota IKLAB Raya menilai kehadiran kepala daerah dalam momentum seperti ini memiliki makna penting sebagai bentuk penghargaan terhadap kontribusi para pendiri organisasi sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah daerah dengan masyarakat Labuhanbatu yang berada di perantauan.
"Milad IKLAB Raya bukan hanya acara organisasi, tetapi momentum mengenang jasa para pendiri dan memperkuat tali persaudaraan masyarakat Labuhanbatu Raya. Karena itu, banyak peserta yang berharap pemerintah daerah dapat hadir sebagai bentuk dukungan moral," ujarnya.
Di sisi lain, sejumlah masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan dapat terus memperkuat komunikasi dan membangun hubungan yang lebih baik dengan organisasi kemasyarakatan, paguyuban, maupun elemen masyarakat lainnya.
Harapan tersebut muncul di tengah berbagai dinamika yang berkembang di ruang publik mengenai penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Berbagai aspirasi, kritik, maupun masukan dari masyarakat, termasuk yang sebelumnya pernah disampaikan kalangan mahasiswa melalui aksi unjuk rasa, dinilai perlu dijawab secara terbuka melalui komunikasi yang konstruktif dan sesuai mekanisme hukum yang berlaku.
Pengamat sosial yang mengikuti dinamika organisasi kemasyarakatan menilai kehadiran kepala daerah dalam forum-forum masyarakat bukan hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi, mendengarkan aspirasi, serta membangun kepercayaan publik.
Dalam konteks tersebut, absennya kepala daerah tanpa adanya perwakilan resmi dinilai dapat memunculkan berbagai persepsi di tengah masyarakat, meski belum tentu mencerminkan sikap pemerintah daerah secara keseluruhan.
Hingga berita ini ditulis, belum diketahui secara pasti alasan ketidakhadiran Bupati Labuhanbatu Selatan maupun tidak adanya perwakilan resmi dari Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan dalam acara puncak Milad ke-36 IKLAB Raya. Pihak panitia juga mengaku belum menerima penjelasan resmi terkait ketidakhadiran tersebut
.
