-->

Dikukuhkan BKKBN, Rico Waas: Jabatan Tertinggi Seorang Pria adalah Menjadi Ayah

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas resmi dikukuhkan sebagai Duta Penggerak Ayah Teladan Kota Medan oleh Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan

Editor: PoskotaSumut.id author photo


MEDAN
– Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas resmi dikukuhkan sebagai Duta Penggerak Ayah Teladan Kota Medan oleh Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumatera Utara, Mahyuzar. Pengukuhan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas komitmen Pemerintah Kota Medan dalam mendukung Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) sebagai upaya memperkuat ketahanan keluarga dan meningkatkan kualitas pengasuhan anak.

Prosesi pengukuhan berlangsung di Balai Kota Medan, Rabu (5/8/2026), ditandai dengan penyematan selempang dan penyerahan piagam penghargaan kepada Rico Waas.

Usai menerima amanah tersebut, Rico Waas langsung mengukuhkan seluruh camat se-Kota Medan sebagai Duta Penggerak Ayah Teladan tingkat kecamatan, sehingga gerakan ini diharapkan dapat menjangkau hingga tingkat kelurahan dan lingkungan masyarakat.

Dalam sambutannya, Rico Waas menyampaikan pesan yang mengundang perhatian para peserta. Menurutnya, predikat tertinggi yang dimiliki seorang laki-laki bukanlah jabatan pemerintahan ataupun kedudukan di dunia kerja, melainkan menjadi seorang ayah yang bertanggung jawab terhadap keluarganya.

"Jabatan tertinggi apa yang dimiliki seorang pria? Kalau dipahami, tentu menjadi seorang ayah, menjadi seorang suami, pemimpin dalam keluarga. Jabatan lain memiliki masa jabatan dan bisa berakhir kapan saja, tetapi jabatan sebagai ayah akan melekat hingga akhir hayat," tegas Rico Waas.

Menurutnya, keberhasilan seorang pemimpin tidak hanya diukur dari capaian pembangunan atau prestasi di lingkungan kerja, tetapi juga dari keberhasilannya membangun keluarga yang harmonis.

Ia mengingatkan para camat agar tidak memaknai penyematan selempang Duta Ayah Teladan hanya sebagai seremoni. Justru, gelar tersebut harus diwujudkan melalui keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.

"Aneh rasanya jika kita berprestasi di wilayah, tetapi anak dan istri sendiri tidak bahagia. Pembenahan harus dimulai dari rumah. Bagaimana hubungan kita dengan istri, bagaimana keharmonisan keluarga, dan memastikan anak-anak merasa aman serta nyaman. Kalau keluarga kita baik, saya yakin kinerja kita di masyarakat juga akan semakin maksimal," ujarnya.

Rico menilai, keluarga merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter pemimpin. Karena itu, perhatian terhadap keluarga tidak boleh kalah penting dibandingkan tanggung jawab sebagai aparatur negara.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara, Mahyuzar, menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Medan atas komitmennya mengimplementasikan Gerakan Ayah Teladan Indonesia di Kota Medan.

Menurutnya, paradigma pengasuhan anak saat ini harus berubah. Tanggung jawab mendidik anak tidak lagi sepenuhnya berada di pundak ibu, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seorang ayah.

"Pengasuhan dan pendidikan anak tidak boleh lagi dibebankan sepenuhnya kepada sosok ibu. Kehadiran ayah secara emosional, aktif, dan setara merupakan fondasi penting dalam melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter," ujar Mahyuzar.

Ia berharap pengukuhan Duta Penggerak Ayah Teladan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial di tingkat pemerintah daerah, melainkan menjadi gerakan yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

"Semoga budaya ayah hadir, ayah terlibat, dan ayah peduli tidak hanya hidup di Balai Kota maupun kecamatan, tetapi juga tumbuh hingga ke kelurahan, lingkungan sekolah, dan keluarga-keluarga di Kota Medan," katanya.

Mahyuzar juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Medan yang dinilai telah menunjukkan keberpihakan terhadap penguatan peran keluarga. Salah satunya melalui kebijakan yang memberikan kelonggaran kepada aparatur sipil negara (ASN) dan pejabat daerah untuk mengantar anak pada hari pertama masuk sekolah maupun saat pengambilan rapor meski berlangsung pada jam kerja.

Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi contoh nyata bahwa negara hadir dalam mendukung keterlibatan ayah di tengah keluarga tanpa mengabaikan tanggung jawab sebagai aparatur pemerintah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua TP PKK Kota Medan Ny. Airin Rico Waas, Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Kota Medan Erfin Fahrurrazi, serta para pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Medan.

Share:
Komentar

Berita Terkini