-->

Kemacetan di Simpang Jalan Bambu-Gaharu Memuncak, Rico Waas Siap Evaluasi Sistem Satu Arah

Harapan ribuan pengguna jalan yang setiap hari melintasi kawasan Simpang Jalan Bambu–Jalan Gaharu mulai menemukan titik terang. Wali Kota Medan Rico

Editor: PoskotaSumut.id author photo


MEDAN – Harapan ribuan pengguna jalan yang setiap hari melintasi kawasan Simpang Jalan Bambu–Jalan Gaharu mulai menemukan titik terang. Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas membuka peluang untuk mengembalikan fungsi Jalan Bambu menjadi dua arah menyusul banyaknya keluhan masyarakat yang menilai kebijakan sistem satu arah justru memicu kemacetan parah.

Keluhan tersebut disampaikan langsung warga kepada Rico Waas saat meninjau program bedah rumah di Jalan Bunga Sakura, Kecamatan Medan Tuntungan. Masyarakat berharap Pemerintah Kota Medan segera mengevaluasi rekayasa lalu lintas yang dinilai tidak lagi efektif.

Sejak diberlakukan sistem satu arah, kawasan Simpang Jalan Bambu–Jalan Gaharu disebut menjadi salah satu titik kemacetan, terutama pada jam sibuk ketika warga berangkat bekerja di pagi hari dan saat arus kepulangan pada sore hingga malam hari.

Menanggapi aspirasi tersebut, Rico Waas menegaskan Pemerintah Kota Medan tidak menutup kemungkinan untuk mengubah kembali arus lalu lintas apabila hasil kajian menunjukkan langkah tersebut memang diperlukan.

"Kita akan koordinasikan dulu dengan pihak Lalu Lintas (Satlantas). Apabila memang dibutuhkan untuk dikembalikan, tentu akan kita kembalikan. Hanya saja harus ada kajian tersendiri mengenai alasan kenapa jalan itu sebelumnya dijadikan satu arah," ujar Rico.

Menurut Rico, setiap kebijakan rekayasa lalu lintas harus didasarkan pada kajian teknis agar benar-benar mampu mengurai kepadatan kendaraan, bukan justru menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat.

Ia menjelaskan, perkembangan Kota Medan yang terus bertumbuh membuat pola pergerakan kendaraan juga mengalami perubahan. Karena itu, evaluasi terhadap sistem lalu lintas harus dilakukan secara berkala.

"Kota Medan terus berkembang. Ketika ada pertumbuhan dan perubahan aktivitas masyarakat, tentu kita harus menyesuaikan pengaturan arus lalu lintas. Nanti pelan-pelan akan kita pelajari kembali dan dilakukan pengkajian," katanya.

Pernyataan tersebut disambut positif warga yang selama ini mengeluhkan kemacetan di kawasan tersebut. Mereka berharap evaluasi tidak hanya berhenti pada kajian, tetapi segera diwujudkan dalam kebijakan yang mampu mengurai antrean kendaraan dan memperlancar mobilitas masyarakat.

Jika hasil evaluasi menyatakan sistem dua arah lebih efektif dibandingkan rekayasa lalu lintas yang berlaku saat ini, bukan tidak mungkin Jalan Bambu akan kembali difungsikan seperti sebelumnya. Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi solusi atas kemacetan yang setiap hari dikeluhkan masyarakat, sekaligus meningkatkan kelancaran arus kendaraan di salah satu jalur padat di Kota Medan.

Share:
Komentar

Berita Terkini