-->

Ratusan Siswa di Berastagi Diduga Keracunan Usai Santap MBG, 260 Pelajar Dilarikan ke Tiga Rumah Sakit

Ratusan siswa SMA Negeri 1 Berastagi dan SMK Bersama Berastagi, Kabupaten Karo, diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis

Editor: PoskotaSumut.id author photo


KARO – Ratusan siswa SMA Negeri 1 Berastagi dan SMK Bersama Berastagi, Kabupaten Karo, diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (13/8/2026).

Para siswa yang mengalami keluhan kesehatan tersebut langsung dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis. Informasi sementara menyebutkan, para korban dirawat di tiga rumah sakit, yakni RSU Amanda Berastagi, RSU Efarina Etaham Berastagi dan RSU Kabanjahe.

Peristiwa tersebut sontak membuat suasana di sepanjang jalur Kabanjahe-Berastagi ramai. Sejumlah mobil ambulans terlihat hilir mudik dengan kecepatan tinggi membawa para siswa yang mengalami gejala diduga keracunan menuju rumah sakit.

Informasi yang dihimpun, kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB, beberapa saat setelah para siswa menyantap menu MBG yang diduga dipasok dari salah satu dapur MBG di wilayah Desa Raya, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo.

Namun, terkait sumber makanan maupun penyebab pasti para siswa mengalami gangguan kesehatan masih menunggu pemeriksaan dan hasil investigasi pihak terkait.

Mengeluh Mual, Sesak hingga Wajah Memerah

Berdasarkan keterangan sejumlah siswa yang berhasil dihimpun, keluhan mulai dirasakan beberapa saat setelah mereka mengonsumsi makanan MBG.

Para siswa mengaku mengalami sejumlah gejala, di antaranya mulas, mual, sesak napas hingga wajah terlihat memerah.

Kondisi tersebut kemudian membuat pihak sekolah mengambil langkah cepat dengan membawa para siswa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis.

Setibanya di rumah sakit, suasana ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) tampak sibuk. Tim medis bergerak cepat memberikan pertolongan dan melakukan pemeriksaan terhadap para siswa yang datang secara bertahap.

Hingga Kamis sore, para siswa masih menjalani perawatan dan pemantauan intensif di tiga rumah sakit.

Sementara itu, jumlah pasti siswa yang terdampak belum dapat dipastikan. Pihak sekolah bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Karo masih melakukan pendataan.

Berdasarkan informasi sementara yang dihimpun dari berbagai sumber, jumlah siswa yang diduga mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi MBG tersebut diperkirakan mencapai lebih kurang 260 orang.

Namun, angka tersebut masih bersifat sementara dan belum merupakan data resmi yang telah ditetapkan oleh pihak berwenang.

Bupati Karo Datangi Rumah Sakit

Sekitar dua jam setelah kejadian, Bupati Karo Antonius Ginting, didampingi Kapolres Tanah Karo beserta jajaran, tiba di RSU Amanda Berastagi sekitar pukul 15.40 WIB.

Kedatangan Bupati Karo tersebut untuk melihat secara langsung kondisi para siswa yang mendapatkan perawatan sekaligus berkoordinasi dengan tenaga medis mengenai penanganan para korban.

Situasi di rumah sakit saat itu tampak dipadati siswa, orang tua, guru serta keluarga yang datang untuk memastikan kondisi anak-anak mereka.

Pemerintah Kabupaten Karo diharapkan segera melakukan langkah investigasi guna memastikan penyebab munculnya gangguan kesehatan yang dialami ratusan siswa tersebut.

Selain memastikan penanganan medis berjalan maksimal, pemeriksaan terhadap makanan yang dikonsumsi para siswa juga dinilai penting untuk mengetahui apakah terdapat persoalan pada proses pengolahan, penyimpanan maupun distribusi makanan MBG.

Orang Tua Minta Program MBG Dievaluasi

Sembiring (50), salah seorang orang tua siswa yang anaknya diduga mengalami keracunan, meminta Pemerintah Kabupaten Karo melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG.

Menurutnya, program pemberian makanan bergizi kepada siswa merupakan program yang sangat baik. Namun, aspek keamanan dan kualitas makanan harus menjadi perhatian utama agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

“Kami meminta Pemkab Karo agar pemberian MBG kepada siswa dievaluasi ulang. Jangan sampai kejadian seperti ini kembali terulang dan menimpa anak-anak kita,” ujar Sembiring.

Ia juga mendesak Dinas Kesehatan Kabupaten Karo bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) segera mengambil sampel makanan dari dapur MBG yang memasok makanan ke kedua sekolah tersebut.

Menurutnya, proses pemeriksaan harus dilakukan secara transparan dan akuntabel agar masyarakat mengetahui secara jelas penyebab para siswa mengalami gangguan kesehatan.

“Kami berharap sampel makanan segera diperiksa. Jangan ada yang ditutup-tutupi. Masyarakat dan para orang tua berhak mengetahui apa sebenarnya yang terjadi,” tegasnya.

Sembiring mengaku prihatin atas kejadian tersebut dan berharap seluruh siswa yang menjalani perawatan segera diberikan kesembuhan.

Di sisi lain, ia mengapresiasi gerak cepat dokter dan perawat di sejumlah rumah sakit yang langsung memberikan pelayanan kepada para siswa.

“Kami sangat prihatin dan mendoakan seluruh siswa segera sembuh. Kami juga mengapresiasi para dokter dan perawat yang sudah bergerak cepat memberikan pertolongan,” katanya.

Jumlah Korban Masih Didata

Hingga berita ini diturunkan, pihak rumah sakit yang menangani para siswa belum memberikan keterangan secara rinci mengenai jumlah pasien yang masuk maupun kondisi masing-masing korban.

Pemerintah Kabupaten Karo bersama Dinas Kesehatan masih melakukan pendataan dan penelusuran terkait peristiwa tersebut.

Sementara itu, penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami ratusan siswa juga belum dapat disimpulkan sebelum dilakukan pemeriksaan medis serta pengujian terhadap sampel makanan yang dikonsumsi para siswa.

Masyarakat dan para orang tua kini menunggu hasil pemeriksaan resmi untuk memastikan penyebab kejadian yang diduga terjadi setelah para siswa mengonsumsi makanan program MBG tersebut. (GO2)

Share:
Komentar

Berita Terkini