-->

Sekelumit Tentang Ikan Terubuk: Ikon Sungai Barumun dan Ekologi Meranti Paham

Di Pesisir Timur Sumatera, setiap kali musim tiba, masyarakat nelayan Sungai Barumun mulai dari hilir di Sei. Berombang sampai ke hulu sekitar Meranti

Editor: PoskotaSumut.id author photo


Oleh: Harunsyah Arsyad

PENDAHULUAN 

Di Pesisir Timur Sumatera, setiap kali musim tiba, masyarakat nelayan Sungai Barumun mulai dari hilir di Sei. Berombang sampai ke hulu sekitar Meranti Paham bahkan Tanjung Medan selalu menantikan satu jenis ikan: Ikan Terubuk Tenualosa toli. Ikan ini bukan sekadar komoditas. Ia telah menjadi bagian dari identitas budaya, ekonomi, dan ekologi masyarakat aliran Sungai Barumun, khususnya di desa- desa 3 Kecamatan Panai (Hilir, Tengah, dan Hulu) , Kabupaten Labuhanbatu itu. 

Tulisan ini mencoba mengurai keunikan ikan terubuk dari Panai, mengaitkannya dengan siklus hidupnya, serta membuka ruang diskusi ilmiah tentang keterkaitannya dengan ekosistem lokal.

1. TERUBUK DEWASA DAN BENIR DARI SEKITAR MERANTI PAHAM: GERBANG SIKLUS  TERUBUK SUNGAI BARUMUN 

Desa Meranti Paham terletak di selatan Sungai Barumun. Secara administratif masuk wilayah Kecamatan Panai Hulu. Secara geografis, desa ini masih satu daratan dengan Aek Jamu, namun terpisah dengan wilayah Panai Tengah dan Panai Hilir oleh aliran Sungai Barumun.

Akses darat ke desa ini umumnya melalui Pekan Aek Jamu dan melintasi perkebunan kelapa sawit. Letaknya yang berada di hulu menjadikan desa ini memiliki karakteristik ekologi perairan yang berbeda dengan daerah hilir.

Masyarakat Meranti Paham sejak lama dikenal sebagai penghasil udang galah segar dan ikan teri Sungai Barumun dengan harga yang relatif lebih terjangkau dibanding daerah sekitar. 

Keunikan lain muncul saat musim terubuk: hasil tangkapan di desa ini memiliki kualitas yang khas.

2. KEUNIKAN TERUBUK MERANTI PAHAM: LEMAK DAN TELUR YANG LEBIH BESAR 

Para nelayan dan konsumen di Labuhanbatu telah lama mengamati satu fakta:  

Ikan terubuk dari Meranti Paham cenderung lebih gemuk dan memiliki telur yang lebih besar dibanding terubuk yang ditangkap di daerah hilir seperti Sei Rakyat, Labuhan Bilik, atau Sei Berombang.

Mengapa demikian?

Secara ilmiah, hal ini dapat dijelaskan melalui siklus migrasi ikan terubuk untuk pemijahan.

Ikan terubuk adalah ikan laut dangkal yang bersifat anadromus parsial. Artinya, pada musim pemijahan ikan betina akan bermigrasi memasuki muara sungai untuk mematangkan gonad dan bertelur di perairan tawar yang lebih tenang, yaitu sedikit di hulu dari Meranti Paham. Sementara ikan jantan umumnya tetap berada di laut di Selat Malaka sampai beberapa mil dari Sei. Berombang (masih di laut dangkalnya). 

Karena itu, terubuk yang tertangkap di sungai dapat dipastikan berjenis kelamin betina dan sedang mengandung telur, kecuali ikan terubuk yang ditetaskan dari sekitar hulu Meranti Paham berombongan menuju laut (kembali ke habitat awalnya di laut dangkal di Selat Malaka). 

Semakin jauh ikan tersebut masuk ke hulu, maka semakin matang pula usia telurnya. Logikanya:  

Terubuk di Sei Berombang → telur masih muda.  

Terubuk di Labuhan Bilik → telur mulai matang.  

Terubuk di Meranti Paham → telur sudah sangat matang dan besar.  

Terubuk di Tanjung Medan → telur hampir siap menetas.

Inilah yang menyebabkan "rasa lemak" dan ukuran telur terubuk Meranti Paham lebih unggul. Kadar lemak tubuhnya juga meningkat sebagai cadangan energi selama bermigrasi melawan arus.

3. LEGENDA VS FAKTA ILMIAH 

Secara turun-temurun masyarakat memiliki legenda bahwa terubuk adalah "ikan raja-raja" yang digiring dari Sungai Siak oleh Raja Panai dari Kerajaan Siak. 

Namun secara ilmiah, persebaran Tenualosa sp. tidak terbatas pada satu sungai saja. Di sepanjang pantai timur Sumatera hingga Semenanjung Malaysia, ikan sejenis ini banyak ditemukan dengan nama lokal yang berbeda. 

Yang membedakan adalah kondisi habitat: Sungai Barumun memiliki substrat lumpur, aliran, dan salinitas yang cocok sebagai jalur migrasi pemijahan. Bukan karena "digiring raja", tetapi karena naluri biologis ikan untuk kembali ke tempat pemijahan.

Analoginya sama seperti ikan Salmon di Amerika Utara yang berenang ribuan kilometer melawan arus hingga ke hulu gunung untuk bertelur.

Ikan terubuk sering kali disebut sebagai tropical shad atau disamakan dengan karakteristik ikan herring Eropa karena beberapa kemiripan alami, seperti:

Bentuk Fisik memiliki tubuh cenderung pipih (compressed), sisik yang mudah lepas, dan warna dominan putih keperakan.

Kebiasaan Makan, sama-sama bertindak sebagai pemakan plankton (plankton feeder) menggunakan tapis insang mereka untuk menyaring makanan di kolom air. Sehingga ikan ini tidak bisa ditangkap dengan dipancing tetapi dijala atau dijaring. 

Pola Hidup dalam kelompok besar (schooling) dan sering melakukan migrasi ruaya (migrasi massal bersiklus) di kawasan perairan estuaria (air asin dan air tawar bertemu) maupun pesisir.

Sistem Reproduksi: Ikan terubuk memiliki sifat hermafrodit proandri, yaitu berganti jenis kelamin dari jantan (saat usia muda/disebut ikan pias) menjadi betina seiring bertambahnya ukuran dan usia tubuhnya. Sebaliknya, ikan bandeng tidak mengalami fenomena pergantian kelamin dan memijah secara normal di perairan laut dekat pantai.Kebiasaan Makan (Diet): Ikan terubuk secara konsisten menjadi pemakan plankton (plankton feeder) di kolom air pelagis. Sementara itu, ikan bandeng bersifat herbivora saat masih muda (nener memakan plankton/tumbuhan laut) dan berkembang menjadi omnivora saat dewasa dengan memakan udang kecil, cacing, hingga bangkai makhluk tak bertulang belakang. 

4. HIPOTESIS KETERKAITAN: TERUBUK DAN IKAN TERI SUNGAI BARUMUN 

Menarik untuk dikaji lebih lanjut satu fenomena di Meranti Paham: 

Setelah musim terubuk berakhir, nelayan setempat hampir selalu diikuti oleh musim melimpahnya ikan teri sungai. Mengapa hanya di sekitar Meranti Paham tangkapannya paling banyak?

Penulis mengajukan hipotesis awal:  

Apakah mungkin benih-benih ikan terubuk yang menetas di hulu Sungai Barumun sekitar Meranti Paham, kemudian hanyut ke hilir dan dalam fase larva/juvenil berukuran kecil tersebut oleh masyarakat disebut sebagai "ikan teri sungai"?

Jika hipotesis ini benar, maka: 

1.  Meranti Paham dan sekitarnya berpotensi menjadi "groundspawning" atau daerah pemijahan utama ikan terubuk Sungai Barumun.

2.  Kelimpahan ikan teri sungai adalah indikator keberhasilan reproduksi terubuk di tahun tersebut.

3.  Perlindungan terhadap daerah hulu menjadi sangat penting untuk keberlanjutan stok ikan terubuk di seluruh aliran.

Tentu hipotesis ini memerlukan penelitian lebih lanjut dari ahli perikanan dan biologi laut untuk pembuktian melalui uji DNA dan pemantauan siklus hidup.

PENUTUP: MENJAGA SUNGAI, MENJAGA IKON 

Ikan terubuk bukan hanya soal harga di pasar. Ia adalah indikator kesehatan Sungai Barumun. 

Keberadaan terubuk bertelur besar di Meranti Paham menunjukkan bahwa hulu sungai masih memiliki fungsi ekologis sebagai tempat pemijahan. 

Oleh karena itu, menjaga kebersihan sungai, mencegah penangkapan ikan bertelur secara berlebihan, dan melindungi habitat hulu adalah tanggung jawab bersama. 

Sebagaimana legenda menghormati terubuk sebagai "ikan raja", maka sudah selayaknya kita memperlakukan sungai sebagai "istana" bagi keberlangsungan hidupnya.

Wallahu A'lam Bishawab.

Catatan: 

Tulisan ini diharapkan menjadi pemicu diskusi dan penelitian lebih lanjut tentang potensi penyelamatan keberlangsungan ikan terubuk berbasis ekologi lokal di Kabupaten Labuhanbatu.

Share:
Komentar

Berita Terkini