Oleh : Harunsyah Arsyad
Akhirnya kedua pihak antara Kerajaan Tumasik danKerajaan Aceh menyepakati pertandingan segitiga.Sementara itu Simardan hanya bisa manut dan terpaksamengiyakan saja karena tak punya daya untukmenyanggah kedua penguasa itu.
Para undangan lainnya yg turut menyaksikan kesepakatanitu hanya dapat mengikuti saja dari tempat duduknyamasing masing. Mereka malah semakin penasaran ingintahu apa yg akan terjadi selanjutnya.
Mereka semuaberhasrat dapat mengikuti sampai tuntas dari persaingandua kerajaan itu dalam memperebutkan Simardan.Untuk menentukan waktu dan tempat serta aturan aturandalam perlombaan itu nanti akan dirundingan bersamaantara Raja Tumasik, Raja Aceh dan Simardan pada sebuah tempat khusus setelah acara jamuan makanmalam di istana Kerajaan Tumasik nanti malam.
Malampun tiba, setelah selesai acara jamuan makanmalam yg sangat mewah lengkap dengan hiburannya tigapihak yg akan bertanding segitiga itupun masuk padasebuah ruangan khusus yg terpisah dari tempatpertemuan terdahulu dimana majelis para raja raja antarnegeri bersidang.
Di tempat yg dipersiapkan khusus ituketiga pihak melangsungkan pembicaraan segala sesuatutentang pertandingan yg akan mereka laksanakan.Pada tamu tamu lainnya yg menunggu mereka bersidangmengambil kesepakatan dihidangkanlah makananmakanan serta minuman minuman ringan dengan diselingihiburan tari-tarian persembahan puteri-puteri negeri Tumasik yang cantik cantik jelita.
Dara dara itumembawakan tariannya dengan lincah dan lemah gemulaimengikuti alunan musik rebana dan gendang beriramaMelayu.Akhirnya dari musyawarah mufakat diantara tiga pihak itumenghasilkan kesepakatan untuk melaksanakanpertandingan segitiga yg tidak mempergunakan senjataataupun ilmu bela diri.
Akan tetapi hanyalah sebuahpertandingan untuk menghibur para tetamu undangansekalian.Kesepakatannya permainan yg dipilih untuk ditandingkanitu adalah pertandingan sepak raga bola keranjang ygakan dilangsungkan di sebuah tempat yg netral yg beradadi luar Kerajaan Tumasik.
Mereka bertiga sepakat memilih sebuah pulau yg sepi ygmasih sedikit penduduknya. Pulau itu berada di seberangpulau Tumasik. Jaraknyapun cukup dekat dan tidak terlalulama bila didatangi bila berlayar dari negeri Tumasik.Tentunya akan memudahkan dalam mempersiapkanakomodasi untuk para tetamu yg akan menontonpertandingan sebagai hiburan tambahan diluar rencanaacara sebelumnya.
Kepada para tetamu keseluruhan tanpa terkecuali melaluipihak penyelenggara diharapkan sang Raja Tumasikkiranya dapat memundurkan jadwal kepulangannyasampai berakhirnya pertandingan.
Mereka dimintamemundurkan jadwal kepulangannya barang sehari duahari dari yg telah mereka rencanakan semula.Ternyata seluruh undangan sangat antusias untukmengikuti dan sangat gembira mendengarnya.Pulau sepi di seberang pulau Tumasik yg direncanakan.
sebagai tempat pertandingan itu adalah sebuah pulau ygluasnya hampir seukuran Pulau Tumasik. Tanahnya jugasama berwarna kuning kemerah merahan. Di pulau itubanyak pula ditemui batu-batu yang berwarna kehitamhitaman. Batu batu itu bisa dihamparkan ataupun disusunsusun (ampar).
Penduduk setempat menyebut "batuampar". Lama kelamaan karena agar mudahmengucapkannya mereka singkatkan saja menjadi"Batam" (sekarang disebut pulau Batam singkatan dari Batu Ampar).
Untuk memburu waktu segala sesuatupun dengan segeradipersiapkan oleh pihak penyelenggara di pulau itu.Sementara itu para tetamu undangan Raja Tumasik punsudah pula menunda kepulangan mereka ke negerimasing-masing. Semua tertarik untuk menyaksikan langsung pertandingan itu.
Kapal-kapal layar mereka yg semula berlabuh di depan pantai pulau Tumasik kini satu persatu mulai angkat jangkar berlepas ke pulau seberang pulau Batu Ampar(Batam).Keesokan pagi tatkala matahari sedang tersenyum cerah di ufuk Timur hampir tibalah sudah waktu pertandingan sepak raga segitiga itu yg mempertandingkan antara Tim Negeri Aceh,
Tim Negeri Tumasik dan Tim Simardan.Pertandingan itu digelar pada sebuah lapangan terbukayang dibentuk sedemikian rupa di atas tanah kosong disebuah sisi pulau itu.Para pendukung masing masing tim serta para tamuundangan raja Tumasik telah duduk rapi berjejer berlapis lapis mengelilingi lapangan.
Para penontonmasing-masing duduk di atas batu hitam yang sudahdihamparkan dan disusun berjejer dengan rapi.Sedangkan bagi masyarakat dan penonton biasa lainnyasudah penuh berdiri dibelakang garis pemisah.
Garis itumemisahkan dengan para undangan tetamu raja sebagaipenonton istimewa.Sebagai juri (wasit) lengkap dengan pembantu-pembantunya dihunjuk pada perwakilan dari rombongannegeri negeri Tanah Semenanjung.Begitu pula dengan jadwal pertandingan, telah disusun agenda pertandingan oleh pihak penyelenggara selakutuan rumah yaitu dari pihak Kerajaan Tumasik sendiri.
Pada pertemuan mereka bertiga sebelumnya telahdisepakati bahwa setiap tim hanya boleh terdiri dari tigaorang pemain saja tanpa ada pemain cadangan. Dimanapada pertandingan pertama sebagai pembukaan akanbertemu Tim Simardan menghadapi Tim Tumasik. Kepadakedua tim yang sedang bertanding akan diberikan waktuistirahat untuk jeda minum.
Sisa waktu bila ada dapatdigunakan untuk hal hal lain seperti mengganti pakaianpertandingan yg sudah kotor.Setelahnya dilanjutkan pula pertandingan kedua ygmempertemukan antara Tim Simardan dan Tim Aceh.
Kemudian pada pertandingan ketiga sebagai pertandinganterakhir akan berjumpa pula antara Tim Aceh dengan TimTumasik.Secara samar tampaknya jadwal pertandingan itu sudah diatur oleh pihak penyelenggara sedemikian rupa agarTim Tumasik mempunyai waktu istirahat yang lebih banyak dari lawan-lawan yang akan dihadapi tim mereka.Menjelang matahari sepenggalahan tibalah waktupertandingan untuk dimulai.
Pertandingan pertama mempertemukan Tim Simardanmelawan Tim Tumasik. Simardan sebagai kapten timmemimpin rekan rekannya bermain dengan sepenuh hati.Tampak kesungguhan Simardan dalam bermain. Iamengeluarkan segenap kemampuannya dan berusahasemampunya untuk segera memenangkan pertandingantanpa membuang buang waktu.
Akhirnya pertandingan inidimenangkan tim Simardan dengan mudah dengan angkayg mencolok dan dalam waktu yamg singkat.Tak heran karena Simardan yang sedari kecil sudah handal amat lihai dan terampil mempermainkan bola dari rotan itu.
Kemudian permainan dilanjutkan pada pertandingankedua dimana nanti mempertemukan Tim Simardan yang akan berhadapan dengan Tim Aceh.Pertandinganpun sudah dimulai yg berlangsung dengansengit. Terjadi kejar kejaran angka.
Silih berganti memimpin keunggulan dengan perbedaan angka yg tipistipis saja.Tanpa diketahui penonton rupanya Simardan memangdengan sengaja melepaskan kemenangannya dipertandingan kedua itu.Dalam pertandingan itu Simardan terlihat seolah olahsudah kepayahan.
Ia seperti sudah sangat kelelahan seperti sudah kehabisan nafas karena sebelumnya barusaja selesai mengalahkan Tim Tumasik.Pada pertandingan kejar kejaran angka itu berlangsungmemakan waktu yg cukup lama dan amat melelahkankedua tim.
Tak seorangpun yang tahu termasuk rekan Simardan satu tim kalau itu semua adalah siasat dari strategi Simardan dengan membuat habis kekuatan tim Aceh agar nantimudah dikalahkan tim Tumasik pada pertandinganberikutnya.
Ia ingin menutupi prasangka Raja Aceh bahwa sebenarnya ia lebih memilih puteri Tumasik dari pada keluarga Kerajaan Samudera Pasai bila ia mengalahkanmereka.
Akhirnya setelah Simardan melihat Tim Aceh sudah tampak kepayahan sekali dan memastikan mereka sudahkehabisan tenaga dan staminanya semua, disitulahwaktunya Simardan dapat melepaskan kemenangannyadimana angka saat itu masih seimbang. Simardan purapura membuat kesalahan dalam menahan bola dari lawansehingga memberikan angka penutup sekaligusmemberikan kemenangan kepada pihak Tim Aceh.
Dengan hasil pertandingan kedua itu maka kedudukan timTumasik menjadi paling bawah karena belum pernahmenang. Sementara itu tim Aceh dan tim Simardan sudahsama sama sekali menang.
Kini tibalah pada pertandingan yang terakhir yg dapat menentukan siapa juara dalam pertandingan segitiga ini bila tim Aceh dapat mengalahkan Tim Tumasik.Para penonton semakin penasaran untuk menyaksikanpertandingan itu termasuk Simardan sendiri. Dalam hatinya ia mengharapkan tim Tumasik dapat mengalahkantim Aceh yang sudah dibuatnya kehabisan tenaga tadi untukmelempangkan jalan tim Tumasik.
Bila itu terjadi akanmembuat keadaan menjadi berimbang bagi ketiga tim,sama sama mengalami sekali menang dan sekali kalah.Itulah yg diharapkan Simardan bila pertandingan segitigaitu berakhir tanpa pemenang. Tidak ada yg lebih ungguldan tidak ada pula yang direndahkan.
Ternyata yang diharapkan Simardan menjadi kenyataan. TimTumasik yang masih segar dengan punya waktu istirahatyg cukup untuk memulihkan tenaga juga merekamendapat dukungan pula dari sebagian besar penontondisitu yg diramaikan oleh para undangan maupunpenduduknya sendiri.
Para pendukung beramai ramaidatang menonton untuk memberikan dukungan kepadatim Tumasik. Mereka tak henti hentinya bersorak soraimemberikan semangat kepada Tim Tumasik.
Tim Tumasik akhirnya dapat mengalahkan Tim Aceh. Timyg sejak awal pertandingan mereka itu tampak sudahsangat kepayahan akibat pada pertandingan merekasebelumya tanpa mereka sadari sebenarnya sedangdipermain mainkan Simardan. Ia dengan sengajamenahan nahan poin untuk mengulur ulur waktu untukmenguras tenaga Tim Aceh.
Walaupun juga pada akhirnyasetelah dilihatnya tim Aceh sudah habis baru disitu diatanpa disadari kawan dan lawannya maupun semua ygada disitu. Simardan sengaja mengalahkan timnya sendiri.
Simardan mengatur strategi sedemikian itu mengharapkan agar tim Aceh nantinya tidak akan keluar sebagai juarabukan karena dikalahkan oleh timnya karena ia tak inginmemberi malu dan merendahkan mereka.Sampai dengan pertandingan ketiga itu belum juga didapat siapa juara pertandingan segitiga itu. Angkaperolehan poin sekarang menjadi sama bagi ketiga tim itu.Mereka sama sama mengalami sekali menang dan sekalikalah.
Tim Aceh dan tim Tumasik tidak diperkuat oleh rajanyamasing masing. Akan tetapi masing masing tim mereka itudiperkuat dari orang-orang pilihan yg sudah sangat mahir bermain sepak raga (sekarang takraw). Raja Aceh danRaja Tumasik hanya bertindak sebagai kapten yang takbermain.
Mereka berdua memimpin dan mengatur timnyadari luar lapangan sekaligus pula menjadi penonton. Strategi Simardan dalam mengulur ulur waktu dan angkauntuk menghabiskan tenaga Tim Aceh memang jitu.Walaupun tim Aceh dimenangkannya tapi tim Aceh tidakdapat keluar sebagai juara yang bukan pula karenadikalahkannya tapi karena sudah kepayahan akhirnyadapat dikalahkan oleh tim Tumasik dengan mudah. Itulahsiasat Simardan untuk menjaga perasaan kedua orang yang diseganinya itu.
Karena tidak ada pemenang, Raja Aceh sekali lagimeminta kepada raja Tumasik untuk menentukan siapa ygakan keluar menjadi juara harus mempertemukan dua timyg akan berlaga di partai puncak melalui cara diundi.
Pemenang di pertandingan puncak inilah yang akan berhak menentukan jodoh atas diri Simardan sesuai perjanjiansemula. Simardan untuk yg kedua kali hanya dapatterdiam tak mampu menyanggah.Sebelum pengundian itu dilaksanakan Simardanberharapan semoga nantinya yg terundi berjumpa adalahTim Tumasik berhadapan dengan Tim Aceh kembali.
Ia merasa yakin Tim Tumasik akan dapat mengalahkankembali Tim Aceh yg sudah kehabisan tenaga itu.Alhasil diluar pengharapan Simardan terundilah dua timyang akan berjumpa di pertandingan penentuan ygmempertemukan antara Tim Simardan kembali melawanTim Aceh.
Tanpa sepengetahuan Simardan, rupanya sedari tadi dibelakang sana diantara keramaian penonton yg diberikantempat khusus, sang Puteri Raja Tumasik turut jugamenonton.
Ia tampak dipayungi oleh dua dayang dayang.Sang puteri menonton pertandingan hanya dari kejauhansaja. Tampak ia juga dikawal oleh beberapa orangpengawal istana.Setelah ia tahu bahwa Tim Simardan yang akan menghadapiTim Aceh bukan Tim Tumasik, diapun datang kepada ayahandanya memohon izin kiranya dapat menyaksikanpertandingan nanti untuk dapat lebih dekat ke arena.
Dengan berat hati sang ayahanda menyetujui juga.Walaupun ia kuatir puterinya nanti tak kuat mentalnya bilatim Simardan mengalami kekalahan.Diam diam dalam hatinya ayahanda sang puteri berdoasemoga Simardan dapatlah bermain dengansungguh-sungguh, sama seperti ketika Simardanmengalahkan timnya di pertandingan pertama tadi pagi.(Bersambung)







