-->

Pertemuan Rahasia Simardan dan Raja Aceh

Setelah berunding antara ketiga pihak maka disepakati diberikan waktu yang cukup untuk beristirahat bagi kedua tim yang akan melanjutkan pertandingan

Editor: PoskotaSumut.id author photo

Setelah berunding antara ketiga pihak maka disepakati diberikan waktu yang cukup untuk beristirahat bagi kedua tim yang akan melanjutkan pertandingan di partai puncak. Para pendukung kedua tim serta penonton yang akan menyaksikan pertandingan itupun dapat kembali ke kapal atau ke tempat istirahatnya masing masing.  

Sewaktu Raja Aceh beristirahat di kapal megahnya diam diam dari sana ia mengirimkan utusan ke kapal Simardan  untuk menyampaikan undangan khusus darinya. Ini kali kedua Simardan diundang raja ke kapalnya setelah beberapa hari yang lalu. 

Simardan diminta segera datang seorang diri ke kapal mereka seorang diri tanpa membawa pengawal maupun pendamping. Mereka meminta hal itu jangan sampai bocor kepada siapapun di luar mereka tanpa terkecuali. 

Utusan itu menyampaikan pada Simardan bahwa ini adalah sebuah pesan rahasia dari Raja Aceh yg diamanatkan langsung pada mereka sebagai utusan.  Dengan tanpa ada yg mengetahui saat itu juga Simardan dibawa beberapa prajurit raja menggunakan sekoci mereka menuju kapal Raja Aceh yang sedang berlabuh sedikit agak jauh dari pantai pulau Batu Ampar. 

Di kapal Aceh itu Simardan sudah ditunggu oleh sang Raja. Dia sudah menunggu sejak tadi di depan sebuah meja yang di atasnya telah dipenuhi berbagai makanan dan minuman untuk santap siang mereka lengkap dengan beraneka buah segar.  

Sebelum duduk disana Simardan diminta sang raja untuk mandi dan membersihkan diri dahulu di kapal mereka karena ia tahu pasti Simardan belum sempat mandi tadi di kapalnya karena terburu diculik. Lalu Simardanpun dibawa ke sebuah kamar mandi istimewa dengan diantar seorang pelayan. 

Setelah mandi dan bersalin kemudian Simardan diantar kembali menghadap ke meja sang raja.  Sang raja lalu menawarkan agar mereka berdua makan bersama dahulu disitu sebelum memulai pembicaraan. Sambil menyantap makanan yang telah terhidang, dalam suasana santai penuh keakraban mereka mengobrol-ngobrol ringan saja saling bersenda gurau bagai sahabat lama.  

Suasana saat itu sangat cair dan sangat rileks. Sesaat kemudian sang Raja Aceh menepuk nepuk pelan tangan Simardan yang duduk di hadapannya yg ketika itu akan meraih mengambil sesuatu cemilan di atas meja. 

Tanpa dinyana dan juga tanpa diduga Simardan sang Raja seketika dihadapannya langsung mengucapkan selamat pada Simardan. Dia dengan langsung menyatakan pada Simardan telah merestuinya memilih jodohnya yang lain, yaitu Puteri Tumasik. 


Iapun akhirnya mengungkapkan pada Simardan bahwa pada pertandingan tadi sebenarnya Simardan dapat saja memenangkannya lebih awal bila Simardan mau. Dari gelagatnya tadi sewaktu bertanding melawan timnya ia tahu Simardan tak bermain serius dan tak mau menang, tapi juga tak mau kalah begitu saja. 

Sang raja berterus terang mengakui bahwa timnya tadi sebenarnya sudah kalah. Walaupun dalam pertandingan itu akhirnya kelihatan menang di lapangan. Sebuah kemenangan yang diberikan dan tidak layak menjadi pemenang. 

Rupanya tadi sewaktu Simardan bertanding melawan timnya, secara mencuri curi pandang ia memperhatikan dari jauh puteri Tumasik dari tempatnya duduk di meja kehormatan. Ia sempat melihat ada tetesan air mata di sudut mata sang puteri yang jeli.  

Bagi sang raja Aceh itu sudah menunjukkan padanya bahwa betapa besar dan tulusnya perhatian Puteri Tumasik pada Simardan terpancar dari sikap dan gerak lakunya saat menyaksikan pertandingan itu. Walaupun sang Puteri menyembunyikan tangisnya di belakang pundak sang ayah. 

Ketika itu ia terlihat seakan sudah tak sanggup lagi untuk menyaksikan pertandingan mereka itu. Seakan ia tak percaya mengapa Simardan berbuat seperti itu. Seharusnya Simardan juga dapat menjaga perasaan ayahnya dan dia. 

Sesudah makan siang ini nanti malam sang Raja Aceh meminta Simardan untuk datang kembali ke kapalnya. Ada hal penting yang ingin disampaikan padanya secara langsung. Sekarang Simardan dimintanya segera bergegas agar jangan terlambat tiba di lapangan. (Bersambung)  

Share:
Komentar

Berita Terkini