MEDAN – Turnamen Catur Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Sumatera Utara bekerja sama dengan STOK Bina Guna Medan menjadi salah satu upaya mendorong pembinaan pecatur sekaligus menjaring atlet berprestasi di Sumatera Utara.
Turnamen yang memperebutkan Piala Ketua PWI Sumut tersebut berlangsung selama dua hari, 4-5 September 2026, di Aula STOK Bina Guna Medan.
Ketua PWI Sumut H Farianda Putra Sinik mengapresiasi langkah SIWO PWI Sumut yang konsisten menggelar berbagai kegiatan olahraga. Menurutnya, peran SIWO tidak hanya sebatas memberitakan perkembangan olahraga, tetapi juga ikut mengambil bagian dalam pembinaan dan peningkatan prestasi melalui kegiatan nyata.
Farianda menilai turnamen catur tersebut menjadi momentum yang tepat, terutama karena diarahkan untuk mempersiapkan atlet wartawan menghadapi Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2027.
"Semoga dari kegiatan ini kita mendapatkan atlet-atlet terbaik yang nantinya bisa mengangkat posisi Sumatera Utara di Porwanas 2027," ujar Farianda saat membuka kejuaraan di Aula STOK Bina Guna Medan, Jumat (4/9/2026).
Ia menegaskan, atlet yang menunjukkan prestasi pada ajang Porwanas nantinya akan menjadi bagian dari pembinaan PWI Sumut. Karena itu, proses pencarian dan pembinaan atlet harus dilakukan sejak jauh hari.
"Karena yang juara akan kita bina dan kita persiapkan untuk memperkuat tim PWI Sumut di Porwanas 2027. Target kita bisa masuk 10 besar," tegasnya.
KONI Sumut Siapkan Catur Menuju Porprovsu 2026
Wakil Ketua Umum I KONI Sumut Bambang K Wahono mengharapkan seluruh peserta bertanding dengan menjunjung tinggi sportivitas dan mengeluarkan kemampuan terbaik.
Menurutnya, turnamen tersebut juga menjadi momentum untuk melihat potensi atlet yang dapat dipersiapkan menghadapi berbagai ajang olahraga, termasuk Porwanas 2027.
Bambang mengatakan, KONI Sumut saat ini juga tengah mempersiapkan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (Porprovsu) 2026. Cabang olahraga catur menjadi salah satu cabang yang akan dipertandingkan di Pematangsiantar.
"Harapan kami seluruh peserta dapat bertanding dengan sportivitas dan memberikan kemampuan terbaik. Dari sini kita juga bisa melihat potensi-potensi atlet yang nantinya bisa dipersiapkan untuk berbagai kejuaraan," ujarnya.
Kadispora Medan Tengku Chairuniza yang mewakili Wali Kota Medan Rico Waas turut memberikan apresiasi. Dalam sambutan Wali Kota yang dibacakannya, disebutkan bahwa turnamen tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengasah kemampuan sekaligus membangun karakter melalui olahraga.
Pembukaan turnamen turut dihadiri Staf Ahli KONI Pusat Jhon Ismadi Lubis, Ketum KONI Sumut Hatunggal Siregar yang diwakili Waketum I KONI Sumut Bambang K Wahono, perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Sumut David Eltom Nainggolan selaku Kacabdis Wilayah I, Manajer Rahmat International Wildlife Museum & Gallery Nelly, Ketua STOK Bina Guna Dr dr Hj Liliana Puspa Sari SPd MKes, Sekretaris PWI Sumut SR Hamonangan Panggabean, Ketua SIWO PWI Sumut Johny R Silalahi serta para wali dan orang tua peserta.
Jhon Ismadi: Semoga Lahir Grand Master Baru
Tokoh olahraga Sumatera Utara yang juga Staf Ahli KONI Pusat, Jhon Ismadi Lubis, menyampaikan dukungan terhadap pelaksanaan turnamen tersebut.
Ia berharap kompetisi ini tidak hanya melahirkan pecatur berprestasi, tetapi juga menjadi awal munculnya grand master baru dari Sumatera Utara.
"Semoga dari event ini muncul grand master baru sekaligus menghapus dahaga emas PON yang terakhir diraih pada 2008," harapnya.
Jhon juga mengapresiasi peran media dalam mendorong kemajuan olahraga. Menurutnya, pemberitaan media memiliki peran penting dalam meningkatkan motivasi atlet sekaligus mengangkat nama Sumatera Utara melalui prestasi yang diraih.
Percasi Medan Beri Cenderamata untuk SIWO PWI Sumut
Dukungan terhadap turnamen juga datang dari Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Medan.
Ketua Percasi Medan, Immanuel Marudut Simatupang, menyampaikan apresiasi kepada SIWO PWI Sumut yang dinilai turut memberikan perhatian terhadap pembinaan olahraga catur di Medan hingga Sumatera Utara.
Sebagai bentuk apresiasi, Percasi Medan menyerahkan cenderamata kepada SIWO PWI Sumut.
"Kami memberikan cenderamata kepada SIWO PWI sebagai bentuk apresiasi atas dukungan pembinaan olahraga, khususnya catur di Medan hingga Sumut. Hari ini catur, saya yakin akan ada cabang olahraga lain selanjutnya," kata Immanuel.
Menurutnya, dukungan media terhadap olahraga sangat penting. Pemberitaan tidak hanya membantu memperkenalkan atlet, tetapi juga mengangkat prestasi yang mereka raih sehingga dapat menjadi motivasi bagi atlet lainnya.
Ia berharap sinergi antara PWI dan dunia olahraga dapat terus terjalin dan semakin diperkuat untuk mendorong kemajuan olahraga di Sumatera Utara.
Diikuti 122 Pecatur
Sebelumnya, Ketua Panitia Pelaksana Pujianto didampingi Sekretaris Haris Dasril melaporkan, turnamen tersebut diikuti 122 peserta.
Peserta terdiri dari 42 pecatur SMP putra, 44 pecatur SMA putra, 18 pecatur putri gabungan tingkat SMP dan SMA, serta 18 peserta kategori wartawan/jurnalis.
Pertandingan dipimpin perangkat wasit dari Percasi Medan. Sejumlah perangkat pertandingan yang bertugas antara lain Wasit Nasional (WN) Erwin Sebayang, O Sianipar dan A Kahar Muzakkir.
Untuk kategori SMP putra dan SMA putra, masing-masing memainkan enam babak dengan waktu pikir 20 menit.
Sementara kategori putri yang merupakan gabungan SMP dan SMA memainkan lima babak dengan waktu pikir 20 menit. Begitu juga kategori wartawan/jurnalis yang memainkan lima babak dengan waktu pikir 20 menit.
Turnamen ini diharapkan tidak berhenti sebagai ajang kompetisi, tetapi menjadi bagian dari proses panjang pembinaan pecatur di Sumatera Utara, sekaligus mempersiapkan kekuatan terbaik menghadapi berbagai kompetisi olahraga di tingkat nasional.
