SERDANG BEDAGAI - Polsek Firdaus - Polres Serdang Bedagai (Sergai) lakukan evakuasi sesosok mayat yang sudah membusuk,di salah satu rumah di Dusun 7 Desa Firdaus kecamatan Sei Rampah - Sergai,Senin 21 Juli 2025, sore. Diprediksi 5 hari sudah meninggal.
Personel Polsek Firdaus dipimpin oleh Kanit Reskrim Iptu Anggiat Sidabutar langsung ke lokasi bersama Tim Inafis Polres Sergai. Spontan temuan ini membuat heboh di Desa Firdaus,setelah melakukan olah TKP tim Inafis Polres Sergai dan Polsek Firdaus melakukan evakuasi mayat ke ruang jenazah Rumah Sakit Sultan Sulaiman di Firdaus,untuk dilakukan visum atau pemeriksaan medis.
Menurut Kanit Reskrim Polsek Firdaus Iptu Anggiat Sidabutar,korban bernama Syahrial Siregar (65) warga Gang Keluarga Dusun 7 Desa Firdaus. Dalam hal ini pihak Polsek Firdaus sudah menghubungi keluarganya,baik anaknya yang di Medan serta keluarganya yang berada di Sei Rampah.
"Hasil prakiraan medis, korban diperkirakan sudah meninggal sekitar 5 hari yang lalu. Tetapi, karena korban tinggal sendiri di rumah tersebut, sewaktu menghembuskan nafas terakhir tidak ada yang tahu. Setelah tercium aroma tak sedap, dari beberapa warga sekitar lalu hal ini dilaporkan kepada Kepala Dusun (Dusun) 7 dan seterusnya kepada Polsek Firdaus. Saat ini kita menunggu kehadiran anaknya yang sedang dalam perjalanan dari Medan,dan jenazah lagi dilakukan visum luar oleh tim medis dari rumah sakit",, jelas Iptu Anggiat.
Setelah anak-adiknya dan keluarga korban hadir di rumkit Sultan Sulaiman dan mendapat penjelasan dari Dokter yang melakukan pemeriksaan luar,imbuh Kanit Reskrim dimana hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan baik benda tajam atau benda tumpul,selanjutnya oleh keluarga dilakukan Fardu kifayah untuk segera dikebumikan.
Iptu Anggiat juga menambahkan, kalau keluarga korban keberatan untuk dilakukan otopsi dan dibuktikan dengan adanya surat keberatan keluarga yang ditandatangani anak kandungnya diatas materai,tambah Iptu Anggiat.
Dari keterangan beberapa warga sekitar rumah korban terungkap, kalau selama ini korban memang tinggal sendiri di rumah miliknya. Karena anak-anaknya tinggal di Binjai dan Medan dan korban dikenal sebagai orang yang humoris
Kalau tak salah, ucap seorang mamak-mamak tetangga korban, kepada media ini dilokasi mengatakan, lima malam yang lalu sewaktu pulang berjualan di Pasar Malam di lapangan bola kaki Firdaus,kami selisih jalan.
" Baru pulang jualan kau ?" Kata korban maka kujawab,'iya Wak" tapi kulihat korban berjalan sempoyongan sembari terbantu-batuk panjang menuju rumahnya, ucapnya.
Menurut warga sekitar rumah korban, bahwa istri korban sudah hampir 10 tahun berpisah dari korban,untuk mengikuti anaknya yang tinggal di Binjai.
Almarhum Syahrial Siregar merupakan adik kandung dari Alm.Chairullah Siregar (Pejabat Bupati Sergai Pertama), dan Abang kandung dari Ade Chusaini mantan Ketua KNPI Sergai. Korban meninggalkan 4 (empat) orang anak yang semuanya laki-laki,2 sudah berumah tangga dan ada yang masih sekolah tapi mengikuti abang-abang nya di Medan dan Binjai.
Salah seorang menantu korban,saat melihat jenazah almarhum di Rumkit mengatakan,"hari Rabu yang lalu Ayah ada ke Binjai,tidak ada tanda-tanda kalau menderita sakit. Kami juga sudah menyarankan kalau tinggal ajalah di Binjai atau Medan,nggak usah lagi di Firdaus. Jual aja rumah itu,karena nggak ada yang mau tinggal di Firdaus",ucapnya sendu.
Sahabat karib almarhum dan orang yang pertama kali menggedor rumah kurban, Edi Amin Lubis (47) mengata kan," kupikir almarhum ini pergi ketempat anaknya di Medan atau Binjai,memang ada beberapa hari kami nggak ketemu di pangkalan. Terakhir,beliau ada mengeluh kalau dibelakang kepala/badannya sakit tapi tak mengurangi kebiasaan merokok dan ngopinya yang cukup kuat",jelas Amin.
Almarhum juga pernah menjadi Juri/wasit pada pertandingan Trup Gembira Dambaan,beberapa waktu yang lalu bersama Amin Lubis dan Wartawan Dambaan. ( biet )