SEIRAMPAH - Kepala Komunikasi Kepresidenan Republik Indonesia Hasan Nasbi menilai, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di indoesia, sudah terlambat 120 tahun dari negara Inggris.
Hal tersebut disampaikannya saat mengunjungi Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bersama Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution di Desa Cempedak Lobang, Kecamatan Seirampah, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), Provinsi Sumatera Utara, Rabu 30 Juli 2025.
Menurutnya, kita mungkin terlambat 120 tahun dari Inggris karena Inggris 1905 sudah mulai program makan bergizi,Kita mungkin terlambat 120 tahun dari Inggris karena Inggris 1905 sudah mulai program makan bergizi, kalau dibanding dengan Jepang begitu hancur lebur negaranya kena bom atom, 2-3 tahun habis itu dia bikin undang-undang mewajibkan seluruh anak sekolah dapat makan.
"Bahkan, India bukan bicara negara-negara yang lebih maju ini India yang pendapatan perkapitanya mungkin setengahnya kita kalau kita kan pendapatan perkapitanya hampir 5000 US Dollar per tahun, India itu cuman 2.500 US Dollar per tahun tapi dia bikin program makan bergizi gratis di sekolah-sekolah dari 30 tahun yang lalu. Makanya, kalau kita lihat hasilnya sekarang pemimpin perusahaan-perusahaan terbesar di dunia mau bicara Microsoft Google perusahaan-perusahaan teknologi dunia ceo-nya bukan bule, orang-orang umur mereka mungkin sekarang 40 tahun 35 tahun 50 tahun hasil produk dari kerja keras pemerintah 30 tahun jadi program makan bergizi gratis."terangnya.
Jadi lanjutnya, perlu ada pemahaman-pemahaman yang harus disamakan kira-kira seperti itu. Saya ingin katakan bahwa kita hari ini punya presiden yang mungkin berbeda dari Presiden kebanyakan.
Presiden Prabowo Subianto menjalankan berbagai program kerja itu enggak perlu dibikin-bikin lagi. Semua program yang dilakukan oleh Presiden hari ini, itu sudah ada naskah akademiknya sejak belasan tahun yang lalu.
Karena, beliau sudah menulis belasan buku sejak, tahun 2010 tahun 2012 tahun 2014 tahun 2019. Beliau tulis semua dan yang menjadi program kerja hari ini, ada semua dalam tulisan.
"Jadi ini tidak melukis dari ruang hampa, tidak best practice dari berbagai belahan dunia sudah beliau tulis. Kalau kita baca buku paradoks Indonesia, maka pendirian ekonomi Presiden berasal dari buku itu. Kalau kita baca buku strategi transformasi Indonesia itu semua program hari ini berasal dari sana.
Jadi Lanjut Hasan Nasbi, program makan bergizi gratis (MBG) salah satunya ini bukan berasal dari lihat-lihat langit, ngelamun, ngelihat langit gitu, sambil makan kuaci atau sambil minum kopi, Ini bukan hasil perenungan panjang, hasil bacaan panjang, hasil melihat kondisi yang terjadi di berbagai belahan dunia.
Program makan bergizi gratis di 105 negara sudah menjalankan ini. Jadi kalau ada yang masih mempertanyakan apa dasarnya, ini dilakukan sudah ada 105 negara yang menjalankan ini dan memperoleh hasil bahkan negara seperti ruannda di Afrika yang kondisi ekonominya jauh di bidang itu mulai memberikan makan bergizi gratis dengan 2 butir telur.
Dengan dua butir telur, tapi etnis mereka coba paling tidak mereka coba negara kita kan jauh lebih baik jadi kita harus mulai mencobanya ini karena hasilnya akan kita nikmati 10 tahun yang akan datang, 20 tahun yang akan datang,
"Benar kata pak gubernur, generasi emas itu enggak bisa disiapkan tahun 2044, kita butuhnya Indonesia emas diisi oleh generasi emas tahun 2045 kita persiapkan 2024 enggak keburu, bahkan mungkin kita siapkan sekarang aja sudah agak-agak terlambat sedikit dibandingkan negara lain. Tapi enggak apa-apa, kita masih punya jendela selama 20 tahun, makanya ini perlu jadi pemahaman bersama ini bukan bisa-bisanya Pak Prabowo."tegasnya
Dijelaskannya, umumnya, ini ada kajiannya ada dasar ilmiahnya, ada dasar pemikirannya, ada perenungan panjangnya, ada buktinya di negara lain. Jadi, kita nggak bisa nggak untuk juga ikut. Saya sekarang ini perlu pikiran yang sama dari tingkat pusat sampai ke tingkat daerah, dari pemerintah sampai juga ke pihak swasta.
"Kita perlu kolaborasi untuk mempercepat. Uangnya sudah ada, Pak Tigor tadi jaminkan, pokoknya benar ada kan Pak kalau dari wajahnya ada nih uangnya sudah ada, tinggal sekarang kita lakukan walaupun tadi ada catatan dari beberapa kepala daerah tolong juga terobosan-terobosan prosesnya untuk mempercepatnya ada terobosan. Supaya orang-orang sehat bisa memenuhi minimal sepertiga kalori harian anak-anak tambah, harus ena,k karena kalau kita mau bilang sehat, tapi nggak enak makannya kan nggak dimakan juga."terang Hasan
Jadi makanya, tadi saya bilang di sekolah kalau nggak enak kirim aja catatan, kalau nggak enak, karena kan mubazir makanannya. Kalau tidak enak enggak bisa dimakan target kita enggak kesampaian, kalau hanya untuk sarapan dana targetnya bukan itu.
Target kita adalah anak-anaknya makan, dapurnya bisa beroperasi, anggarnya diserap tentu saja, ibu-ibu bisa bekerja juga di sana, bapak-bapak juga bisa bekerja di sana, suppliernya bisa hidup, telur ayam kampung, tahu tempe, nggak boleh dicari jauh-jauh Pak, harusnya dicari dari daerah sekitar, supaya ekonominya hidup.
"Kalau pemerintah belanja sekian banyak kan harusnya ekonomi kita hidup, kenapa kita harus dukung ini, karena pemerintah belanja hari ini, kalau kita beternak ayam sudah pasti ada yang mengambil telurnya. Hari ini kita punya ayam pedaging sudah pasti ada yang mengambil dagingnya, kita enggak bawa ke pasar diambil sama SPPD dapur makan bergizi, sekarang hari ini kita bikin tempe, kita bertanam bayam, kangkung, enggak usah khawatir karena sekali belanja sekali masak 3.500 butir telur, sekali belanja sekali masa mungkin 350 kg ayam sekali masak. Mungkin, hampir 2000 ikat kangkung, ini kan sudah pasti ada yang bisa ambil makanya kalau program ini bisa dikerjakan bersama-sama dan nggak bisa hanya pemerintah pusat.
Lanjutnya, pemerintah pusat siapkan aturan pemerintah pusat siapkan anggaran. Tapi perlu di bawah dibantu bikinkan dapurnya yang swasta juga boleh terlibat. Saya sedang gembira, teman-teman lain dari Gerindra juga bikinkan yayasan untuk mempercepat ini.
"Karena, belanjanya sudah dijamin oleh pemerintah, kalau uangnya sudah ada, kenapa kita malu-malu, kenapa kita sebutkan karena jual beli misah kita jual kangkung ke dapur makan bergizi gratis 2 tahun ke sana itu susah jual belinya orang bekerja di sana terima gaji juga jadi semuanya serba sah ini belanja sekian besar minimal 71 triliun itu belanja yang sah halal halalan thayyiban buat seluruh masyarakat Indonesia jadi tidak ada alasan kita untuk tidak mau sukseskan program makan bergizi gratis.
Hasilnya nanti, anak-anak kita minimal tingginya kayak gubernur begini tidak hanya tingginya begitu tapi otaknya juga benar. Itu riset pemerintah kita Tahun 2022, hampir 60% anak-anak yang pergi ke sekolah itu dalam keadaan perut lapar, alasannya macam-macam, baru lapar karena tidak sempat, karena buru-buru, bisa karena memang tidak ada makanan di rumah. tutupnya.