Menurut Rivai, kolaborasi ini sangat penting untuk memastikan pembangunan di Labusel berjalan efektif dan berkelanjutan. Salah satu contoh pembangunan yang perlu diperhatikan adalah pembangunan jalan lingkar yang belum tuntas selama 17 tahun.
"Harapannya, jalan lingkar ini dapat diselesaikan di masa kepemimpinan Bupati Ferry Sahputra Simatupang dan Syahdian Purba Siboro, sehingga kemacetan lalu lintas di inti kota dapat berkurang dan mengurangi risiko kecelakaan akibat truk-truk bertonase berat," kata Rivai.
Selain itu, Rivai juga mengusulkan beberapa hal lainnya untuk memajukan Labusel, seperti melestarikan Istana Bahran Kota Pinang sebagai ikon Labusel dan cagar budaya, mengelola Labusel sebagai daerah yang subur dan dikenal sebagai daerah perkebunan dan pertanian, serta memberdayakan putra/i daerah yang berkompetensi baik.
Rivai juga mengajak mahasiswa untuk aktif melakukan seminar-seminar tentang bagaimana mempercepat pertumbuhan pembangunan di Labusel. Dengan demikian, diharapkan Labusel dapat menjadi daerah yang maju dan sejahtera.