-->

Laporan Bencana di Sumatera Utara: Hujan Ekstrem Picu Banjir, Longsor, dan Kerusakan Infrastruktur di Sejumlah Daerah

Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Sumatera Utara sejak awal pekan memicu serangkaian bencana alam berupa banjir, banjir bandang, t

Editor: PoskotaSumut.id author photo


MEDAN — Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Sumatera Utara sejak awal pekan memicu serangkaian bencana alam berupa banjir, banjir bandang, tanah longsor, hingga angin puting beliung di sejumlah kabupaten/kota. Berdasarkan laporan resmi Pusdalops-PB BPBD Provinsi Sumatera Utara pada Rabu, 26 November 2025 pukul 15.00 WIB, terdapat sembilan daerah yang terdampak cukup serius.

1. Kabupaten Langkat

Empat kecamatan di Langkat—Babalan, Brandan Barat, Sei Lapan, dan Besitang—dilanda banjir akibat curah hujan tinggi. Petugas BPBD masih melakukan pendataan jumlah korban dan kerusakan rumah maupun infrastruktur. Kebutuhan mendesak meliputi personel tambahan, logistik, peralatan, serta sarana komunikasi dan listrik.

2. Kabupaten Tapanuli Tengah

Banjir bandang melanda tujuh kecamatan, disusul tanah longsor di enam kecamatan lain. Empat warga dilaporkan meninggal dunia. Satu unit masjid dan empat sekolah mengalami kerusakan. Evakuasi dan pendataan masih berlangsung, dengan kebutuhan mendesak yang sama: personel, logistik, dan peralatan penanganan darurat.

3. Kota Sibolga

Sibolga turut terdampak banjir bandang di empat wilayah kecamatan, serta empat titik longsor. Korban jiwa dan kerusakan fisik masih dalam proses pendataan. Tim gabungan terus melakukan evakuasi serta asesmen lapangan.

4. Kabupaten Mandailing Natal

Madina menjadi salah satu daerah terdampak paling luas, dengan 12 titik banjir bandang, 6 titik longsor, dan satu kejadian angin puting beliung. Sebanyak 776 KK mengungsi, sementara 14 rumah rusak berat. Kerusakan lain meliputi 85 hektare lahan pertanian, satu unit sekolah, dan Jembatan Bosi yang rusak. Evakuasi dan pendataan masih berlangsung.

5. Kabupaten Tapanuli Selatan

Banjir bandang terjadi di tujuh kecamatan dan longsor di empat kecamatan. Sebanyak 13 orang meninggal dunia, 37 luka-luka, tiga masih hilang, dan sekitar 3.000 KK mengungsi. Kerusakan rumah mencapai 330 unit dengan tingkat kerusakan bervariasi. Satu sekolah dilaporkan rusak.

6. Kabupaten Tapanuli Utara

Empat kecamatan terdampak banjir bandang dan empat titik longsor. Sebanyak 19 KK mengungsi, lima rumah rusak berat, dan satu jembatan terputus. Jalan di empat lokasi juga mengalami kerusakan.

7. Kota Padangsidimpuan

Dua kecamatan dilanda banjir bandang. Satu warga dilaporkan hilang, sementara 240 KK (870 jiwa) terpaksa mengungsi. Data kerusakan rumah dan fasilitas umum masih dihimpun.

8. Kabupaten Pakpak Bharat

Satu titik banjir bandang dan lima titik longsor menciptakan gangguan mobilitas di beberapa kecamatan. Satu warga meninggal dunia dan dua rumah rusak berat. Satu ruas jalan juga ikut terdampak.

9. Kabupaten Nias Selatan

Tanah longsor akibat cuaca ekstrem menyebabkan satu rumah rusak berat dan gangguan pada satu ruas jalan. Tidak ada korban jiwa.

BPBD Sumatera Utara memastikan upaya penanganan sedang dimaksimalkan di seluruh lokasi terdampak, termasuk evakuasi warga, pendataan kerusakan, serta pengiriman bantuan darurat. Kebutuhan utama yang diperlukan di hampir seluruh daerah adalah penambahan personel, logistik, peralatan lapangan, serta fasilitas komunikasi dan listrik.

Informasi lanjutan akan diperbarui sesuai perkembangan di lapangan.

Share:
Komentar

Berita Terkini