Bagian Perekonomian Pemkab Paluta, Netty Joeana, menjelaskan bahwa suplai BBM dari Depot Pertamina Sibolga terganggu akibat bencana, sehingga distribusi sementara dialihkan dari Depot Pertamina Dumai.
“Armada BBM dari Dumai dibagi dua untuk kebutuhan Sumatera Utara. Pengiriman ke Paluta berjadwal, dan setiap pengisian di dua SPBU dilakukan dengan pengawalan Polisi, TNI, Satpol PP, dan pihak Pemda,” jelasnya.
Pembatasan Pembelian, Himbauan untuk Pengecer
Untuk meredam kelangkaan, Pemkab Paluta segera mengeluarkan surat imbauan kepada para pengecer agar mengurangi aktivitas pembelian yang menyebabkan harga BBM melonjak di lapangan.
“Pemda sudah mengeluarkan kebijakan pembatasan pembelian BBM di SPBU: sepeda motor maksimal 3 liter dan mobil 15 liter,” ujarnya.
Netty berharap situasi pasokan dapat segera normal sehingga masyarakat kembali beraktivitas seperti biasa.
“Kami meminta masyarakat bersabar, tidak melakukan panic buying, dan aparat penegak hukum meningkatkan pengawasan agar tak terjadi penyelewengan,” tambahnya.
Harga Pertalite Eceran Tembus Rp20 Ribu
Di lapangan, kelangkaan membuat harga BBM eceran meroket. Seorang pengecer di Gunung Tua mengatakan harga pertalite mencapai Rp20.000 per liter.
“Kami belinya dari agen Dumai Rp18.000 per liter, itu pun susah sekali dapatnya,” ujarnya.
Pemkab Paluta menyatakan terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan Pertamina untuk menstabilkan pasokan BBM di wilayah tersebut.
