LABUSEL– Suasana hangat penuh keakraban terasa di Pendopo Rumah Dinas Bupati saat Bupati Labuhanbatu Selatan, Fery Sahputra Simatupang, menggelar ramah tamah bersama Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Labusel yang baru, Alexander Zaldi, SH., MH., Senin (11/5/2026) malam.
Kegiatan diawali dengan makan malam bersama dalam nuansa santai dan kekeluargaan. Selanjutnya, Bupati Fery secara langsung memasangkan kain songket dan tanjak kepada Kajari baru sebagai bentuk penghormatan sekaligus simbol penyambutan di Kabupaten Labuhanbatu Selatan.
Malam kebersamaan itu kemudian dilanjutkan dengan “ngopi serambi”, suasana ngobrol santai yang penuh kehangatan antara unsur pemerintah daerah dan jajaran Kejaksaan Negeri Labusel.
Dalam sambutannya, Bupati Fery menyampaikan ucapan selamat datang dan selamat bertugas kepada Alexander Zaldi. “Atas nama Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan dan seluruh masyarakat, saya mengucapkan selamat datang dan selamat bertugas kepada Bapak Alexander Zaldi, SH., MH. Semoga amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh dedikasi, integritas, dan semangat pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” ucapnya.
Bupati menegaskan, kehadiran Kajari baru diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan suasana yang aman, tertib, dan kondusif.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya membutuhkan kerja keras pemerintah, tetapi juga dukungan penegakan hukum yang adil, humanis, dan berwibawa. Selama ini, hubungan antara Pemkab Labusel dengan Kejari telah terjalin baik, khususnya dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.
“Kami berharap hubungan harmonis dan kerja sama yang telah terbina dapat terus ditingkatkan. Tantangan pembangunan ke depan semakin kompleks, sehingga kolaborasi antar lembaga menjadi kunci penting dalam menjaga stabilitas daerah serta memberikan rasa keadilan dan kepastian hukum bagi masyarakat,” lanjutnya.
Di akhir sambutan, Bupati berharap Kajari yang baru dapat segera menyesuaikan diri dengan budaya masyarakat Labuhanbatu Selatan yang menjunjung tinggi nilai kekeluargaan, kebersamaan, dan gotong royong.
Ramah tamah tersebut menjadi simbol eratnya hubungan antara pemerintah daerah dan unsur penegak hukum di Labuhanbatu Selatan, sekaligus memperlihatkan semangat kebersamaan dalam membangun daerah yang aman, harmonis, dan berkeadilan.
(Haryan Harahap).
