-->

Disbudekraf Sumut : Tantangan Destinasi Toba Caldera Dorong Geosite Tidak Sekadar Tempat Wisata

Pengembangan Toba Caldera UNESCO Global Geopark tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga memastikan setiap kawasan

Editor: PoskotaSumut.id author photo


MEDAN – Pengembangan Toba Caldera UNESCO Global Geopark tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga memastikan setiap kawasan geosite mampu menjadi destinasi yang memiliki nilai edukasi, budaya, dan ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Hal ini disampaikan Kabid pengembangan Destinasi Kreatif Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sumatera Utara, Adry Ginting dalam diskusi bersama insan media terkait persiapan GEOPARK 2026. Senin (23/062026).

Salah satu tantangan besar yang masih dihadapi adalah bagaimana mengubah kawasan wisata agar tidak hanya menjadi tempat singgah sementara bagi wisatawan.

Ia mencontohkan, selama ini sebagian wisatawan yang datang ke kawasan Danau Toba, khususnya Parapat, masih cenderung hanya menikmati pemandangan dan menginap di hotel dengan panorama danau tanpa memiliki banyak pilihan aktivitas wisata lainnya.

“Ketika keluarga datang ke Parapat, biasanya yang pertama dicari adalah hotel yang view-nya ke danau. Setelah itu mau ke mana lagi? Ini yang perlu kita jawab bersama,” ujarnya.

Menurutnya, ke depan perlu ada penguatan destinasi pendukung yang mampu memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan, mulai dari wisata budaya, edukasi, hingga aktivitas berbasis geologi dan lingkungan.

Ia menilai kawasan Geopark Toba Caldera memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan menjadi daya tarik baru, termasuk memanfaatkan kekayaan budaya lokal dan cerita sejarah terbentuknya Danau Toba.

“Jangan sampai wisatawan hanya datang, melihat danau, lalu pulang. Kita harus menciptakan destinasi baru yang membuat mereka tinggal lebih lama dan memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat,” katanya.

Selain pengembangan destinasi, pengelola juga menekankan pentingnya penelitian dan kajian terhadap 16 geosite yang saat ini menjadi bagian kawasan geopark.

Ke depan, setiap geosite akan diarahkan memiliki karakter atau tema masing-masing sehingga tidak hanya menjadi lokasi perjalanan wisata, tetapi juga menjadi pusat edukasi dan konservasi.

“Geosite yang ada bisa dikembangkan dengan tema tertentu, misalnya ada yang fokus pada budaya, kesehatan, edukasi, atau konservasi. Sehingga setiap lokasi memiliki cerita dan daya tarik sendiri,” jelasnya.

Pengelola berharap pengembangan tersebut mampu menjadikan Toba Caldera UNESCO Global Geopark sebagai kawasan wisata berkelanjutan yang tidak hanya mengejar jumlah kunjungan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar Danau Toba.

Share:
Komentar

Berita Terkini