SERDANG BEDAGAI – Isu kelangkaan pupuk bersubsidi jenis urea pada awal musim tanam di sejumlah wilayah Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) mendapat perhatian berbagai pihak. Menyikapi informasi tersebut, sejumlah penyalur dan distributor memastikan ketersediaan pupuk subsidi untuk kebutuhan petani di Sergai dalam kondisi aman.
Salah seorang penyalur pupuk bersubsidi di Desa Bingkat, Kecamatan Pegajahan, Hardi, mengakui bahwa terdapat petani yang mengalami kesulitan memperoleh pupuk urea. Namun, menurutnya kondisi tersebut umumnya dialami petani yang tidak terdaftar sebagai anggota kelompok tani penerima pupuk subsidi.
“Yang mengalami kesulitan membeli biasanya petani yang tidak terdaftar dalam kelompok tani atau tidak masuk dalam data penerima. Untuk anggota kelompok yang terdaftar, sejauh ini masih dapat dilayani sesuai ketentuan,” ujar Hardi saat dikonfirmasi, Kamis (4/6/2026).
Ia menegaskan, harga pupuk yang disalurkan tetap mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
Sementara itu, Direktur CV Bedagai Agro Sejati (BAS), Rismauli br Nadeak, selaku distributor pupuk bersubsidi untuk wilayah Serdang Bedagai, memastikan stok pupuk subsidi, khususnya urea, dalam kondisi mencukupi untuk memenuhi kebutuhan petani selama musim tanam.
Menurut Rismauli, sempat terjadi kendala pasokan akibat terganggunya produksi pabrik pupuk urea di Lhokseumawe, Aceh, yang terdampak bencana alam. Namun kondisi tersebut kini telah berangsur normal setelah adanya tambahan pasokan dari Kalimantan Timur.
“Memang sempat ada kendala karena pabrik pupuk urea di Lhokseumawe terdampak bencana sehingga produksi terganggu. Namun saat ini sudah masuk tambahan pasokan pupuk urea dari Kalimantan Timur sebanyak 25.000 ton. Dengan kondisi tersebut, stok pupuk urea untuk wilayah Sergai kami pastikan aman,” jelas Rismauli.
Ia menambahkan, pihaknya juga telah memprioritaskan kebutuhan pupuk bagi petani yang memasuki masa awal tanam. Sedangkan untuk pupuk subsidi jenis NPK yang umumnya digunakan pada pertengahan musim tanam, stok juga telah disiapkan karena produksi dari pabrik di Aceh kembali berjalan normal.
Rismauli mengingatkan seluruh agen dan penyalur agar mendahulukan petani yang terdaftar dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK), sesuai aturan penyaluran pupuk bersubsidi yang berlaku.
“Petani yang terdaftar dalam RDKK harus menjadi prioritas. Ini bukan soal pilih kasih, tetapi memang aturan pemerintah yang harus dijalankan agar distribusi pupuk subsidi tepat sasaran,” tegasnya.
Selain itu, pihak distributor juga meminta seluruh agen penyalur di Kabupaten Serdang Bedagai untuk aktif berkoordinasi dan segera melaporkan apabila ditemukan kendala dalam proses distribusi pupuk subsidi di lapangan.
“Kami terus menjalin komunikasi dengan para penyalur. Jika ada hambatan atau permasalahan dalam pendistribusian, kami berharap segera dilaporkan agar dapat dicarikan solusi bersama,” pungkas Rismauli.
Dengan adanya tambahan pasokan dan normalisasi produksi pabrik, diharapkan kebutuhan pupuk bersubsidi bagi petani di Kabupaten Serdang Bedagai dapat terpenuhi sehingga aktivitas pertanian pada musim tanam tahun ini berjalan lancar.
