MEDAN – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Koperasi dan UKM terus memperkuat daya saing pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan meluncurkan sejumlah program strategis. Salah satu program unggulan yang tengah dipersiapkan adalah Sumut Digital Market, sebuah platform yang dirancang untuk membuka akses produk UMKM Sumut ke pasar internasional melalui marketplace global Alibaba.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sumatera Utara Juliani Siregar menjelaskan, program tersebut saat ini masih dalam tahap persiapan teknis setelah dirinya mulai bertugas pada pertengahan Juli 2026.
"Harapan kami, Sumut Digital Market dapat menjadi pintu masuk bagi UMKM binaan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk menembus pasar ekspor dan bersaing di pasar global," ujarnya, pada konferensi pers yang digelar Dinas Kominfo Sumut, di aula Dekranasda Sumut di kantor Gubernur Sumatera Utara, Kamis (23/7/2026).
Menurutnya, Sumut Digital Market merupakan program strategis daerah yang bertujuan memperluas akses pemasaran produk unggulan Sumatera Utara hingga ke pasar internasional melalui platform perdagangan digital Alibaba.
60 UMKM Sedang Dikurasi
Sebagai tahap awal, Dinas Koperasi dan UKM sedang melakukan proses kurasi terhadap 60 UMKM potensial ekspor dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Utara.
Proses kurasi dilakukan untuk memastikan produk yang dipilih telah memenuhi standar kualitas, kapasitas produksi, legalitas, hingga kesiapan memasuki pasar internasional.
"Dari hasil kurasi tersebut nantinya akan dipilih UMKM yang benar-benar siap untuk didaftarkan ke marketplace Alibaba," katanya.
Pendaftaran ke Alibaba juga memerlukan investasi yang tidak sedikit. Untuk kategori perusahaan skala besar, biaya keanggotaan dapat mencapai sekitar Rp180 juta.
Karena itu, pemerintah akan memilih pelaku usaha yang benar-benar memiliki kesiapan ekspor agar program tersebut berjalan efektif.
Selain proses kurasi, peserta juga akan memperoleh berbagai bentuk pendampingan, mulai dari pelatihan ekspor, pendampingan bisnis, percepatan akses ke Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, hingga aktivasi dan optimalisasi akun marketplace internasional.
Pada tahun 2026, pemerintah menargetkan 100 UMKM Sumatera Utara dapat bergabung dalam ekosistem Sumut Digital Market. Selain UMKM binaan Dinas Koperasi dan UKM, target tersebut juga akan dipenuhi melalui kolaborasi dengan Bank Indonesia yang selama ini memiliki program pembinaan UMKM berorientasi ekspor.
Sumut Halal Fest Digelar Agustus
Selain Sumut Digital Market, Pemprov Sumut juga menyiapkan program unggulan lainnya yakni Sumut Halal Fest 2026 yang direncanakan berlangsung pada 11–12 Agustus 2026 bekerja sama dengan Bank Indonesia.
Dalam kegiatan tersebut, pemerintah akan memberikan 1.000 sertifikat halal secara gratis kepada pelaku UMKM.
Program ini diharapkan mampu mempercepat peningkatan daya saing produk lokal sekaligus mendukung implementasi kebijakan nasional mengenai kewajiban sertifikasi halal.
"Kami mengajak seluruh pelaku UMKM yang belum memiliki sertifikat halal untuk memanfaatkan kesempatan ini. Pemerintah akan memfasilitasi penerbitan 1.000 sertifikat halal secara gratis," katanya.
Selain fasilitasi sertifikasi halal, rangkaian kegiatan Sumut Halal Fest juga akan diisi dengan:
Workshop UMKM Go Halal;
Expo Produk Halal;
Business Matching pembiayaan bersama Bank Indonesia; serta
Pembentukan Halal Center sebagai pusat layanan konsultasi dan pendampingan halal bagi UMKM.
Halal Center tersebut akan ditempatkan di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Koperasi dan UKM Sumut di kawasan PRSU Medan.
Selain layanan sertifikasi halal, UPTD tersebut juga akan dikembangkan sebagai pusat pelayanan UMKM, mulai dari konsultasi usaha, pendampingan legalitas, hingga pengembangan bisnis.
PLUT Akan Disulap Menjadi Pusat UMKM
Program lain yang sedang disiapkan adalah revitalisasi Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) agar menjadi pusat promosi dan pemasaran produk UMKM Sumatera Utara.
Selama ini PLUT dinilai belum mampu menarik minat masyarakat secara optimal. Karena itu, pemerintah berencana mengubah konsepnya menjadi pusat aktivitas UMKM yang lebih modern dan menarik.
Sejumlah nama bahkan tengah dikaji sebagai identitas baru, seperti UMKM Mall, Local Mall, maupun Local Point, sehingga kawasan tersebut nantinya dapat menjadi etalase produk-produk unggulan Sumatera Utara.
Pemerintah berharap seluruh program strategis tersebut mampu mempercepat transformasi UMKM Sumatera Utara menjadi pelaku usaha yang lebih profesional, berdaya saing global, serta mampu meningkatkan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah melalui digitalisasi, ekspor, dan penguatan ekosistem usaha.
