MEDAN – Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution mengajak seluruh organisasi kepemudaan di Sumut memperkuat kolaborasi dalam menghadapi berbagai persoalan sosial yang masih menjadi tantangan di daerah.
Menurut Bobby, persoalan seperti penyalahgunaan narkoba, kriminalitas, pungutan liar (pungli), hingga pengiriman tenaga kerja ilegal ke luar negeri tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Bobby saat menghadiri pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Sumut periode 2026–2031 sekaligus Musyawarah Daerah (Musda) IX AMPI Sumut di Regale International Convention Centre, Jalan Adam Malik, Medan, Minggu (21/6/2026) malam.
“Banyak persoalan yang harus kita selesaikan bersama. Organisasi kepemudaan jangan hanya berjalan sendiri-sendiri, tetapi harus duduk bersama dan berkolaborasi untuk mencari solusi atas berbagai persoalan yang ada di daerah,” ujar Bobby.
Ia menilai organisasi kepemudaan memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam menciptakan perubahan positif, terutama dalam membangun karakter dan kualitas generasi muda.
Selain persoalan sosial, Bobby juga menyoroti perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang membawa tantangan baru bagi generasi muda.
Menurutnya, perubahan zaman harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), sehingga pemuda Sumatera Utara mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
“Pemerintah Provinsi Sumatera Utara siap mendukung program-program kepemudaan yang berorientasi pada pengembangan SDM, peningkatan literasi digital, dan pemberdayaan generasi muda menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Bobby mengapresiasi kiprah AMPI Sumut yang dinilai terus berkembang dan memberikan kontribusi dalam pembinaan generasi muda.
Ia berharap kepengurusan baru AMPI Sumut dapat menjadi penggerak kolaborasi organisasi kepemudaan serta memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
“Selamat kepada Bang David Luther dan seluruh pengurus yang baru dilantik. Semoga AMPI semakin maju, semakin dicintai masyarakat, dan terus memberikan kontribusi terbaik untuk Sumatera Utara,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Umum DPP AMPI Jerry Sambuaga mengapresiasi pelaksanaan Musda IX AMPI Sumut yang berlangsung cepat dan kondusif.
Menurut Jerry, proses penetapan Ketua DPD AMPI Sumut menjadi salah satu yang tercepat dalam sejarah pelaksanaan Musda AMPI di Indonesia.
“Tidak sampai 30 menit proses penetapan ketua selesai. Ini menunjukkan bahwa Bang David dicintai dan mendapat dukungan penuh dari seluruh AMPI kabupaten/kota di Sumatera Utara,” ujar Jerry.
Ia berharap kepengurusan baru AMPI Sumut dapat memperkuat konsolidasi organisasi hingga tingkat desa dan akar rumput.
Ketua DPD AMPI Sumut David Luther menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya untuk memimpin organisasi tersebut selama lima tahun ke depan.
David mengatakan, perjalanan kepemimpinannya di AMPI Sumut dimulai sejak 2018 sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD AMPI Sumut, kemudian dilantik secara definitif pada 2021.
“Tanpa dukungan seluruh kader dan pengurus AMPI di kabupaten dan kota, saya tidak bisa berbuat apa-apa. Terima kasih atas kebersamaan dan dukungan yang telah diberikan selama ini,” ujarnya.
Ia menegaskan, AMPI akan terus berupaya menjadi wadah bagi generasi muda yang visioner sekaligus menjadi mitra pemerintah dalam menjawab tantangan zaman.
Menurutnya, tantangan pemuda saat ini semakin kompleks, mulai dari penyalahgunaan narkoba, perkembangan teknologi digital, hingga tuntutan penguasaan teknologi AI.
“Kami berharap AMPI menjadi barometer organisasi kepemudaan di Sumatera Utara dan siap berkolaborasi dengan pemerintah dalam membangun daerah,” pungkas David.
.JPG.jpeg)