-->

Satpol PP Sumut Ungkap Jalur Rawan Masuk Narkoba di Perairan Tanjungbalai-Asahan, Temukan Sejumlah Titik Transit

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Sumatera Utara bersama aparat terkait terus memperkuat patroli gabungan dalam upaya mencegah masuknya

Editor: PoskotaSumut.id author photo


MEDAN – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Sumatera Utara bersama aparat terkait terus memperkuat patroli gabungan dalam upaya mencegah masuknya peredaran narkoba melalui jalur perairan, khususnya kawasan Tanjungbalai dan Kabupaten Asahan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Satpol PP Sumut Dr.Muttaqien Hasrymi. S.STP. dan jajaran dalam pertemuan bersama jajaran pemerintah daerah dan insan media. Ia menjelaskan, pihaknya telah melakukan operasi terpadu pada 5 Juni 2026 dengan melibatkan Satpol PP kabupaten/kota, Badan Narkotika Nasional (BNN), TNI, dan Polri. Rabu (24/06/2026), di ruang Lobby Dekranasda Sumut kantor Gubernur Sumatera Utara.

Dalam operasi tersebut, tim gabungan menyasar sejumlah pintu masuk yang diduga menjadi jalur rawan penyelundupan narkoba di wilayah pesisir Tanjungbalai.

“Perairan Tanjungbalai sangat luas. Kami bersama Polairud melakukan penyisiran menggunakan dua unit kapal dengan personel sekitar 30 orang. Kami melihat langsung kondisi di lapangan, termasuk beberapa sungai kecil yang memiliki akses menuju daratan,” ujarnya.

Dari hasil patroli, petugas menemukan sejumlah titik yang dinilai berpotensi menjadi jalur masuk barang ilegal. Titik-titik tersebut kemudian menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat pengawasan bersama pemerintah daerah dan aparat penegak hukum.

Ia menyebutkan, posisi geografis wilayah Tanjungbalai-Asahan yang berdekatan dengan jalur internasional menjadi salah satu tantangan dalam pengawasan.

“Jarak dari lokasi kita ke wilayah Malaysia relatif dekat. Dengan kapal cepat bisa ditempuh sekitar satu hingga dua jam. Artinya aksesnya sangat mudah,” katanya.

Berdasarkan hasil koordinasi dan informasi yang diterima, pelaku diduga memiliki pola perjalanan dengan sistem transit atau titik pemberhentian sebelum masuk ke wilayah Indonesia.

“Dari informasi yang kita dapat, ada beberapa checkpoint. Barang tidak langsung masuk, tetapi berpindah dari satu titik ke titik lain. Ini yang menjadi perhatian kita,” jelasnya.

Menurutnya, pola tersebut membuat pengawasan membutuhkan sinergi antarinstansi, termasuk dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, dan BNN.

Selain melakukan patroli perairan, Satpol PP juga menyoroti dampak sosial akibat penyalahgunaan narkoba, terutama terhadap keluarga dan generasi muda.

Ia mengatakan, persoalan narkoba tidak hanya berkaitan dengan tindak pidana, tetapi juga berdampak terhadap kehidupan keluarga serta meningkatnya potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Ketika seseorang sudah terpapar narkoba, dampaknya bisa merusak keluarga dan memicu persoalan lain. Ini menjadi perhatian kita bersama,” ujarnya.

Satpol PP Sumut menegaskan patroli gabungan tersebut tidak akan berhenti pada kegiatan pertama. Ke depan, kegiatan serupa akan kembali dilakukan dengan memperluas koordinasi bersama kabupaten/kota.

“Kami tidak berhenti di patroli pertama. Akan ada kegiatan lanjutan dan kami terus berkomunikasi dengan daerah untuk memperkuat pencegahan,” pungkasnya.

Share:
Komentar

Berita Terkini