-->

Longsor Dua Titik Tutup Jalan di Tigalingga Dairi, Akses Dibuka Tengah Malam

Tanah longsor terjadi di dua titik di Dusun Pertumbungan, Desa Sarintonu, Kecamatan Tigalingga, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, Selasa (15/9/2026)

Editor: PoskotaSumut.id author photo


DAIRI
– Tanah longsor terjadi di dua titik di Dusun Pertumbungan, Desa Sarintonu, Kecamatan Tigalingga, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, Selasa (15/9/2026) malam.

Material tanah longsor bersama pohon tumbang menutup badan jalan hingga tidak dapat dilalui kendaraan maupun masyarakat.

Informasi kejadian diterima Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Dairi dari Camat Tigalingga sekitar pukul 21.19 WIB.

Mendapat laporan tersebut, personel BPBD Kabupaten Dairi bersama petugas Pos Pemadam Kebakaran Tigalingga langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan.

Tim tiba di lokasi sekitar pukul 21.56 WIB dan langsung melakukan proses evakuasi dengan melibatkan 10 personel.

Dalam penanganan tersebut, BPBD Dairi mengerahkan satu unit alat berat backhoe loader dan satu unit mobil pemadam kebakaran. Petugas juga menggunakan peralatan manual seperti parang dan cangkul untuk membersihkan material serta pohon yang tumbang.

Material longsoran diketahui menutup badan jalan sepanjang kurang lebih 10 meter.

Petugas kemudian menggunakan alat berat untuk memindahkan material tanah dari badan jalan. Sementara itu, pohon tumbang dipotong dan dibersihkan dengan melibatkan aparat desa serta masyarakat setempat.

Setelah material longsor berhasil disingkirkan, mobil pemadam kebakaran digunakan untuk menyiram badan jalan guna membersihkan sisa lumpur dan memastikan akses kembali aman dilalui.

Proses penanganan berlangsung hingga Rabu (16/9/2026) dini hari dan selesai sekitar pukul 00.17 WIB.

Tidak ada korban jiwa maupun laporan korban luka dalam kejadian tersebut. Setelah material longsoran dan pohon tumbang dibersihkan, akses jalan kembali dapat dilalui masyarakat dan kendaraan.

BPBD Kabupaten Dairi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana, terutama ketika kondisi cuaca berpotensi memicu terjadinya longsor.

Masyarakat juga diminta saling membantu serta mendukung upaya penanganan bencana di lingkungan masing-masing guna menjaga keamanan dan keselamatan bersama. (Capah)

Share:
Komentar

Berita Terkini