-->

Vaksin Rabies Langka di Faskes Pemko Medan, Pirngadi Kosong Sebulan, DPRD Desak Dinkes Bergerak

Persoalan ketersediaan vaksin rabies di fasilitas kesehatan milik Pemerintah Kota Medan mulai mendapat sorotan serius. Pasalnya, masyarakat yang membu

Editor: PoskotaSumut.id author photo



MEDAN — Persoalan ketersediaan vaksin rabies di fasilitas kesehatan milik Pemerintah Kota Medan mulai mendapat sorotan serius. Pasalnya, masyarakat yang membutuhkan vaksin pascapaparan rabies disebut kesulitan mendapatkannya secara gratis, sementara stok vaksin di RSUD dr Pirngadi Medan bahkan telah kosong selama sekitar satu bulan.

Kondisi tersebut membuat Sekretaris Komisi II DPRD Kota Medan, H. Iswanda Ramli, mendesak Dinas Kesehatan Kota Medan segera memastikan vaksin rabies tersedia di seluruh fasilitas kesehatan milik Pemko Medan.

Menurut Iswanda, vaksin rabies tidak seharusnya diperlakukan sebagai obat biasa yang baru dicari ketika masyarakat membutuhkannya. Ketersediaannya harus dipastikan karena paparan rabies dapat berakibat fatal apabila tidak segera mendapatkan penanganan.

“Dinkes Medan harus memastikan ketersediaan vaksin rabies untuk masyarakat Kota Medan secara gratis. Vaksin itu harus tersedia di RS Pirngadi, RS Bachtiar Djafar, hingga seluruh puskesmas di Kota Medan,” tegas Iswanda Ramli, Rabu (26/8/2026).

Yang menjadi persoalan, berdasarkan informasi yang disampaikan Iswanda, dari sejumlah fasilitas kesehatan milik Pemko Medan, vaksin rabies gratis saat ini disebut hanya tersedia di Puskesmas Bestari, Kecamatan Medan Petisah.

Sementara itu, RSUD dr Pirngadi yang merupakan salah satu rumah sakit milik Pemko Medan justru mengalami kekosongan stok vaksin tersebut.

Plt Dirut RSUD dr Pirngadi, dr Mardohar Tambunan, M.Kes, membenarkan kondisi tersebut.

“Iya, saat ini stok vaksin rabies di RS Pirngadi memang lagi kosong. Sudah kosong dari sekitar satu bulan yang lalu,” ujar Mardohar.

Mardohar menjelaskan, pihak rumah sakit telah menyampaikan kondisi tersebut kepada Dinkes Medan dan meminta pasokan vaksin. Namun hingga kini vaksin yang dibutuhkan masyarakat tersebut belum juga tersedia.

Di sinilah nilai berita yang paling kuat: bukan hanya soal permintaan DPRD, tetapi adanya kekosongan vaksin selama sebulan di rumah sakit pemerintah ketika vaksin tersebut dibutuhkan untuk penanganan pascapaparan rabies.

Bahkan Iswanda menegaskan DPRD Medan siap membantu dari sisi penganggaran apabila persoalannya berkaitan dengan kebutuhan anggaran pengadaan vaksin.

“Sampaikan saja berapa kebutuhannya, kita di DPRD Medan akan membantu penganggarannya. Ini sangat penting, demi keselamatan masyarakat Kota Medan,” pungkasnya.

Catatan editorial: Untuk membuat berita ini lebih tajam dan berimbang, sebaiknya pada tahap berikutnya ditambahkan data kasus gigitan hewan penular rabies di Medan, jumlah vaksin yang dibutuhkan, berapa stok ideal, serta penjelasan resmi Dinkes Medan mengenai penyebab kekosongan dan kapan distribusi vaksin kembali tersedia. Itu akan membuat berita naik dari sekadar “desakan DPRD” menjadi berita kontrol publik terhadap layanan kesehatan pemerintah.

Share:
Komentar

Berita Terkini