MEDAN – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tengah mengkaji rencana pembangunan pelabuhan logistik di wilayah Gunungsitoli, Kepulauan Nias. Pelabuhan tersebut diproyeksikan menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memastikan ketersediaan logistik apabila terjadi bencana yang menyebabkan akses transportasi menuju Kepulauan Nias terputus.
Rencana tersebut berbeda dengan pelabuhan penumpang yang selama ini melayani perjalanan menuju Kepulauan Nias. Pelabuhan logistik yang direncanakan akan dilengkapi dengan fasilitas pergudangan, cold storage, serta sarana pendukung lainnya.
Pembangunan pelabuhan ini dinilai penting mengingat Kepulauan Nias memiliki tantangan geografis dan kerentanan terhadap bencana. Ketika terjadi bencana dan jalur transportasi terputus, masyarakat di kepulauan tersebut berpotensi mengalami keterisolasian.
"Pak Gubernur ingin membuat pelabuhan logistik di situ. Rencananya ada pergudangan, cold storage dan lain-lain. Tujuannya untuk mengantisipasi apabila terjadi bencana sehingga Pulau Nias tidak terisolasi," ujar Kadis Perhubungan Provinsi Sumut Yudha Pratiwi Setiawan,S.STTP. M.SP, di ruang kerjanya, Senin (28-09.2026).
Menurutnya, pemerintah tengah memasuki tahap kajian, termasuk menghitung kebutuhan stok logistik yang harus disiapkan. Targetnya, tahapan pembangunan sudah dapat dimulai pada 2027.
Namun, pembangunan pelabuhan tersebut direncanakan tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pemerintah akan mendorong keterlibatan investor dengan dukungan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Langkah itu dipilih karena kebutuhan investasi pembangunan pelabuhan diperkirakan sangat besar. Biaya pembangunan dermaga saja disebut dapat mencapai ratusan miliar rupiah, belum termasuk pembangunan fasilitas pelabuhan, gudang logistik, cold storage, dan infrastruktur pendukung lainnya.
"Kalau menggunakan APBD, akan sangat besar. Dermaganya saja bisa ratusan miliar, belum lagi pelabuhan dan bangunan logistiknya. Karena itu kita rencanakan menggunakan investor yang dibantu BUMD," jelasnya.
Lokasi yang dikaji berada di kawasan Pelabuhan Goro, Gunungsitoli. Kawasan tersebut disebut berjarak relatif dekat dari Bandara Binaka dan berada pada jalur yang dilalui ketika menuju pusat Kota Gunungsitoli.
Rencana pembangunan juga mempertimbangkan kondisi geografis Kepulauan Nias yang memiliki tingkat kerawanan bencana dan perubahan kondisi wilayah. Karena itu, pemerintah masih membutuhkan kajian teknis dan geografis secara mendalam sebelum pembangunan dilakukan.
Kondisi geografis tersebut juga menjadi tantangan bagi pembangunan infrastruktur lainnya di Kepulauan Nias, termasuk jalan. Sejumlah ruas jalan, khususnya menuju wilayah Nias Barat, disebut menghadapi persoalan kondisi tanah dan perubahan kontur sehingga membutuhkan penanganan khusus.
Pemerintah juga menilai karakteristik geografis Nias harus menjadi perhatian bagi calon investor. Kajian mengenai kondisi tanah, perubahan wilayah, hingga potensi bencana diperlukan agar pembangunan infrastruktur dapat dilakukan dengan konstruksi yang sesuai.
Selain rencana pelabuhan logistik di Gunungsitoli, dalam pembahasan tersebut turut disinggung persoalan pengelolaan sejumlah pelabuhan di kawasan Tanjungbalai.
Salah satu kendala yang dihadapi adalah pemerintah pusat masih membutuhkan kepastian mengenai kesiapan pemerintah daerah dalam mengelola pelabuhan, termasuk kemampuan menyediakan anggaran pemeliharaan.
Pemerintah daerah diminta menyampaikan bentuk pengelolaan yang akan dilakukan serta kesiapan anggaran untuk pemeliharaan. Namun, hal tersebut masih menunggu kajian karena kebutuhan biaya pemeliharaan pelabuhan tidak kecil.
"Yang pertama, pemerintah pusat belum yakin dengan pemerintah daerah terkait pengelolaan ke depannya. Mereka meminta kalau kami mau mengelola, apa yang akan dibuat dan berapa anggaran yang disiapkan. Maintenance pelabuhan itu tidak kecil," katanya.
Pemprov Sumut masih akan melakukan kajian sebelum menentukan langkah lebih lanjut, baik terkait pembangunan pelabuhan logistik di Gunungsitoli maupun skema pengelolaan infrastruktur pelabuhan lainnya.
