MEDAN - Ribuan pengunjung yang berasa dari Kota Medan dan sekitarnya, serta masyarakat Pakpak Bharat, memadati tribun arena Pentas Keong di Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) menyaksikan pagelaran seni dan budaya Pakpak bertajuk ‘Sentoa Serser’
Hajatan yang dipertontonkan kali ini merupakan sebuah karya kreator seni putra dan putri Pakpak dan dipersembahkan melalui Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat.
Pertunjukan seni dan budaya itu digelar sebagai ajang pepalum tedoh bagi masyarakat Pakpak yang berdomisili di Kota Medan dan sekitarnya, sekaligus memperkenalkan adat dan budaya Pakpak ke dunia luar. Pepalum tedoh adalah salah satu acara pertemuan untuk saling melepas rindu akan kampung halaman.
Teatrikal ‘Tintoa Serser’ mengisahkan sebuah tari yang mengisahkan bagaimana seseorang pemuda yang difitnah oleh beberapa orang dikampung dengan tuduhan melakukan perbuatan telah melanggar norma hukum adat berbuat jahat menurut adat dan hukum Pakpak,
Barang siapa yang berbuat jinah akan di hukum mati, dengan hukuman di potong diatas sungai dan dibakar diatas gunung.agar tidak ada yang menyentuh daranya. Dan tidak ada yang mencium asapnya,dan juga perlakuannya tidak berjangkit atau menyularpada orang lain.
Namun kebenaran tidak pernah terkalahkan, sehingga tuhan yang maha esa menunjukkan jalan bagi dia yang difitnah. Lalu ia membuat permintaan kepada sang raja agar memberikan permintaan terakhirnya. Ia meminta untuk menari sambil menyanyi. Lalu dia membuat gerakan tariannya yang melebar dan memperluas lingkaran orang orang yang mengelilinginya dan mengurungnya Dalam lingkaran.
Dan pada saat terahir ia melarikan diri. Semua orang pada terlena pada saat sianak muda tersebut sudah melarikan diri. Sehingga lagu dan tariannya saat itulah membuat si pemuda lari. inilah yang kemudian yang menyebabkan terciptanya tatak dan lagu dari pada Tintoa Serser.
Namun demikian, berkat kejujuran dan ketulusannya, fitnah yang dialamatkan kepadanya akhirnya bisa terpatahkan. Si pemuda itupun bebas dari tuduhan. Tintoa Serser’
Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor (FBT) mengapresiasi kehadiran pengunjung di arena PRSU itu.
“Semoga acara ini membawa kesan baik bagi kita semua. Bawalah cerita terbaikmu untuk Kabupaten Pakpak Bharat yang berbudaya, nduma dan sejahtera,” ucap FBT. (Capah)




